Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

FILOSOFI SEMAR (Sebuah Kesimpulan)

Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik, umumnya Arjuna atau anak Arjuna, penengah Pandawa. Semar adalah sebuah filsafat, baik etik maupun politik. Di balik tokoh hamba para kesatria ini, terdapat pola pikir yang mendasarinya.

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya

  • Bebadra = Membangun sarana dari dasar
  • Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
  • Artinya: Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia

Menurut Javanologi: Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).

  • Semar tidak lelaki dan bukan perempuan.
  • Tangan kanannya ke atas dan tangan kirinya ke belakang. Maknanya: “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbol Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.
  • Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel – (karang = gersang; dempel = keteguhan jiwa).
  • Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan: “akuning sang kuncung” = sebagai kepribadian pelayan.
  • Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
  • Semar berjalan menghadap ke atas maknanya: “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq) yang maha pengasih serta penyayang umat”.

Kain Semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono: menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi.

Ciri sosok semar adalah:

  • Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
  • Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
  • Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
  • Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
  • Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya.

Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.

Di kalangan spiritual Jawa, Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan simbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan ekspresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas, dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa.

Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya berbunyi: Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.

Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna:

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan. Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma”, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

Bocah Bajang nggiring angin

anawu banyu segara

ngon-ingone kebo dhungkul

sa sisih sapi gumarang

Teks empat baris yang menggambarkan Bocah Bajang (anak yang tidak bisa besar atau cacat) tersebut merupakan salah satu Jineman atau lagu yang selalu dikumandangkan pada pegelaran Wayang Purwa, khusus untuk mengiringi munculnya tokoh Semar pada waktu goro-goro. Hal tersebut tidak secara kebetulan, tetapi merupakan sebuah ekspresi kreatif untuk menyampaikan sesuatu makna yang dianggap penting, melalui lagu Bocah Bajang dan wayang Semar.

Semar merupakan gambaran Kesempurnaan yang tinggal dan hidup dalam manusia yang lemah dan cacat.

Tokoh Semar mempunyai sifat pribadi yang mendua. Ia adalah dewa bernama Batara Ismaya, yang manitis (tinggal dan hidup) pada seorang manusia cebol, berkulit hitam, bernama Ki Semarasanta. Bentuk wayangnya pun dibuat mendua: bagian kepala adalah laki-laki, tetapi payudara dan pantatnya adalah perempuan. Rambutnya dipotong kuncung seperti anak-anak, tetapi sudah memutih seperti orang tua. Bibirnya tersenyum menggambarkan kegembiraan dan kebahagiaan, tetapi matanya selalu basah seperti sedang menangis sedih. Oleh karena serba misteri, tokoh Semar dapat dianggap dewa, dapat pula dianggap manusia. Ya laki-laki, ya perempuan, ya orang tua dan sekaligus kanak-kanak, sedang bersedih tetapi dalam waktu yang sama juga sedang bergembira. Maka tokoh ini diberi nama Semar asal kata samar, yang berarti tidak jelas.

Batara Semar atau Batara Ismaya, yang hidup di alam Sunyaruri, sering turun ke dunia dan manitis di dalam diri Janggan Semarasanta, seorang abdi dari Pertapaan Saptaarga. Mengingat bahwa bersatunya antara Batara Ismaya dan Janggan Semarasanta yang kemudian populer dengan nama Semar merupakan penyelenggaraan Illahi, maka munculnya tokoh Semar diterjemahkan sebagai kehadiran Sang Illahi dlam kehidupan nyata dengan cara yang tersamar, penuh misteri.

Dari bentuknya saja, tokoh ini tidak mudah diterka. Wajahnya adalah wajah laki-laki. Namun badannya serba bulat, payudara montok, seperti layaknya wanita. Rambut putih dan kerut wajahnya menunjukan bahwa ia telah berusia lanjut, namun rambutnya dipotong kuncung seperti anak-anak. Bibirnya berkulum senyum, namun mata selalu mengeluarkan air mata (ndrejes). Ia menggunakan kain sarung bermotif kawung, memakai sabuk tampar, seperti layaknya pakaian yang digunakan oleh kebanyakan abdi. Namun bukankah ia adalah Batara Ismaya atau Batara Semar, seorang Dewa anak Sang Hyang Wisesa, pencipta alam semesta.

Dengan penggambaran bentuk yang demikian, dimaksudkan bahwa Semar selain sosok yang sarat misteri, ia juga merupakan simbol kesempurnaan hidup. Di dalam Semar tersimpan karakter wanita, karakter laki-laki, karakter anak-anak, karakter orang dewasa atau orang tua, ekspresi gembira dan ekspresi sedih bercampur menjadi satu. Kesempurnaan tokoh Semar semakin lengkap, ditambah dengan jimat Mustika Manik Astagina pemberian Sang Hyang Wasesa, yang disimpan di kuncungnya. Jimat tersebut mempunyai delapan daya, yaitu: terhindar dari lapar, ngantuk, asmara, sedih, capek, sakit, panas dan dingin. Delapan macam kasiat Mustika Manik Astagina tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa, walaupun Semar hidup di alam kodrat, ia berada di atas kodrat. Ia adalah simbol misteri kehidupan, dan sekaligus kehidupan itu sendiri.

Jika dipahami bahwa hidup merupakan anugerah dari Sang Maha Hidup, maka Semar merupakan anugerah Sang Maha Hidup yang hidup dalam kehidupan nyata. Tokoh yang diikuti Semar adalah gambaran riil, bahwa sang tokoh tersebut senantiasa menjaga, mencintai dan menghidupi hidup itu sendiri, hidup yang berasal dari Sang Maha Hidup. Jika hidup itu dijaga, dipelihara dan dicintai maka hipup tersebut akan berkembang mencapai puncak dan menyatu kepada Sang Sumber Hidup, manunggaling kawula lan Gusti. Pada upaya bersatunya antara kawula dan Gusti inilah, Semar menjadi penting. Karena berdasarkan makna yang disimbolkan dan terkandung dalam tokoh Semar, maka hanya melalui Semar, bersama Semar dan di dalam Semar, orang akan mampu mengembangkan hidupnya hingga mencapai kesempurnaan dan menyatu dengan Tuhannya.


(di copas dari http://daydreamer13.wordpress.com/2010/01/20/filosofi-semar-kesimpulan)

Selasa, 08 November 2011

Pembuktian Keimanan dengan Metode Sains

Hukum fisika menegaskan bahwa setiap apa yang ada dalam ruang akan selalu menjalani waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, rangkaian itu disebut ‘proses’. Proses yang dimaksud adalah seni pembentukan pola-pola waktu menjadi lebih teratur. Untuk optimalisasi, kita biasanya memunculkannya dalam bentuk prosedur kerja yang bisa diterima semua orang, semacam ‘program aplikasi’ dalam istilah Teknologi Informasi (TI) . Karena manusia cenderung pada hal-hal yang indah dan teratur, maka hampir setiap aktivitas manusia memiliki prosedur kerja yang indah dan teratur. Yang paling menonjol di era sekarang adalah prosedur kerja dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam istilah yang lebih umum, orang-orang biasa menyebutnya metode ilmiah.

Pembentukan metode ilmiah pada mulanya terinspirasi oleh sistem peradilan bangsa Yunani kuno: semua tuduhan harus dibuktikan secara terbuka. Ketika Eropa sedang dalam masa kegelapan di bawah hegemoni gereja, sistem tersebut diadopsi orang-orang Islam. Dari abad 8 sampai abad 13, peradaban Islam mengembangkannya menjadi metode eksperimen. Metode ini selanjutnya menjadi jalan satu-satunya di mana tidak ada jalan lain untuk ilmu pengetahuan1. Sewaktu peradaban Islam runtuh, bersamaan dengan Gerakan Renaisance, metode eksperimen diserap orang-orang Eropa. Hasilnya adalah metode ilmiah yang diajarkan di sekolah-sekolah modern sekarang ini.

Metode Ilmiah

Beberapa kejadian spesifik ditangkap indera, dengan atau tanpa bantuan peralatan. Kejadian ini selanjutnya menjadi masalah bagi si pengamat. Pikiran mengolah ciri-ciri fisik fenomena tersebut, lalu data-data akan dikumpulkan dalam waktu yang lama, sebelum diputuskan. Semacam penjelasan lalu dibangun dalam pola-pola tertentu, sehingga dengan alasan induktif pikiran akan memanfaatkannya untuk menyusun hipotesis. Untuk menghindari adanya spekulasi, alasan tersebut harus melibatkan proses generalisasi, dan itu biasanya menjadikannya tipe alasan yang paling sulit. Hipotesis biasanya mempunyai kerangka yang sebagian atau semuanya menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Bahasa yang dipakai adalah matematika.

Selanjutnya hipotesis digunakan untuk mengira apa yang akan terjadi di masa depan jika cara-cara tertentu digunakan. Perkiraan itu bisa diambil dari hipotesis dengan menggunakan alasan yang deduktif (maksudnya main comot aja!). Perkiraan ini akan dibuktikan melalui eksperimen. Dalam hal ini, eksperimen mungkin mudah dirancang, tapi dalam banyak kasus biasanya cukup merepotkan. Butuh peralatan yang rumit, canggih, dan tentunya mahal, serta butuh banyak pekerja. Kalaupun semua itu sudah dibangun, sering kali para peneliti kurang sabar untuk mengolah informasi-informasi yang telah didapatkan.

Setelah tahap percobaan diselenggarakan, hasilnya disesuaikan dengan perkiraan. Karena hipotesis sifatnya umum dan perkiraan sifatnya khusus, maka percobaan tersebut tidak serta-merta membuktikan kebenaran hipotesis, tapi sekedar mendukung. Tapi kalau percobaan tidak cocok dengan perkiraan, maka dapat dipastikan bahwa hipotesis tersebut salah. Einstein mengekspresikan kecenderungan ini ketika ia mengungkapkan: “Tidak ada sejumlah pecobaan yang bisa membuktikan bahwa aku benar, tapi satu percobaan saja akan membuktikan kesalahanku”.

Hipotesis yang salah harus didaur ulang–dimodifikasi sedikit atau diubah secara keseluruhan—atau yang lebih tragis biasanya dibuang begitu saja. Keputusan tentang seberapa besar perubahan tersebut bisa jadi merupakan tugas yang justru lebih sulit dan runyam dari penyusunan awalnya. Hipotesis generasi baru itu tentu harus melewati prosedur kerja yang berurutan dari awal lagi, dan begitu seterusnya.2

Keimanan Harus Dibuktikan

Sebagian orang mengira bahwa memahami alam itu bagaikan membuka kotak dalam kotak. Hasil pemahaman itu, maksudnya sains, akan terus memperbaiki diri seiring dengan penemuan demi penemuan. Konsekuensinya, kita tidak akan pernah mencapai pada apa yang disebut ‘penjelasan terakhir’. Kita akan senantiasa mendapati kotak-kotak baru di dalam kotak yang telah berhasil dibuka, dan begitu seterusnya. Namun Hawking betul-betul meragukan anggapan ini. Dalam pelantikannya sebagai Lucasian Profesor of Mathematics pada lembaga ilmiah tertua di planet bumi ini, Royal Society, beliau mengejutkan kalangan fisika dengan tema ceramah yang disampaikannya: “Apakah Akhir dari Fisika Teoretis telah Tampak?”.3

Dalam filsafat Aristotelian, alam semesta dianggap sebagai suatu objek raksasa yang mengandung peraturan alami yang sangat disiplin dan teratur. Aturan yang dimaksud selanjutnya disebut hukum alam. Selepas abad pertengahan, filsafat itu dikembangkan lebih lanjut oleh Rene Descartes dari Prancis. Filsafat Cartesian menyatakan bahwa keteraturan alam seperti sebuah mesin, setiap bagiannya bertalian erat satu sama lain membentuk pergerakan universal yang rumit. Sebagai makhluk yang dibekali kecerdasan dan rasa ingin tahu luar biasa, manusia tentu akan bertanya-tanya: bagaimana cara kerja mesin alam? Beberapa generasi pemikir melakukan spekulasi filsafat, uji coba, eksperimen, dan yang terakhir telaah matematika. Suatu masa di ujung abad 20, hampir semua orang yakin bahwa sains telah hampir mengetahui semuanya. Orang-orang meyakini bahwa selangkah lagi sains akan mencapai kesempurnaan. Dan Stephen Hawking disebut-sebut sebagai pengemban tantangan paling berat dalam sejarah peradaban tersebut.

Hawking adalah salah satu ilmuwan paling cemerlang di era modern ini. Kedudukannya sering disejajarkan dengan Isaac Newton dan Albert Einstein. Sejak usia 20-an, beliau menderita penyakit Lou Gehrig atau ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit saraf motorik yang mematikan pertumbuhan otot atau daging. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan bisa membawa kematian. Ketika beliau mencapai puncak kecemerlangannya, penyakit tersebut bukan hanya telah melumpuhkannya, tapi juga sudah membungkamnya (membuatnya bisu, karena otot lehernya mati). Namun, orang-orang berharap banyak pada otaknya, satu-satunya organ tubuh yang tidak terpengaruh penyakit itu. Meskipun pada awalnya dokter memvonis hidupnya tinggal dua tahun lagi, namun Hawking bisa bertahan sampai sekarang. Dan semua orang masih menunggu Hawking menyelesaikan tantangan tersebut.

Sayang sekali, sampai datangnya millenium ketiga, melalui karya fenomenalnya yang berjudul A Brief History of Time, Hawking hanya bisa berkata: “Kita akan segera mengetahui pikiran Tuhan”4. Kalau kita menengok sejarah, kita pun akan mendapati pernyataan-pernyataan serupa yang pernah diucapkan berbagai tokoh terkemuka sains. Albert Michaelson, ketika hendak melakukan eksperimen ‘berburu eter’, dia dengan sangat meyakinkan berkata: “Tugas fisika hanya tinggal mengisi angka di desimal ke enam”5. Begitu juga Max Born yang juga pernah sesumbar: “Enam bulan lagi fisika akan berakhir”.6

Jangan-jangan ungkapan-ungkapan itu hanyalah bentuk kekaguman mereka atas kecerdasan mereka sendiri. Hampir semua orang sepakat bahwa alam semesta adalah suatu konstruksi raksasa dengan sistem yang menyerupai sebuah mesin. Bayangkan seorang insinyur yang membuat buku panduan untuk mesin buatannya, begitu pulalah pekerjaan Tuhan dalam mencipta ‘mesin’ alam semesta-Nya. Dia tentu membuat semisal buku panduan untuk alam semesta-Nya. Dan buku panduan tersebut tidak lain adalah kitab suci. Untuk itu, metode ilmiah harus diperluas dengan basis kitab suci.

Selain memiliki kebenaran ilahiah, yakni kebenaran yang diyakini telah melekat sejak kemunculannya, ayat-ayat kitab suci juga harus mengandung kebenaran yang sifatnya ilmiah atau bisa dibuktikan secara terbuka melalui sidang pengadilan, eksperimen, atau cara-cara apapun, karena pada dasarnya hanya ada satu definisi kebenaran yang kita ketahui. Tak masalah jika kebenaran yang diyakini sebagai ‘iman’ dijadikan sebagai bahan fundamental metode ilmiah. Intinya, bahwa keimanan juga harus bisa dibuktikan.

Metode Dualisis

Hawking yakin betul bahwa manusia akan segera memahami pikiran Tuhan, maksudnya kita akan segera mencapai kesempurnaan sains. Cara yang beliau tempuh melalui matematika mungkin sudah mentok, tapi bukankah pepatah “masih banyak jalan menuju kota Roma” masih relevan? Saya hanya ingin mengatakan (khususnya kepada Hawking) bahwa kalau kita ingin mengetahui pikiran Tuhan, sebaiknya tanyakan langsung kepada Tuhan. Itu bisa dilakukan dengan memperluas metode ilmiah yang semata berbasis empirisme menuju basis kitab suci. Metode yang dimaksud selain memuat hipotesis, juga memuat holitesis (premis kitab suci). Itulah ‘metode dualisis’.

Pertama, pikiran mengolah ciri-ciri fisik suatu fenomena, kemudian data-data dikumpulkan dalam waktu lama. Berdasarkan data-data itu, dibangunlah hipotesis, yang melibatkan matematika. Hipotesis ini dibangun dengan alasan induktif, melalui suatu proses generalisasi. Selain itu, dengan alasan deduktif, sebuah premis disimpulkan dari pernyataan-pernyataan kitab suci, yang tentunya bertalian dengan hipotesis. Premis inilah yang kemudian disebut holitesis.

Sekarang bayangkan cara makan pizza yang benar. Yang harus dilakukan pertama kali adalah memotong-motong pizza itu menjadi bagian-bagian kecil. Bentuk pizza adalah lingkaran. Lazimnya lingkaran, tentu memiliki titik pusat dan keliling. Ibaratkan titik pusat itu sebagai hipotesis dan garis sepanjang tepi atau kelilingnya sebagai holitesis. Kalau salah satunya tidak ada, bagaimana orang bisa memotong-motong pizza itu? Fungsi holitesis di sini sebagai penopang hipotesis, dengan cara memberi ‘pemastian’ tentang apa yang dinyatakan hipotesis, seperti garis yang memastikan tepi suatu pizza .

Selanjutnya, kalau hipotesis sudah mempunyai prosedur matematika yang lengkap, maka ia bisa digunakan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa-masa mendatang apabila cara-cara tertentu digunakan. Perkiraan dibuat dengan alasan deduktif, sedemikian rupa sehingga apa yang diperkirakannya bertalian dengan holitesis. Sebut saja perkiraan semacam ini ‘perkiraan baku’. Perkiraan baku kemudian akan dibuktikan melalui percobaan. Hasil-hasil percobaan lalu dibandingkan lagi dengan perkiraan. Karena hipotesis-holitesis bersifat umum, dan perkiraan bersifat khusus, maka hasil percobaan yang cocok tidak serta-merta membenarkan mereka, tapi hanya mendukungnya. Tapi kalau hasilnya tidak cocok, beberapa aspek hipotesis pasti salah, begitu juga holitesis. Jika memang belum yakin, hipotesis bisa didaur ulang dan holitesis juga harus mencari alternatif pemastian lain (misalnya dengan rujukan kitab tafsir yang lain), lalu diuji coba lagi, dan begitu seterusnya.

Kalau hasil percobaan berikutnya betul-betul tidak cocok bagaimana? Kita punya dua keuntungan besar: mata kita jadi tahu bahwa alam semesta memang tidak punya karakteristik seperti apa yang diperkirakan sebelumnya, dan hati kita pun akan mulai menyadari bahwa kitab-kitab yang mengandung pernyataan seperti itu perlu dipertanyakan kesuciannya, sebab ia salah menginformasikan sifat-sifat alam, yang seharusnya tidak boleh terjadi. Ingatlah, sebuah kitab dikatakan ‘suci’ apabila semua penjelasannya bernilai ‘benar’. Apabila ia salah, meskipun hanya ‘secuil’ aspek saja, maka ia harus dicoret dari daftar kitab suci.

Misalnya, dalam beberapa ayatnya, Alquran menjelaskan bahwa organisme manusia berasal dari sari pati tanah, lalu sari pati tersebut dijadikan air mani (sperma) yang disimpan ditempat yang kokoh atau rahim (QS. 23:12-13). Kalau memang pernyataan ini tidak sesuai dengan realitas, maka Alquran harus dicoret dari daftar kitab suci. Jadi, metode ini adalah tantangan bagi ilmuwan spiritualis, ustad, pastur, bikshu, masyarakat religius, dan sebagainya untuk terjun langsung ke lapangan observasi untuk mengukuhkan kesucian kitab yang mereka imani.

Metode dualisis bagaikan delta pada muara diantara dua anak sungai. Delta itu membentuk endapan dari penggabungan metode sains dan metode teks kitab suci. Pemikiran kedua-duanya mengalir deras dalam kanal alami masing-masing. Ketika mereka dipertemukan dalam satu muara, mereka akan meninggalkan sari-sari subtansial masing-masing untuk saling berintegrasi satu sama lain, sehingga akan menjadi endapan yang subur untuk pertumbuhan pemikiran berikutnya. Dan metode ini begitu kuat menggabungkan dua kelompok cendikiawan yang senantiasa bertikai, ilmuwan dan agamawan.

Definisi Kitab Suci

Bagaimana cara menentukan definisi kitab suci? Tuhan telah menginformasikan—yang ditransfer melalui Muhammad dalam bentuk yang dikenal sebagai hadits—bahwa sepanjang sejarah peradaban manusia di bumi ini, Tuhan telah melantik sejumlah 124.000 manusia pilihan sebagai nabi, yang pertama adalah Adam dan yang terakhir adalah Muhammad itu sendiri. Dari sekian jumlah tersebut, hanya 313 orang saja yang selain dilantik sebagai nabi juga diberi tugas sebagai rasul.

Apa bedanya nabi dan rasul? Mereka yang dipilih sebagai nabi diberi informasi secara langsung (wahyu) oleh Tuhan tentang diri-Nya dan alam semesta ciptaan-Nya, tanpa dibebani kewajiban untuk mewartakannya kepada orang lain. Sedangkan seorang rasul adalah manusia pilihan yang selain dianugerahi wahyu, juga diberi tanggung jawab untuk memberitakannya kepada semua orang atau hanya terbatas pada suatu bangsa yang sedang mengalami degradasi di zamannya. Ciri paling umum dari seorang rasul adalah memiliki kitab suci, meskipun isinya hanya sepatah kata sekalipun. Berdasar informasi ini, peradaban kita seharusnya memiliki sejumlah 313 judul teks kitab suci. Sayangnya, kita kehilangan sebagian yang sangat besar dari jumlah tersebut. Hanya beberapa judul saja yang sampai di tangan generasi modern, sebagian besar ada di catatan Perjanjian Lama, sebagian lagi ada di catatan Injil dan Alquran, dan tanpa diketahui kaitan historisnya sebagian lagi ada di catatan Budhisme, Hinduisme, dan sebagainya.

Masalah yang paling berat sebetulnya terletak pada ketiadaan kata sepakat bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari satu Tuhan yang sama. Ada dua faktor yang menimbulkan hal ini, yakni faktor historis dan intervensi manusia.

Pertama, disebabkan sistem informasi yang sangat buruk di masa lalu, suatu informasi dapat berubah seiring dengan bergulirnya masa. Distribusi informasi yang hanya dari mulut ke mulut sangatlah memungkinkan terjadinya mis-interpretasi antar generasi. Semua orang sudah maklum, tidak ada orang yang dengan sangat teliti bisa mentransfer suatu informasi dengan keautentikan mencapai 100%7. Kalau tidak dikurangi, mungkin ditambahi. Ini mungkin sudah menjadi sunatullah atas diri manusia. Nah, kurang-kurangan dan tambah-tambahan itu lama-kelamaan akan semakin terakumulasi dan meluas ke bidang-bidang baru. Hal ini akan mengakibatkan tersingkirnya informasi asli sedikit demi sedikit, sehingga tanpa sadar, di suatu masa depan, bahkan informasi asli tersebut telah terkubur oleh bumbu-bumbu yang ditaburkan para pentransfer informasi kitab suci. Apalagi teknologi komunikasi dan informasi zaman para nabi hanya mengandalkan kepercayaan dan kejujuran para usernya, yang memang sangat diragukan.

Yang kedua, faktor intervensi manusia. Konsekuensi faktor yang satu ini jauh lebih membahayakan, karena penyelewengannya akan terjadi pada generasi yang tidak jauh dari generasi nabi. Para penulis, penyalin, penerjemah, dan penafsir kitab suci sering kali dengan kesengajaan memanipulasi data dan informasi suatu kitab suci. Kesengajaan tersebut biasanya didasari beragam kepentingan: politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Kesengajaan itu pun biasanya didasari beragam motivasi: ada yang baik dan ada juga yang buruk. Yang jelas, apa yang mereka kerjakan telah membuat kitab suci tidak orisinal lagi, sehingga nilai sakralnya hilang. Bukan hanya itu, pekerjaan mereka juga kerap membuat suatu kitab suci justru mengandung informasi yang salah. Dan di sinilah terletak pentingnya penyeleksian melalui metode dualisis.

Sebuah aset yang melimpah jika kita sekarang memiliki beragam kitab suci. Semuannya sejajar dalam metode dualisis. Seiring dengan berjalannya masa, realitas atau fakta akan menyeleksi kitab mana saja yang betul-betul memenuhi standart metodologi. Setiap orang harus legowo kalau memang di dalam kitab suci yang sangat diyakininya mengandung beberapa informasi yang tidak sesuai, sehingga harus dicoret dari daftar kitab suci.

Masih ingat perseteruan antara kelompok yang yakin keberadaan penjelasan terakhir (kelompok Hawking) dan kelompok yang tidak percaya akan hal itu (ilmuwan pada umumnya)? Pekerjaan manusia untuk memahami alam ini merupakan pekerjaan abadi yang tak akan pernah berhenti pada suatu titik sejarah. Pekerjaan Tuhan ialah menciptakan, mengurus, dan mengatur semesta raya, sedangkan tugas makhluk-makhluk cerdas seperti kita tentu memahaminya. Yang dimaksud ‘penjelasan terakhir’ semuanya telah termaktub dalam kitab suci. Seperti halnya seorang insinyur membuat buku panduan untuk mesin buatannya, Tuhan pun tentu membuat semisal buku panduan seperti itu untuk alam buatanNya. Manusia harus mencarinya tanpa kenal lelah, melalui matematika, hipotesis-hipotesis, holitesis-holitesis, perkiraan-perkiraan, dan dengan cara apapun, asalkan tidak melanggar peraturan Tuhan.

Kasus Penyimpangan

Metode dualisis telah digunakan secara luas oleh para pemikir generasi terdahulu, terutama dari kalangan agama. Sebagai bukti, saya akan mengajukan dua kasus yang bisa dijadikan bukti bahwa ia telah ada di tengah-tengah kita sejak dulu: kasus Geosentrisme dan kasus tafsir ilmiah Alquran. Gaya ilmiah yang dipakai orang-orang di dalamnya hampir mirip metode dualisis, hanya saja mereka membalik prosesnya: sama sekali tidak konsisten dengan eksperimen.

Sejak pertengahan abad 19, orang Islam dihadapkan pada tantangan hebat dari Barat, bukan hanya pada bidang politik, ekonomi, dan militer, tapi telah meluas sampai ke bidang sosial-budaya, termasuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan ini memberi pengaruh sangat besar terhadap pandangan hidup serta pemikiran orang Islam. Di sana-sini mereka menyaksikan kekuatan Barat dan kemajuannya dalam bidang ilmu pengetahuan. Di sisi lain, mereka merasakan kelemahan dan kemunduran diri mereka sendiri dalam berbagai lapangan kehidupan, terutama iptek. Keadaan ini menimbulkan semacam perasaan rendah diri (inferiority complex) pada sebagian besar dari komunitas mereka. Para intelektual muslim berusaha membuat reaksi, meskipun dengan cara-cara yang tidak tepat. Ada yang mengambil sikap apatis atau acuh tak acuh terhadap kemajuan Barat, ada juga yang dengan spontan meletakkan senjata untuk menyerah dengan mengikuti segala sesuatu yang bercorak Barat, meskipun dalam hal yang menyangkut kepribadian dan adat-istiadat. Ada pula kelompok yang mengajak masyarakat Islam untuk mengikuti, menerima, dan belajar ilmu pengetahuan dari Barat serta sistem-sistemnya mencapai kemajuannya, tanpa perlu meninggalkan kepribadian sendiri.

Selain itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri telah mewabah di kalangan Islam adalah pelampiasan dengan mengingat kejayaan masa lalu. Pengaruhnya sangat signifikan untuk perkembangan pemikiran, khususnya pada metode penafsiran Alquran. Setiap ada penemu Barat yang menemukan sesuatu yang baru, orang Islam cepat-cepat berkata: “kitab suci kami sejak 14 abad silam sudah menyatakannya”, atau “Alquran mendahului sains”, dan sebagainya. Oleh Dr. Quraisy Shihab, melalui bukunya yang berjudul Membumikan Alquran, semua pernyataan itu dikatakan sebagai kompensasi dari perasaan rendah diri tadi. Di lain pihak, orang-orang Barat hanya tersenyum mengejek melihat keadaan orang Islam, dan senyuman tersebut terkadang disertai dengan kata-kata sinis: “Kalau memang itu yang terjadi, kenapa tuan-tuan tidak menyampaikan hal itu sebelum kami menghabiskan waktu dalam penyelidikan?”.8

Metode tafsir Alquran yang dikerjakan generasi Islam sekarang hampir mendekati metode dualisis, mereka hanya membalik prosesnya. Saya kira hal itu terjadi karena mereka enggan ikut bergabung ke lapangan observasi. Sebagian intelektual muslim justru membawa hasil-hasil penyelidikan sains kepada Alquran, dan mencari ayat-ayat yang mungkin mendukungnya. Metode dualisis yang saya ajukan mengharuskan agar Alquran-nya yang dibawa masuk ke dalam prosedur observasinya, bukan malah sebaliknya. Saya kira keengganan orang Islam inilah yang menyebabkan mereka masuk ke dalam zaman kegelapan, selain sebab-sebab yang lain. Gaya tafsir ilmiah seperti ini juga pernah menjangkiti orang Kristen pada abad pertengahan.

Pada abad 2 masehi, berbarengan dengan penulisan Alkitab, institusi gereja berdiri. Setelah melalui serangkaian pertempuran, pada abad 5 masehi, gereja mengambil alih kekaisaran Romawi Barat, yang berpusat di kota Roma. Pengambil-alihan ini sekaligus menandai masuknya ‘benua biru’ menuju zaman kegelapan. Gereja terus merambah pedalaman Eropa dan menguasai masyarakatnya dalam berbagi sektor, termasuk sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Puncaknya terjadi pada abad 17, ketika Galileo menerapkan metode eksperimen untuk ilmu pengetahuan di lingkungan mereka. Gereja mengakuisisi beliau tanpa melalui proses peradilan yang seharusnya.

Telaah Alkitab

Metode telaah Alkitab yang dikerjakan gereja lebih bersifat indoktrinasi. Para cendikiawan gereja penafsir Alkitab biasanya menganut teori-teori tertentu yang diyakini kebenaran dan kesuciannya, karena dianggap cocok dengan pernyataan kitab suci. Misalnya Teori Geosentrik (planet bumi sebagai pusat alam semesta) yang dinyatakan Aristoteles pada zaman sebelum masehi dan disempurnakan Claudius Ptolemeus pada zaman pergerakan gereja. Mereka melontarkan nas-nas Alkitab yang dianggap mendukung teori tersebut, misalnya pada ayat: “Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali (Pengkhotbah 1:4-5)”. Dan ada juga ayat: “Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh (Yosua 10:13)”.

Ayat-ayat di atas ditafsirkan secara harfiah sebagai Geosentrisme, sehingga siapa saja yang mengingkarinya sama saja mengingkari Alkitab. Sebab itu, mereka yang ingkar divonis kafir atau keluar dari Kristianitas, dan berhak mendapat kutukan. Anehnya, sepakatnya gereja terhadap konsep Aristoteles sama sekali tidak melalui prosedur eksperimen yang semestinya. Di lain pihak, para ilmuwan mengerjakan penyelidikan-penyelidikan ilmiah. Sayangnya, hasil yang mereka dapatkan sangat bertentangan dengan kepercayaan yang dianut gereja. Akibatnya, tidak sedikit ahli ilmu pengetahuan yang menjadi korban dari penemuannya sendiri: Bruno Bauer, George van Paris, yang puncaknya terjadi pada kisah penghakiman Galileo Galilei. Saya kira kisah ini juga menunjukkan bahwa metode dualisis juga sudah dikerjakan generasi manusia terdahulu, meskipun cara yang mereka tempuh kurang tepat.

Sudah cukup kiranya itu saja yang terjadi. Di masa-masa mendatang, generasi penerus perjuangan manusia di planet ini harus berbenah. Gaya tafsir ilmiah yang tidak konsisten dengan data-data empiris harus dibuang jauh-jauh. Bagaimanapun, satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa sesuatu adalah benar tentunya harus dengan bukti. Dan bukti tersebut hanya bisa diungkapkan melalui eksperimen, selain cara-cara yang lain. Metode dualisis yang sedang dibicarakan di sini bermaksud membawa kitab suci dan kita sendiri (sebagai subjek) untuk terlibat langsung ke lapangan observasi. Seharusnya tak usahlah enggan kalau memang kita meyakini bahwa kebenaran ilahiah dan kebenaran ilmiah itu sama. Generasi ini harus bisa membuktikannya, tidakkah Anda tertantang!

Dikutip dari:

1Seri Mengenal dan Memahami Newton dan Fisika Klasik (William Rankin)

2Lima Masalah Terbesar Sains yang Belum Terpecahkan (Arthur W. Wiggins dan

Charles M. Wynn)

3Stephen Hawking: Pencarian Teori Segala Hal (Kitty Ferguson)

4Riwayat Sang Kala (Stephen William Hawking)

5Seri Mengenal dan Memahami Einstein (Joseph Schwartz dan Michael McGuenness)

6Stephen Hawking dan Lubang Hitam (Black Holes) (Paul Strathern)

7Hukum Efisiensi

8Membumikan Alquran (Dr. Quraisy Shihab)


"semoga artikel yg telah dibagikan ini menjadi penyemangat dan penambah gairah hidup, dan juga keimanan serta rasa taqwa kita kepada tuhan yang maha esa lagi maha kuasa".

foto: homepages.udayton.edu

sumber tulisan: http://netsains.com/2008/11/mensinergikan-metode-teks-dan-eksperimen

Nuklir - Energi ramah lingkungan dan aman


sumber: http://microsite.detik.com/display/ristek

Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya

nuclear-energy-gmrMasalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.

Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.

Fisi Nuklir

Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.

Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.

fisi01

Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.

reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)

Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)

Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.

Reaktor Nuklir

Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.

skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es

skema reaktor nuklir (sumber:http://personales.alc.upv.es)

Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.

Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.

Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.

Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.

Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

reactor-engr-wisc-edu1

skema pembangkit listrik tenaga nuklir

(sumber: http://reactor.engr.wisc.edu)

Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor.

Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.


foto:dancewithshadows.com

sumber: http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya

Minggu, 23 Oktober 2011

Misteri piramida-piramida Cina

Selama puluhan tahun, ada sebuah legenda, atau boleh dibilang rumor, yang beredar di dunia barat kalau di sebuah lokasi terpencil di Cina, ada banyak piramida misterius yang bahkan lebih besar dibanding piramida Mesir.


Selama puluhan tahun, pemerintah Cina dan para arkeolognya telah menyangkal keberadaan piramida-piramida ini, dan penyangkalan ini malah membuat dunia barat semakin tertarik untuk menyelidikinya.

Apakah benar ada piramida di Cina?

Apa yang sesungguhnya tersimpan di dalam piramida-piramida ini?

Mengapa pemerintah Cina menyangkal keberadaannya?

Namun, pada masa space imaging dan google earth, sekarang kita bisa tahu kalau piramida-piramida Cina benar-benar ada, bahkan berjumlah hingga 100 buah. Piramida-piramida ini terletak di propinsi Xaanshi di dekat kota kuno Xian.

The Great White Pyramid
Pada tahun 1983, Bruce Cathie, seorang penulis selandia baru mengaku kalau pemerintah Cina telah mengungkapkan kepadanya kalau piramida-piramida itu benar-benar ada. Namun tidak ada yang misterius, piramida-piramida itu hanyalah kuburan para kaisar.

Dalam bukunya yang berjudul The Bridge to Infinity (1983), Cathie menceritakan asal mula piramida Cina ini mulai dikenal di dunia barat. Semuanya bermula dari pengalaman seorang pilot angkatan udara Amerika bernama James Gaussman.

Saat itu, tahun 1945, Gaussman sedang terbang di antara India dan Cina dalam misi rutinnya. Ketika mesin pesawatnya mengalami masalah, ia harus menurunkan ketinggian. Pada saat itulah ia melihat piramida raksasa Cina yang misterius.

Dalam laporannya, ia mengatakan:
"Aku menerbangkan pesawat mengitari sebuah gunung dan kemudian kami masuk ke lembah. Tepat dibawah kami, terlihat sebuah piramida putih raksasa yang seakan-akan muncul dari negeri dongeng. Piramida itu putih gemerlapan. Mungkin terbuat dari logam atau bebatuan jenis tertentu. Seluruh sisinya berwarna putih. Namun yang paling menarik adalah batu di puncak piramida tersebut - sebuah material berharga seperti mutiara. Aku benar-benar takjub dengan kedashyatan bangunan itu."
Saat itu, boleh dibilang kalau piramida hanya identik dengan Mesir. Jadi, seharusnya laporan Gausmann bisa menarik perhatian lebih banyak peneliti di barat. Namun, Laporan Gaussman hanya berakhir di dalam arsip militer Amerika.

Dua tahun setelah laporan Gausmann, piramida Cina kembali muncul ke permukaan. Kolonel Maurice Sheahan, direktur Trans World Airline mengaku kalau ia juga melihat piramida raksasa Cina itu. Kesaksian Sheahan dimuat di harian New York Times pada 28 Maret 1947 dengan judul artikel "Penerbang Amerika melihat piramida raksasa Cina di pegunungan terpencil di barat daya Xian".

Dalam artikel tersebut, Sheahan mengatakan kalau piramida ini memiliki tinggi 300 meter dengan lebar 450 meter. Jika perkiraan ini akurat, maka piramida ini mengalahkan ukuran piramida Mesir yang hanya memiliki tinggi 135 meter.

Sheahan juga mengatakan kalau piramida ini terletak di lembah di kaki gunung Qin Ling sekitar 40 mil barat daya Xian. Di dekat piramida raksasa tersebut, ia melaporkan adanya ratusan gundukan kecil yang juga mirip dengan piramida. Namun kesaksian Sheahan tidak menyebutkan adanya batu seperti mutiara di puncak piramida.

Dua hari setelah artikel itu dimuat di New York Times, Kisah ini dimuat kembali di New York Sunday News. Kali ini mereka menampilkan sebuah foto piramida yang belakangan diketahui sebagai foto yang diambil oleh Gaussman tahun 1945.

Sejak saat itu bangunan ini menjadi objek perdebatan dan spekulasi.

Siapa yang membangunnya?

Untuk apa bangunan itu dibuat?

Tidak ada yang benar-benar tahu pasti karena saat itu, Cina menutup diri dari dunia luar.

Terobosan pertama baru datang beberapa puluh tahun kemudian dari seorang penulis Jerman bernama Hartwig Hausdorf. Dalam bukunya yang terbit tahun 1994 berjudul Die Weisse Pyramide (The white pyramid), ia menampilkan banyak foto piramida-piramida Cina. Hausdorf mengaku kalau ia telah diijinkan oleh pemerintah Cina untuk mengunjungi beberapa lokasi yang dahulunya terlarang untuk mengambil foto-foto tersebut.


Sekarang, piramida-piramida Cina sudah bukan rahasia lagi. Kita bisa melihat piramida-piramida ini dari google earth dan bahkan kita bisa mengunjungi langsung lokasi tersebut.

Berbeda dengan piramida Mesir yang terbuat dari batu-batu besar, piramida Cina boleh dibilang terbuat dari gundukan tanah yang dipadatkan yang dibuat sebagai kuburan para kaisar. Dua diantara piramida yang terbesar dan paling terkenal adalah Qin Shi Huang Mausoleum dan Maoling Mausoleum.

Qin Shi Huang Mausoleum
Mausoleum ini adalah piramida Cina yang terbesar. Tinggi awalnya adalah 76 meter, namun seiring dengan berjalannya waktu, piramida ini terkikis sehingga tinggal 47 meter. Dasarnya memiliki ukuran 357 meter X 354 meter.


Tempat ini adalah peristirahatan terakhir kaisar Qin Shi huang, raja pertama dinasti Qin yang membangun tembok cina dan menyatukan seluruh Cina pada tahun 221 SM.


Di dekat piramida ini juga, pada tahun 1974, tiga orang petani yang ingin membuat sumur tanpa sengaja menemukan parit-parit berisi patung-patung teracotta yang sekarang merupakan salah satu lokasi arkeologi paling termahsyur di dunia.


Menurut buku "Records of the Historian: Biography of Qin Shi Huang", sejarawan Sima Qian (145-90 SM) menyebutkan kalau mausoleum ini memiliki ruangan-ruangan yang berisi miniatur-miniatur istana dan paviliun dengan kolam air raksa yang mengalir di bawah langit-langit bertahtahkan permata yang membentuk gambar matahari, bulan dan bintang.

Dengan kata lain, isi mausoleum ini menunjukkan replika dari kerajaan sang kaisar lengkap dengan lima gunung suci di dalamnya.


Para peneliti Cina yang meneliti kandungan tanah di sekitar mausoleum memang menemukan adanya kandungan raksa yang cukup tinggi. Ini mengkonfirmasi kredibiltas tulisan Sima Qian. Menurut catatan Sima Qian, makam ini dibangun ketika Qin Shi Huang masih berusia 13 tahun. Pengerjaannya menggunakan hingga 700.000 pekerja dan diselesaikan dalam 20 tahun.

Para pekerja memindahkan tanah hingga sama tinggi dengan level air di dalam tanah, lalu lantainya dilapisi dengan perunggu cair yang kemudian ditimpa dengan batu sarkofagus. Ketika pengerjaannya selesai, seluruh pekerja yang mengetahui jalan masuk ke makam ini dibunuh untuk menjaga kerahasiaannya.

Hingga hari ini, piramida ini masih menyimpan rahasianya karena pemerintah Cina belum membongkarnya dengan alasan takut merusak beberapa bagian berharga dari kuburan itu.

Maoling Mausoleum
Mausoleum ini, yang kadang disebut piramida putih besar, memiliki ukuran dasar 222 meter X 217 meter. ini membuatnya menjadi piramida terbesar kedua di Cina.

Piramida ini adalah piramida yang fotonya terpampang di surat kabar New York Sunday news tahun 1947. Dengan kata lain, piramida inilah yang telah dilihat oleh Sheahan, dan mungkin juga oleh Gaussman. Namun, sepertinya Sheahan telah keliru memperkirakan tingginya karena piramida ini ternyata hanya memiliki tinggi sekitar 45 meter.


Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Kaisar Wu yang bernama Liu Che (atau Wu Di) yang memerintah dari tahun 157-87 SM. Ini berarti piramida tersebut telah berusia 2.000 tahun lebih.

Sejarah mencatat kalau dibutuhkan waktu hingga 53 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini dan di dalamnya tersimpan banyak objek berharga. Berbeda dengan mausoleum Qin Shi Huang, mausoleum ini telah diekskavasi dan sebagian artefak berharganya disimpan di museum dan dipamerkan.

Walaupun telah diketahui kalau piramida ini sama dengan piramida di foto yang muncul tahun 1947, banyak peneliti masih dibingungkan dengan satu misteri. Menurut Gaussman, ia mengaku melihat adanya material seperti mutiara di puncak piramida itu. Namun, kita dapat melihat kalau puncak piramida ini ternyata datar, seperti terpotong.

Apakah Gausmann berbohong?

Atau, apakah seseorang telah memindahkan puncak piramida tersebut?

Atau mungkin, di suatu tempat di Cina masih ada piramida putih raksasa setinggi 300 meter dengan puncak berkilau yang belum ditemukan?...



sumber:
*http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_pyramids
*http://www.cultural-china.com/chinaWH/html/en/History223bye852.html
*http://www.unexplainedearth.com/xian.php
*http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/04/misteri-piramida-piramida-cina.html

Selasa, 23 Agustus 2011

Harmoni Dan Musik

Musik bagi kebanyakan manusia diperadaban moderen ini tidak ubahnya seperti makan, minum dan bernafas. Bunyi-bunyi yang mengalir hadir di telinga kita, sudah dapat dipastikan memberikan reaksi positif atau negative. Yang positif dinamakan musik.

Mengapa Musik memberikan respon positif ?

Karena musik memiliki harmoni yang selaras dengan perasaan – perasaan manusia saat itu. Melodi musik melantunkan gerak-gerak nada yang indah. Naik dan turunnya begitu teratur. Kadang melodi meninggi, dan perasaan seseorang terbawa terbang ke atas. Dan kadang melodi jatuh ke bawah, merebahkan semua perasaan. Di penghujung lagu, memberi kesan yang melegakan. Kesimpulannya, bahwa musik memang berada satu harmoni dengan perjalanan emosi manusia. Jadi apa Anda ketika bernyanyi atau bermain musik adalah menyanyikan kehidupan.
Perlu kita sadari semua pergerakan alam sekitar kita berubah waktu ke waktu. Begitu pula musik, berubah karena alam yang turut membentuk dari pola-pola musik yang berkembang. Mengambil ungkpan filosof kuno, ”Musik merupakan bentuk-bentuk peniruan dari alam” (Aristoles). Memang pada kenyataannya musik selalu berkembang disana.

Musik Barat vs Timur.

Musik Barat akan berbeda dengan musik Timur. Latar belakang budaya sangat bertolak belakang. Di Barat, hampir semua kehidupan dilandasi ilmiah. Secara struktural, musik Barat lebih memiliki fondasi yang lebih mapan. Idiom-idiom musik tampak sudah terpola dengan rapi. Ini berkembang sejak jaman Yunani kuno sampai jaman Klasik, dan berkembang ke masa moderen.
Sebaliknya, kehidupan masyarakat Timur lebih percaya kepada kekuatan emosi dan mistis. Keilmiahan datang belakangan. Ini bisa ditunjukkan ketika kita melihat bagaimana musik-musik tradisi tumbuh dan berkembang. Ketika hadir segala piranti moderen, tetap saja perilaku para penggarap musik masih mengutamakan emosional.

Sedikit ingin berbagi cerita , saya memiliki murid yang superluar biasa tajam dalam memainkan musik. Murid tersebut memiliki spesialisasi instrumen piano. Jari jemari di atas tuts piano memang sangat luar biasa. Sentuhan ekspresinya juga boleh dikata matang. Karya Mozart, Chopin, Debussy yang mempunyai tingkat kerumitan tinggi dilalapnya habis. Pantas saja kalau ia berhasil meraih juara di Kompetisi Piano Nasional (2009) untuk tingkat remaja. Orang pasti berpikir, ia pasti berlatih dan memainkannya mengunakan repertoar (partitur) . Ternyata tidak... ia hanya menangkap musik piano itu dengan merekam dalam pikirannya. Lalu dicerna dan diterjemahkan melalui sepuluh jarinya. Sempurna..!!
Mungkin di Indonesia ini banyak orang atau musisi yang menggunakan cara memainkan musik seperti itu.

Ada seorang ibu yang bertanya pada saya, anak saya sudah saya les kan piano sejak TK. Tapi hingga sekarang koq rasanya tidak pernah ada kemajuan? Rasanya masih seperti itu-itu juga. Saya katakan, ’bu.. main musik itu tidak cukup dengan terpenuhinya sarana. Tapi perasaan si anak harus bisa menyatu dengan musik. Selama ibu paksakan les piano klasik dengan mainstream nya, bisa saja anak ibu bosan. Dan persaannya sama sekali jauh dari musik itu. Dst...’
Mungkin melalui gambaran ini ada sedikit terbuka, inilah karakter Indonesia. Jangan pernah kita menimbang-nimbang mana musik yang lebih unggul. Masing-masing baik Barat atau Timur memang memiliki harmoni di tempatnya berkembang

Semoga Bermanfaat

Jumat, 22 April 2011

Mengapa Yahudi Bisa Menguasai Dunia, dan Apa Rahasianya?

Dr Stephen Carr Leon menulis dari pengamatan langsung. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan untuk tesis Phd-nya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?” Sekadar anda ketahui, untuk mengumpulkan data-data seakurat mungkin tesis ini memakan waktu hampir 8 tahun. Marilah kita mulai :
1. Persiapan awal melahirkan

Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering : * menyanyi * bermain piano * membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami . Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.
2. Pola Makan

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan. Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah. Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris

3. Merokok adalah Tabu

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

4. Pendidikan

-Musik
Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak. Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

-Matematika
Di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi.

- Olahraga
Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

- Sains
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius. Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. -

-Ekonomi
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya. Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya. Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

(Dikutip dari berbagai sumber)

Sejarah Freemasonry




Freemasonry adalah organisasi Yahudi Internasional, sekaligus merupakan gerakan rahasia paling besar dan palling berpengaruh di seluruh dunia. Freemasonry terdiri dari dua kata yang di satukan. Free artinya bebas atau merdeka, sedangkan Mason adalah juru bangun atau pembangun.

Tujuan akhir dari gerakan Freemason ini adalah membangun kembali cita-cita khayalan mereka, yakni mendirikan Haikal Sulaiman atau Solomon Temple.

Tentang Haikal Sulaiman atau Solomon Temple ini sendiri banyak sumber yang mendefinisikan berlainan. Salah satu tafsir yang paling populer adalah, bahwa Haikal Sulaiman berada di tanah yang kini di atasnya berdiri Masjidil Aqsha.

Mereka meyakini, tahun 1012 Sebelum Masehi (SM), Nabi Sulaiman membangun Haikal di atas Gunung Soraya di wilayah Palestina. Tapi pada tahun 586 SM, Raja Nebukhadnezar dari Babilonia menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Tahun 533 SM, bangunan ini didirikan kembali oleh seorang bernama Zulbabil yang telah bebas dari tawanan Babilonia. Atas kebebasannya itulah, ia membangun kembali Haikal Sulaiman.

Pada tahun ke 70 M, seorang penguasa Romawi menaklukkan Palestina dan membakar serta menghancurkan Haikal Sulaiman ini. Kerusakan terus-menerus dialami setelah penyerbuan Bangsa Hadriyan. Begitu pula saat kekuasaan Muslim, konon Haikal Sulaiman di hancurkan dan sebagai gantinya didirikan Masjidil Aqsha pada abad ke-7.

Tapi tafsir lain tentang hal ini juga mengartikan Haikal Sulaiman juga sebagai wilayah kekuasan yang luas membentang. Bahkan ada yang menariknya hingga sampai wilayah Khaibar, saat kaum Yahudi diusir di zaman Rasulullah Muhammad. Karena itu, mereka meyakini harus menguasai seluruh dunia, bahkan hingga tanah Khaibar, tempat mereka terusir dahulu karena penghianatanya pada Rasulullah dan piagam Madinah.



Dan untuk itulah mereka bekerja dan membangun, yaitu untuk merebut Haikal Sulaiman dan mendirikan kekuasannya secara nyata, serta mempengaruhi pemerintahan dan kekuasan yang mampu mereka pengaruhi. Dan untuk menebar kekuasaan itu, salah satu rintangan besar yang dihadapi oleh gerakan ini adalah agama-agama, terutama agama Samawi atau agama-agama wahyu, Kristen dan Islam.

Sebelum kaum muslimin sadar tentang bahaya gerakan Freemason, perlawanan terhadap organisasi ini terlebih dulu dilakukan oleh kalangan pemimpin gereja. Perlawanan gereja Katholik ini terjadi karena Freemason telah menjadi organisasi tempat berkumpulnya kaum anti-agama. Dalam sebuah artikel berjudul The Earlier Period Of Freemasonry yang di Mimar Sinan, turki, Freemason disebut sebagai tempat berkumpul para anggota Mason yang mencari kebenaran di luar gereja. Dan ini menjadikan awal abad-18 sebagai tahun-tahun yang penuh pertarungan antara gereja Katholik dengan Freemason di Eropa. Sejak awal berdirinya, Fremason telah menyokong kebebasan beragama, sama persis dengan yang terjadi belakangan ini di berbagai negara, liberalisasi keagamaan.

Freemason berdiri di Inggris secara resmi pada tahun 1717. Tapi tampaknya, sebelum tahun itu pun, Freemasonry telah eksis. Bahkan sejak abad sebelumnya. Tahun 1641, seorang keluarga kerajaan Inggris, Robert Moray tercatat sebagai anggota cabang Freemason di Edinburg, tepatnya 20 Mei 1641. nama lain yang juga tercatat sebagai anggota Freemason sebelum tahun 1717 adalah Elias Ashmole tercatat sebagai anggota Freemasonry di Lanchasire pada 16 Oktober 1646. Dan ia juga salah seorang dari royal family atau keluarga kerajaan.

Dari catatan di atas, sebetulnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tahun 1717 hanya tahun pemantapan saja dari tahap-tahap yang telah dilakukan oleh gerakan Freemson. Tahun ini dijadikan sebagai tahun ekspansi untuk melakukan dan menancapkan pengaruh mereka di seluruh dunia.

Tahun 1717 ini dijadikan sebagai tonggak bagi Freemason unuk memulai perangnya yang akan sangat panjang kepada umat beragama dan kepada agama itu sendiri. Seorang kepala gereja protestan di London yang bernama Anderson dan berdarah Yahudi menjadi motor penggeraknya pada 24 Juni 1717. Pada momentum inilah Freemason mendirikan Grand Lodge of England dengan menggabungkan empat lodge menjadi satu.

Banyak sumber Freemason menjelaskan bahwa sejarah berdirinya gerakan ini berakar jauh dan bisa dilacak hingga ke masa Ordo Knight of Templar saat perang Salib di Yerusalem, Palestina. Saat Paus Urbanus II, tahun 1095, usai Konsili Clermont menyerukan Perang Suci atau Crusade dan memobilisasi kaum Kristiani di seluruh Eropa untuk turut berperang merebut Yerusalem kembali dari kekuasaan Muslim. Paus Urbanus II membakar emosi massa dengan cara mengabarkan kabar bohong. Ia mengatakan umat Kristen di Palestina telah dibunuh, dibantai dan dibakar di dalam gereja-gereja oleh pasukan Turki Seljuk yang Muslim. Ia juga membakar kemarahan kaum Kristiani dengan mengatakan bahwa kaum kafir (Muslim Turki, pen.) telah dan sedang menguasai makam Yesus Kristus.

Paus UrbanusII menyerukan agar seluruh pertikaian yang terjadi selama ini antar pemeluk dan kesatrian Kristen harus diakhiri, karena ada musuh yang lebih berbahaya dan harus segera dihancurakan: Islam dan kaum Muslimin. Ia juga mengiming-iming dengan bujukan surgawi, bahwa siapa yang berangkat ke medan perang kan dibebaskan dari seluruh dosa dan di jamin akan mendapat surga. Hasilnya, ribuan kaum Kristiani berangkat menuju Palestina dengan kemarahan. Dan setibanya di sana, terjadi pembantaian besar-besaran atas penduduk Yerussalem dan Palestina.

Selama dua hari penyerbuan terjadi pembantaian yang tak bisa diterima akal sehat dan rasa kemanusiaan. Sebanyak 40.000 penduduk Palestina terbantai. Beberapa sejarawan menggambarkan, saat itu darah menggenangi tanah Yerusalem. Ada yang menyebut darah menggenang setinggi mata kaki, bahkan ada yang menggambarkan darah menggenang hingga lutut manusia dewasa. Tentara berperang dengan motivasi mendapatkan emas dan permata, dan juga banyak para kesatria Prancis tercatat membelah perut korban-korban mereka. Merka mencari emas atau permata yang kemungkinan di telan penduduk Palestina sebagai upaya penyelamatan harta.

Setelah mereka menguasai tanah Palestina, pasukan Salib yang terdiri dari banyak unsur mulai mendirikan kelompoknya masing-masing. Mereka tergabung dalam ordo-ordo tertentu. Para anggota ordo ini datang dari seluruh tanah Eropa, yang ditampung di biara-biara tertentu dan berlatih cara-cara militer di dalam biara tersebut. Dan satu dari sekian ordo yang sangat mencuat namanya adalah Ordo Knight of Templar.

Knight of Templar juga disebut sebagai tentara miskin Pengikut Yesus Kristus dan Kuil Sulaiman. Disebut miskin karena tergambar dari logo yang mereka gunakan, seperti dua tentara yang menunggang seekor keledai. Untuk menunjukkan bahwa mereka miskin, sampai-sampai satu keledai harus dinaiki dua orang tentara Knight of Templar. Bahkan tercatat, mereka dipaksa untuk makan tiga kali saja dalam semingu. Sedangkan nama Kuil Sulaiman mereka pakai karena mereka menjadikan markas mereka yang dipercayai sebagai situs runtuhnya Kuil Sulaiman atau Solomon Temple. Tapi sesungguhnya, pemilihan markas di bukit ini bukan sebuah kebetulan yang bersifat geografis semata, karena para pendiri ordo Knight of Templar sesunguhnya punya cirta-cita sendiri untuk mengembalikan kejayaan dan berdirinya Kuil Sulaiman sebagai tempat suci kaum Yahudi atau tempatnya kaum Mason. Sepanjang bisa terlacak, pendiri ordo ini adalah dua kesatria Prancis, yaitu Hugh de Pavens dan God frey de St Omer. Spekulasi dari kalangan sejarawan mengatakan, bahwa ada darah-darah Yahudi yang mengalir dalam tubuh dan cita-cita para pendiri Ordo Knigh of Templar. Para perwira tinggi Kristen tersebut, sesungguhnya proses convertion yang mereka lakukan hanyalah cara untuk menyelamatkan diri, dan sesungguhnya mereka masih berpegang teguh pada doktrin-doktrin Yahudi, terutama Kabbalah.

Meski mereka menamakan diri sebagai tentara miskin, sesunguhnya mereka tidak miskin sama sekali. Atau setidaknya, masa miskin itu hanya mereka rasakan di awal-awal berdirinya Knight of Templars. Dalam waktu yang singkat mereka mampu menjadi sangat kaya raya dengan jalan melakukan kontrol penuh terhadap peziarah Eropa yang datang ke Palestiana. Salah satunya adalah dengan cara merekrut anak-anak muda putra para bangsawan Eropa yang tentu saja akan melengkapi anak mereka dengan perbekalan dana yang seolah tak pernah kering jumlahnya. Mereka juga disebut sebagai perintis sistem perbankan pertama pada abad pertengahan.

Saat itu banyak orang-orang Eropa yang ingin pindah atau setidaknya berziarah ke Palestina. Dan tentu saja perjalanan yang jauh dari Eropa memerlukan bekal yang tidak sedikit. Ada yang membawa seluruh harta mereka dalam perjalanan, tapi karena tentara Salib disepanjang perjalanan hidup dalam kondisi ayng sangat mengenaskan dan mereka sangat tergiur oleh harta kekayaan, tidak jarang terjadi perampokan bahkan saling bunuh antar orang Kristen disepanjang perjalanan menuju Palestian. Lalu ditemukan cara, para peziarah tidak perlu membawa harta mereka dalam perjalanan. Mereka hanya perlu menitipkannya pada sebuah perwakilan Templar di Eropa, mencatat dan menghitung nilainya dan mereka berangkat ke Palestina berbekal catatan nilai harta yang nantinya akan ditukarkan dengan nilai uang yang sama di Palestina. Gerakan ini banyak didominasi oleh Ordo Knight of Templar yang membuat mereka sangat kaya raya karena mendapat keuntungan dari sistem bunga yang mereka kembangkan. Dan inilah embrio atau cikal bakal perbankan yang kita keanl sekarang.

Markas Knight of Templar di Prancis menjadi rumah penghimpunan harta terbesar di Eropa. Lambat laun mereka menjadi bankir bagi para Paus dan Raja. Bagaimana tidak cepat kaya, setiap tahunyya King Henry II of England mendonasikan uang untuk menanggung biaya hidup 15.000 tentara Knight of Templar dan juga Knight Hospitaler selama mereka berperang dalam Perang Salib di tahun 1170. Untuk menggambarkan betapa besarnya institusi perbankan yang dijalankan Templar, pada saat itu organisasi ini memiliki 7.000 pegawai lebih hanya untuk mengurusi masalah keuangan. Mereka juga memiliki tak kurang dari 870 istana, kastil, dan rumah-rumah para bangsawan yang terbentang dari London hingga Yerusalem.

Karena ordo ini sangat berkuasa, lambat laun mereka mulai menampakkan ciri aslinya, yakni sebagai penganut Mason. Mereka mengembangkan doktrin dan ajaran mistik, juga kekuatan sihir di biara-biara mereka. Mereka memuja setan dan mendatangkan roh-roh untuk berkomunikasi. Apa yang mereka praktikkan ini disebut sebagai Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi kuno yang telah berkembang bahkan sejak zaman sebelum Fir’aun.

Mengetahui hal ini, Raja Prancis Philip le Bel, pada tahun 1307 mengeluarkan seruan untuk menangkap dan membubarkan ordo Knight of Templar karena dituduh telah melakukan bid’ah. Dalam perkembangannya, Paus Clement V turut bergabung untuk memerangi kaum Mason ini dengan mengeluarkan kembali vonis inquisisi. Terjadi banyak penangkapan dan interogasi, dan beberapa pimpinan Ordo Knight of Templar yang bergelar Grand Master (penyebutan ini masih dipakai sebagai tingkat tertinggi dalam gerakan Freemasonry sampai sekarang, pen) ikut menjadi korban. Dari beberapa penangkapan dan interograsi didapatkan keterangan bahwa anggota-anggota Templar telah melakukan kejahatan seksual terhadap beberapa perempuan bangsawan, melakukan sodomi, menyembah kucing, memakan daging teman-teman mereka sendiri yang sudah mati. Bahkan salah seorang saksi mata mengatakan, para Templar memperkosa perawan-perawan hingga hamil dan bayinya dibunuh dengan cara yang sadis untuk kemudian di bakar dan diambil minyaknya, dijadikan minyak suci untuk persembahan para pemimpin mereka.

Pada tahun 1307, Raja Philip IV memerintahkan penangkapan Jacques de Molay. Dan setelah melalui penyiksaan demi penyiksaan, de Molay mengakui segala ritual bid’ah yang dilakukan oleh Ordo Templar. Pada tahun 1312, Ordo Knight of Templar dilarang dan dibubarkan. Dan atas perintah Gereja dan Raja , dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1314, para pimpinan Templar dihukum mati, termasuk Jacques de Molay, salah satu Grand Master terpenting Ordo Templar. Jacques de Molay sendiri divonis sebagai heretic (bid’ah) atau kafir dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup di depan raja Philip IV. Dan sebelum menghembuskan napasnya, de Molay mengeluarkan kata-kata bahwa Raja Philip dan Paus Clement harus mengikutinya, mati, dalam waktu satu tahun. Dan sejarah mencatat, Raja Philip IV meninggal tujuh bulan kemudian, disusul Paus Clement sebulan setelah Raja Philip mangkat.

Setelah itu terjadi pemusnahan besar-besaran, sekali lagi atas kaum Yahudi, dan kali ini bermula dengan kasus Knight of Templar atau kaum Mason. Pemusnahan ini tak hanya terjadi di Palestina, tapi juga terjadi di Eropa. Mereka diburu untuk ditangkap dan dibunuh. Sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri dan mendapat perlindungan dari Raja Skotlandia, Robert The Bruce yang dilantik dan menduduki singgasana Raja pada tahun 1306. Dan di tanah baru ini pula mereka menyusun kekuatan kembali. Dan Skotlandia menjadi salah satu yang menentukan dalam perkembangan gerakan Freemason.

Versi yang lebih tua dari sejarah Freemason adalah kisah yang menyebutkan pembentukan Freemasonry pada zaman Raja Israel, Herodes Agripa I yang meninggal pada tahun 44 Masehi. Freemason pada zaman ini dibentuk untuk membendung ajaran agama yang disampaikan oleh Nabi Isa as. Konon waktu itu namanya The Secret Power atau kekutan yang Tersembunyi.

Tujuan utamanya adalah memusuhi pengikut Nabi Isa, menculik mereka, membunuh, melarang penyebaran agama baru tersebut, termasuk membunuhi baya-bayi Kristen. Tapi, berkenaan dengan segala kesadisan yang dilakukan Herodes ini, para sejarawan dunia, meyakini bahwa hal tersebut hanyalah mitos belaka dalam tradisi agama Kristen. Herodes Agripa I menjalankan segala misi The Secret Power ini dibantu dua pengikut setianya, Heram Abioud sebagai Wakil Presiden gerakan dan Moab Leumi sebagai pemegang rahasia utama gerakan ini. Tapi beberapa anggota Freemason juaga mempercayai dan menarik sejauh mungkin sejarah mereka ke masa lalu, bahkan hingga ke zaman Fir’aun. Itu pula yang menjadi salah satu penjelasan mengapa mereka kerap kali menggunakan simbol-simbol Mesir Kuno dalam tradisi dan aktivitas ritual mereka, seperti penggunaan Dewa Horus, Piramida, Matahari dan berbagai simbol Mesir lainnya. Penggunaan ini bermula dari penggalian Kuil Sulaiman oleh para Templa dan penemuan doktrin dan ajaran Kabbalah yang terus-menerus mereka eksplorasi dan diajarkan dari mulut ke mulut. Penggalian ini begitu serius mereka lakukan sehingga kelak akan mempengaruhi cara pandang kaum Templar dan juga rencana mereka pada kehidupan dunia.

Bahkan yang cukup mengejutkan adalah, dalam manuskrip-manuskrip kuno Mason dikatakan, orang pertama Mason adalah Adam! Kejadian itu berawal ketika Adam dan Hawa memakan daun dari pohon terlarang di taman surga. Daun yang disebut sebagia daun pengetahuan, dan karena itu pula Tuhan mereka melarang mereka memakannya. Dr.Albert Mackei, seorang anggota Mason dengan tingkatan 33 derajat dalam Encyclopedia of Freemasonry manuliskan, daun pengetahuan itu kelak diturunkan pada dua anak Adam dan Hawa, Seth dan Nimrod dengan kisah The Tower of Babel. Kedua anak ini pula menyusun bahasa untuk ilmu pengetahuan yang akan diturunkan kepada manusia-manusia berikutnya. Tapi, dalam perkamen-perkamen tua itu disebutkan bahwa, Tuhan dengan sengaja mengacaukan bahasa manusia yang mengakibatkan rahasia ilmu pengetahuan, yang diturunkan Adam dengan memakan daun dari pohon terlarang, hilang dan tak diketahui manusia-manusia setelah Seth dan Nimrod. Dan itu pula yang menjadi alasan kedua kaum ini memerangi Tuhan.

Bahkan menurut Talmud, setan-setan adalah keturunan dari Adam dan Hawa. Setelah Adam diusir dari surga, ia enggan mencampuri istrinya, Hawa. Dan pada saat itulah, dua setan perempuan mendatanggi Adam yang langsung digauli keduanya oleh Adam. Dalam Talmud disebutkan, Adam menggauli setan perempuan bernama Lelet selama lebih dari 130 tahun lamanya dan melahirkan banyak anak-anak setan begitu pula dengan Hawa selama ditinggal oleh Adam, Hawa juga digauli oleh setan laki-laki dan melahirkan banyak anak setan.


(dikutip dari berbagai sumber)


Tabut perjanjian (The Ark of the Covenant)

Taukah anda, Replika benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama adalah Sebuah Tabut Perjanjian. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.


Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi'raj. Jauh Sebelum itu, Yesus/Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.


Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari agama Yahudi. Bagaimana tabut itu sampai disini dan bagaimana bisa lenyap dari sini? itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja?


Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Ia butuh campur tangan Ilahi dalam skala yang luar biasa dan ia akan mendapatkannya. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai "tumpuan kaki tuhan" harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.


Tabut itu berfungsi sebagai sambungan langsung bagi Musa pada Tuhan. Akan muncul awan cerah diatas tutup emas di antara kerubim itu saat Tuhan ingin menyampaikan sesuatu pada hamba-Nya. Tuhan memerintahkan hanya pendeta dari suku Lewi yang bisa membawanya. Berat tabut itu mungkin beberapa ratus pon, tapi menurut legenda ia bisa terangkat sendiri walaupun tidak ada seorangpun yang mengangkatnya.

Tidak ada seorangpun, bahkan pendeta Lewi yang boleh menatapnya. Jadi, mereka selalu menutupinya dengan kain biru dan kulit binatang. Sejak awal, tabut itu sudah menampakkan sisi berbahaya. Beberapa hari kemudian, dua keponakan Musa mencoba memberikan persembahan kepada Tabut itu dan keduanya langsung mati terbakar. Menurut legenda, kerubim itu memercik tanpa henti, menghanguskan orang dan benda yang menyentuhnya. Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan.

Satu orang malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.
Kemenangan militer pertama dan paling terkenal dari tabut itu yaitu runtuhnya tembok kota Yerikho/Jericho. Pendeta Lewi yang bertugas membawa Tabut, mengangkutnya mengitari kota bertembok itu sekali sehari selama 6 hari. Di hari ke-7, mereka berkeliling 7 kali dan menyuruh meniup sengkala. Seketika itu juga tembok kota itu pun runtuh.

300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu.
Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi "titik tertinggi" di dalam kota tersebut.

Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang. Hanya kayu cedar dan batu terbaik yang dipakai untuk membuatnya, dan titik tertingginya menjulang hingga 20 lantai. Salomo berhutang besar untuk membangunnya, karenanya ia harus memberikan 20 desa terdepan untuk kerajaan tetangga. Setelah memeriksa masih berisi dua buah batu sepuluh perintah Allah yang tersimpan didalam Tabut, Salomo lalu menempatkannya di tengah-tengah Bait Suci Mahakudus. Hanya pendeta tinggi saja yang bisa mendekati dan memasuki ruang penyimpanan tersebut, itupun mereka harus masuk dengan menggunakan pakaian khusus sambil membakar dupa.

Lalu, bagaimana benda penting yang berisi kehadiran Allah bisa lenyap begitu saja? Sekarang, di manakah tabut itu berada? itulah teka-teki terbesarnya .
Banyak orang masih mencari tabut tersebut hingga saat ini, dan itu dimulai dari Bait Suci yang dibangun Salomo sebagai tempat untuk menyimpan Tabut. Tapi kini, tak ada satupun artifak atau batu yang menunjukkan di mana tepatnya tabut itu berdiri di Bukit Bait Suci Yerusalem. Tembok ratapan yang terkenal, mungkin sekarang merupakan situs suci Yahudi yang berharga. Tembok ini adalah merupakan sisa-sisa Bait Suci kedua yang dibangun berabad-abad setelah tabut itu lenyap. Sebagian penyembah di sini menunggu saatnya penghuni Bukit Bait Suci Dome of the Rock milik Islam hancur. Dan Bait Suci Yahudi ke-3 akan didirikan di tempat tersebut. Inilah salah satu faktor yang menimbulkan perselisihan hebat tanpa henti antara Israel dan Palestina hingga sekarang.

Menurut Perjanijian Lama, Tabut itu ditempatkan disana sekitar 955 SM. Tapi, sekitar tahun 620 SM rujukan tentang artifak terpenting dalam agama Yahudi ini berhenti. Lenyap begitu saja dari sejarah. Hanya satu hal saja yang jelas, krisis sebesar bencara internal maupun eksternal yang bisa mengeluarkan Tabut itu dari Bait Suci. Krisis pertama yang sesuai dengan hal ini adalah serangan Fir'aun Mesir bernama Shishak, beberapa puluh tahun setelah Bait itu dibangun. Sekenario Shishak inilah yang mengilhami petualangan Indiana Jones di Mesir dalam film Indiana Jones : Raiders of the Lost Ark.

Sumber-sumber Mesir menegaskan bahwa Fir'aun bernama Sheshonq yang menyerang Israel sekitar tahun 1000 SM, dan membawa banyak harta ke Tanis. Tentu saja pahlawan kita, Indiana Jones menemukan tabut itu di sana sambil dikejar-kejar oleh tentara NAZI. Tapi sayang bagi para penggemar Stephen Spielberg, agaknya jelas Sheshonq tak pernah menguasai kota Yerusalem. Karena Ia hanya cukup puas dikirimi setumpuk harta dan upeti agar tidak menyerang Yerusalem. Apakah yang disebut sebagai harta dan upeti itu adalah tabut perjanjian? berapa besar kemungkinannya?

Jawabannya sederhana saja, yaitu tidak. Mustahil mereka sukarela menyerahkan benda tersucinya. Lebih jauh lagi, rujukan bahwa tabut itu masih berada di Bait Suci waktu Paskah Yahudi di masa pemerintahan Hosea sekitar tahun 620 SM. Tapi 30 tahun kemudian, tahun 587 SM, muncul krisis yang menurut banyak cendekiawan menjelaskan hilangnya tabut tersebut. Kota dan Bait Sucinya diduduki dan dijarah orang Babilonia dipimpin oleh raja terkenal Nebukadnezar. Nampaknya tabut itu dibawa oleh para tentara Babilonia. Tapi tunggu dulu, orang Babilonia adalah birokrat dan pencatat yang sangat ahli dan mereka mencatat terperinci segala hal yang diambil dari Bait Suci. Satu benda yang jelas tak tercatat yaitu Tabut Perjanjian, benda utama di Bait Suci. Orang Babilonia tak mencatatkannya diantara barang-barang jarahan karena benda itu sudah tidak ada disana. Jadi, dimanakah tabut itu?

Mungkin tak ada seorangpun yang mengetahui dimana saat ini benda itu berada. Namun, ada harapan kritis bagi semua yang percaya bahwa Tabut itu masih ada di dunia dan belum hancur. Mungkin ada seseorang yang cukup cerdik menyelundupakan tabut itu keluar dari Bait sebelum bahaya menjadi krisis.

(dikutip dari berbagai sumber)