Tampilkan postingan dengan label Risalah hatiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Risalah hatiku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

FILOSOFI SEMAR (Sebuah Kesimpulan)

Semar dan anak-anaknya selalu menjadi pelayan atau pembantu kesatria yang baik, umumnya Arjuna atau anak Arjuna, penengah Pandawa. Semar adalah sebuah filsafat, baik etik maupun politik. Di balik tokoh hamba para kesatria ini, terdapat pola pikir yang mendasarinya.

Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut Badranaya

  • Bebadra = Membangun sarana dari dasar
  • Naya = Nayaka = Utusan mangrasul
  • Artinya: Mengemban sifat membangun dan melaksanakan perintah Allah demi kesejahteraan manusia

Menurut Javanologi: Semar = Haseming samar-samar (Fenomena harafiah makna kehidupan Sang Penuntun).

  • Semar tidak lelaki dan bukan perempuan.
  • Tangan kanannya ke atas dan tangan kirinya ke belakang. Maknanya: “Sebagai pribadi tokoh semar hendak mengatakan simbol Sang Maha Tunggal”. Sedang tangan kirinya bermakna “berserah total dan mutlak serta sekaligus simbol keilmuan yang netral namun simpatik”.
  • Domisili semar adalah sebagai lurah karangdempel – (karang = gersang; dempel = keteguhan jiwa).
  • Rambut semar “kuncung” (jarwadasa/pribahasa jawa kuno) maknanya hendak mengatakan: “akuning sang kuncung” = sebagai kepribadian pelayan.
  • Semar sebagai pelayan mengejawantah melayani umat, tanpa pamrih, untuk melaksanakan ibadah amaliah sesuai dengan sabda Ilahi.
  • Semar berjalan menghadap ke atas maknanya: “dalam perjalanan anak manusia perwujudannya ia memberikan teladan agar selalu memandang keatas (sang Khaliq) yang maha pengasih serta penyayang umat”.

Kain Semar Parangkusumorojo: perwujudan Dewonggowantah (untuk menuntun manusia) agar memayuhayuning bawono: menegakkan keadilan dan kebenaran di bumi.

Ciri sosok semar adalah:

  • Semar berkuncung seperti kanak kanak,namun juga berwajah sangat tua
  • Semar tertawannya selalu diakhiri nada tangisan
  • Semar berwajah mata menangis namun mulutnya tertawa
  • Semar berprofil berdiri sekaligus jongkok
  • Semar tak pernah menyuruh namun memberikan konsekwensi atas nasehatnya.

Kebudayaan Jawa telah melahirkan religi dalam wujud kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa, yaitu adanya wujud tokoh wayang Semar, jauh sebelum masuknya kebudayaan Hindu, Budha dan Islam di tanah Jawa.

Di kalangan spiritual Jawa, Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan simbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan ekspresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual. Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas, dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa.

Gambar tokoh Semar nampaknya merupakan simbol pengertian atau konsepsi dari aspek sifat Ilahi, yang kalau dibaca bunyinya katanya berbunyi: Semar (pralambang ngelmu gaib) – kasampurnaning pati.

Gambar kaligrafi jawa tersebut bermakna:

Bojo sira arsa mardi kamardikan, ajwa samar sumingkiring dur-kamurkan. Mardika artinya “merdekanya jiwa dan sukma”, maksudnya dalam keadaan tidak dijajah oleh hawa nafsu dan keduniawian, agar dalam menuju kematian sempurna tak ternodai oleh dosa. Manusia jawa yang sejati dalam membersihkan jiwa (ora kebanda ing kadonyan, ora samar marang bisane sirna durka murkamu) artinya : “dalam menguji budi pekerti secara sungguh-sungguh akan dapat mengendalikan dan mengarahkan hawa nafsu menjadi suatu kekuatan menuju kesempurnaan hidup”.

Bocah Bajang nggiring angin

anawu banyu segara

ngon-ingone kebo dhungkul

sa sisih sapi gumarang

Teks empat baris yang menggambarkan Bocah Bajang (anak yang tidak bisa besar atau cacat) tersebut merupakan salah satu Jineman atau lagu yang selalu dikumandangkan pada pegelaran Wayang Purwa, khusus untuk mengiringi munculnya tokoh Semar pada waktu goro-goro. Hal tersebut tidak secara kebetulan, tetapi merupakan sebuah ekspresi kreatif untuk menyampaikan sesuatu makna yang dianggap penting, melalui lagu Bocah Bajang dan wayang Semar.

Semar merupakan gambaran Kesempurnaan yang tinggal dan hidup dalam manusia yang lemah dan cacat.

Tokoh Semar mempunyai sifat pribadi yang mendua. Ia adalah dewa bernama Batara Ismaya, yang manitis (tinggal dan hidup) pada seorang manusia cebol, berkulit hitam, bernama Ki Semarasanta. Bentuk wayangnya pun dibuat mendua: bagian kepala adalah laki-laki, tetapi payudara dan pantatnya adalah perempuan. Rambutnya dipotong kuncung seperti anak-anak, tetapi sudah memutih seperti orang tua. Bibirnya tersenyum menggambarkan kegembiraan dan kebahagiaan, tetapi matanya selalu basah seperti sedang menangis sedih. Oleh karena serba misteri, tokoh Semar dapat dianggap dewa, dapat pula dianggap manusia. Ya laki-laki, ya perempuan, ya orang tua dan sekaligus kanak-kanak, sedang bersedih tetapi dalam waktu yang sama juga sedang bergembira. Maka tokoh ini diberi nama Semar asal kata samar, yang berarti tidak jelas.

Batara Semar atau Batara Ismaya, yang hidup di alam Sunyaruri, sering turun ke dunia dan manitis di dalam diri Janggan Semarasanta, seorang abdi dari Pertapaan Saptaarga. Mengingat bahwa bersatunya antara Batara Ismaya dan Janggan Semarasanta yang kemudian populer dengan nama Semar merupakan penyelenggaraan Illahi, maka munculnya tokoh Semar diterjemahkan sebagai kehadiran Sang Illahi dlam kehidupan nyata dengan cara yang tersamar, penuh misteri.

Dari bentuknya saja, tokoh ini tidak mudah diterka. Wajahnya adalah wajah laki-laki. Namun badannya serba bulat, payudara montok, seperti layaknya wanita. Rambut putih dan kerut wajahnya menunjukan bahwa ia telah berusia lanjut, namun rambutnya dipotong kuncung seperti anak-anak. Bibirnya berkulum senyum, namun mata selalu mengeluarkan air mata (ndrejes). Ia menggunakan kain sarung bermotif kawung, memakai sabuk tampar, seperti layaknya pakaian yang digunakan oleh kebanyakan abdi. Namun bukankah ia adalah Batara Ismaya atau Batara Semar, seorang Dewa anak Sang Hyang Wisesa, pencipta alam semesta.

Dengan penggambaran bentuk yang demikian, dimaksudkan bahwa Semar selain sosok yang sarat misteri, ia juga merupakan simbol kesempurnaan hidup. Di dalam Semar tersimpan karakter wanita, karakter laki-laki, karakter anak-anak, karakter orang dewasa atau orang tua, ekspresi gembira dan ekspresi sedih bercampur menjadi satu. Kesempurnaan tokoh Semar semakin lengkap, ditambah dengan jimat Mustika Manik Astagina pemberian Sang Hyang Wasesa, yang disimpan di kuncungnya. Jimat tersebut mempunyai delapan daya, yaitu: terhindar dari lapar, ngantuk, asmara, sedih, capek, sakit, panas dan dingin. Delapan macam kasiat Mustika Manik Astagina tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan bahwa, walaupun Semar hidup di alam kodrat, ia berada di atas kodrat. Ia adalah simbol misteri kehidupan, dan sekaligus kehidupan itu sendiri.

Jika dipahami bahwa hidup merupakan anugerah dari Sang Maha Hidup, maka Semar merupakan anugerah Sang Maha Hidup yang hidup dalam kehidupan nyata. Tokoh yang diikuti Semar adalah gambaran riil, bahwa sang tokoh tersebut senantiasa menjaga, mencintai dan menghidupi hidup itu sendiri, hidup yang berasal dari Sang Maha Hidup. Jika hidup itu dijaga, dipelihara dan dicintai maka hipup tersebut akan berkembang mencapai puncak dan menyatu kepada Sang Sumber Hidup, manunggaling kawula lan Gusti. Pada upaya bersatunya antara kawula dan Gusti inilah, Semar menjadi penting. Karena berdasarkan makna yang disimbolkan dan terkandung dalam tokoh Semar, maka hanya melalui Semar, bersama Semar dan di dalam Semar, orang akan mampu mengembangkan hidupnya hingga mencapai kesempurnaan dan menyatu dengan Tuhannya.


(di copas dari http://daydreamer13.wordpress.com/2010/01/20/filosofi-semar-kesimpulan)

Jumat, 09 Maret 2012

A NEW BEGINNING CREATES A NEW ENDING

I can change any area of my life. I am not a finished product. I am a work in progress.
I am not a prisoner of my past, and the past is not a predictor of my future. I will not carry the burden of past failures and limitations with me into the future.

I can change any area of my life, because I can change the way I think. Change may occur slowly and imperceptibly at first, nevertheless, I know it’s happening. Whenever I change the way I think, change is bound to happen. I am not trapped or helpless.

Every new beginning creates a new ending. When I make a small change, I move in a new direction, and the outcome of my life changes as well. Each new beginning sows the seeds of a new life. I have an infinite number of lives that I can live, and nothing is unchangeable. Each time that I make a new start, I make a new life with a new ending.

I don’t accept the lie that change is impossible. I can be what I want to be and do what I want to do. I will achieve excellence in my life.

My Dreams Come True

No matter what my age, I can still make my dreams come true. It doesn’t matter if I am nine or ninety-nine, the dream factory is always open and ready for business. I can pick out a shiny new dream and start working on it.

No matter how many opportunities I missed in the past, I can still make my dreams come true. As soon as I say yes to life, the door of opportunity still swings open.

No matter how many times I failed in the past, I can still make my dreams come true. Past failures are not my prison. Instead, they are the launching pad for my future. Each failure eliminates a strategy that didn’t work. I focus on my dreams and forget my failures. My future can be anything I want as long as I am willing to do whatever it takes. No matter what happened in the past, I can still make my dreams come true.

Dreams

Dreams are the eraser dust I blow off my page.

They fade into the emptiness, another dark gray day.

Dreams are only memories of the plans I had back then.

Dreams are eraser dust and now I use a pen

Selasa, 07 Februari 2012

Dream, Trying, Praying, and Reach your Succes

"Ketika aku remaja, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negeriku saja.

Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negeriku, aku mulai berusaha mengubah masyarakatku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah masyarakatku, maka aku mulai berusaha mengubah keluargaku. Kemudian akupun sadar aku semakin renta, aku juga tak bisa mengubah keluargaku.

Ketika waktuku sudah hampir habis, aku menyesal ternyata satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri. Bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku kemudian masyarakatku. Pada akhirnya aku akan mengubah negeriku dan setelah itu aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini".

Keinginan adalah hal besar. Semangat adalah motivasinya. Sedangkan tindakan adalah apinya. Jadi, jika Anda ingin merubah hal-hal besar, maka rubahlah sekarang dan Anda sedang membuat revolusi.

Let's start everything from ourself and make a harmony for the better Future.


("dikutip dari lembaran coretan pada buku yg berjudul 'membangun demokrasi dengan canda' yg dulu saya beli di salah satu kios buku di kota surabaya)

Selasa, 03 Januari 2012

Saat aku harus memilih

Di antara dua pilihan, aku harus memilih
Entah satu baik atau buruk
Aku tak bisa berdiri di antara keduanya
Dan aku menentukannya

Di antara dua pilihan, aku harus masuk
Entah satu mudah atau sulit
Aku tak bisa bergelut di antara keduanya
Dan aku meratapinya

Di antara dua pilihan,aku harus berjuang
Entah satu manis atau pahit
Aku tak berhenti meraih satunya
Dan aku tak ingin kalah

Portrait of a Friend

I can't give solutions to all of life's problems, doubts, or fears. But I can listen to you, and together we will search for answers.

I can't change your past with all it's heartache and pain, nor the future with its untold stories.
But I can be there now when you need me to care.

I can't keep your feet from stumbling.
I can only offer my hand that you may grasp it and not fall.

Your joys, triumphs, successes, and happiness are not mine;
Yet I can share in your laughter.

Your decisions in life are not mine to make, nor to judge
I can only support you, encourage you, and help you when you ask.

I can't prevent you from falling away from friendship, from your values, from me.
I can only pray for you, talk to you and wait for you.

I can't give you boundaries which I have determined for you,
But I can give you the room to change, room to grow, room to be yourself.

I can't keep your heart from breaking and hurting,
But I can cry with you and help you pick up the pieces
and put them back in place.

I can't tell you who you are.
I can only love you and be your friend.

My Friend

My Friend when I think of you.

I think of all that we've been through.

All the times we argue and fight,

I know deep inside that it isn't right.

I, then feel bad and alot of pain.

It feels like I've fallen from the sky like the rain.

I love you dear friend with all of my heart.

But now that you're gone I've fallen apart.

I'm getting better as the days go by.

I wish sometimes this was all a big lie.

I pray to you every night.

It's like you're my fire, a burning light.

My dear friend, I miss you alot.

I still wonder why you were put in that spot.

I know you're in a place much better than here.

Watching and helping me with all of my fear.

Our friendship my dear friend,

we will have to the end.

Friends til the end is what we will be.

Someday we'll be together,

together you and me.

Senin, 03 Oktober 2011

Membiasakan Prilaku Terpuji (Menghargai Karya Orang Lain)

Menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karena hasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin diharagai.

Hadits yang nabi Muhammad yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi)

Menghormati dan menghargai karya orang lain harus dilakukan tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karya merupakan pencerminan pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatau sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya

Islam sangat menganjurkan umatnya agar saling menghargai satu sama lain. Sikap menghargai terhadap orang lain tentu didasari oleh jiwa yang santun atau al hilmu yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luar dirinya. Kemampuan tersebut harus dilatih terlebih dahulu untuk mendidik jiwa manusia sehingga mampu bersikap penyantun. Seperti contoh, ketika bersama-sama menghadapi persoalan tertentu, seseorang harus berusaha saling memberi dan menerima saran, pendapat atau nasehat dari orang lain yang pada awalnya pasti akan terasa sulit. Sikap dan perilaku ini akan terwujud bila pribadi seseorang telah mapu menekan ego pribadinya melalui pembiasaan dan pengasahan rasa empati melaui pendidikan akhlak.

Kita tidak dapat mengingkari bahwa keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah dan santai tapi dengan perjuangan yang gigih, ulet, rajin dan tekun serta dengan resiko yang menyertainya. Oleh karena itu, kita patut memberikan penghargaan atas jerih payah tersebut. Isyarat mengenai keharusan seseorang bersungguh-sungguh dalam berkarya dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut.

Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7) lihat al-Qur’an online di Goole,

Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil karya orang lain adalah dengan tiak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai. Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat, kedudukan , derajat, martabat, status, warna kulit dan pekerjaan orang tersebut.

Perintah untuk berbuat baik kepada orang lain dapat diwujudkan dengan menghargai dan mensyukuri karyanya, baik dirasakan secara langsung atau tidak. Karena pada hakekatnya mensyukuri manusia dalam waktu yang sama adalah mensyukuri Allah Swt., sebab karya yang ada pada manusia adalah titipan Allah Swt. dengan kata lain, kebaikan yang ada pada manusia bersumber dari kebaikan Ilahi, berarti bila kita tidak bersyukur kepada manusia, sama artinya tidak bersyukur kepada Allah Swt. Rasul Saw. bersabda: “Man lam yasykurinnas lam yasy kurillah” (Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti tidak berterima kasih kepada Allah). Dan itu sedikit orang yang melakukan. Maha Benar Allah Swt. yang telah berfirman sedikit sekali hambaku yang bersyukur”. (QS. 34 : 13).

Hal demikian bisa terjadi karena beberapa faktor:
Pertama : Memandang bahwa kebaikan itu bersumber dari pelaku itu sendiri, sehingga dapat menimbulkan iri hati, dengki dan ingin menggusur nikmat yang ada pada orang lain atau paling tidak nikmat itu pindah kepadanya. Dan ini adalah tingkatan dengki yang terkecil, sedangkan tingkatan dengki yang paling besar adalah hilangnya jasa, kebaikan yang ada pada orang lain walaupun sama-sama tidak mendapat.
Kedua : Selalu melihat ke atas. Dalam urusan duniawi kita tidak dianjurkan untuk selalu melihat ke atas, tapi sebaliknya kita dianjurkan melihat ke belakang dan melihat ke bawah. Dalam konteks pemekaran Kabupaten Batu Bara para pemekar telah banyak berjasa dalam membantu masyarakat untuk keluar dari berbagai problematika kehidupan yang dihadapinya, khususnya masalah perekonomian rakyat. Sehingga berbondong-bondong para pengusaha memberikan bantuan dengan tujuan agar mereka dikenal rakyat, pada akhirnya rakyat akan memilih mereka.

Walaupun tanpa disadari bahwa rakyat telah digiring untuk selalu melihat ke atas dalam hal keduniaan. Kondisi tersebut harus diwaspadai, sebab akan membuat rakyat sellau bangga dengan materi yang telah didapat dari orang tua, tanpa melihat seberapa besar kontribusi orang yang membantunya dalam peningkatan amal ibadah. Jika pertolongan dengan materi itu dibiarkan merajalela, maka akan memasyarakatlah opini “Balas Budi”. Bukan “Balas Ikhlas”. Balas budi adalah suatu kondisi di mana pemberian keinginan itu harus dibalas dengan keinginan orang yang memberi. Sifat ini telah dijelaskan oleh Allah Swt. dalam Al Qur’an surat al-Baqarah ayat 264 : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadi dia bersih (tidak bertanah) mereka tidak menguasai sesuatu pun demi apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

Semoga Bermanfaat.

Selasa, 23 Agustus 2011

Harmoni Dan Musik

Musik bagi kebanyakan manusia diperadaban moderen ini tidak ubahnya seperti makan, minum dan bernafas. Bunyi-bunyi yang mengalir hadir di telinga kita, sudah dapat dipastikan memberikan reaksi positif atau negative. Yang positif dinamakan musik.

Mengapa Musik memberikan respon positif ?

Karena musik memiliki harmoni yang selaras dengan perasaan – perasaan manusia saat itu. Melodi musik melantunkan gerak-gerak nada yang indah. Naik dan turunnya begitu teratur. Kadang melodi meninggi, dan perasaan seseorang terbawa terbang ke atas. Dan kadang melodi jatuh ke bawah, merebahkan semua perasaan. Di penghujung lagu, memberi kesan yang melegakan. Kesimpulannya, bahwa musik memang berada satu harmoni dengan perjalanan emosi manusia. Jadi apa Anda ketika bernyanyi atau bermain musik adalah menyanyikan kehidupan.
Perlu kita sadari semua pergerakan alam sekitar kita berubah waktu ke waktu. Begitu pula musik, berubah karena alam yang turut membentuk dari pola-pola musik yang berkembang. Mengambil ungkpan filosof kuno, ”Musik merupakan bentuk-bentuk peniruan dari alam” (Aristoles). Memang pada kenyataannya musik selalu berkembang disana.

Musik Barat vs Timur.

Musik Barat akan berbeda dengan musik Timur. Latar belakang budaya sangat bertolak belakang. Di Barat, hampir semua kehidupan dilandasi ilmiah. Secara struktural, musik Barat lebih memiliki fondasi yang lebih mapan. Idiom-idiom musik tampak sudah terpola dengan rapi. Ini berkembang sejak jaman Yunani kuno sampai jaman Klasik, dan berkembang ke masa moderen.
Sebaliknya, kehidupan masyarakat Timur lebih percaya kepada kekuatan emosi dan mistis. Keilmiahan datang belakangan. Ini bisa ditunjukkan ketika kita melihat bagaimana musik-musik tradisi tumbuh dan berkembang. Ketika hadir segala piranti moderen, tetap saja perilaku para penggarap musik masih mengutamakan emosional.

Sedikit ingin berbagi cerita , saya memiliki murid yang superluar biasa tajam dalam memainkan musik. Murid tersebut memiliki spesialisasi instrumen piano. Jari jemari di atas tuts piano memang sangat luar biasa. Sentuhan ekspresinya juga boleh dikata matang. Karya Mozart, Chopin, Debussy yang mempunyai tingkat kerumitan tinggi dilalapnya habis. Pantas saja kalau ia berhasil meraih juara di Kompetisi Piano Nasional (2009) untuk tingkat remaja. Orang pasti berpikir, ia pasti berlatih dan memainkannya mengunakan repertoar (partitur) . Ternyata tidak... ia hanya menangkap musik piano itu dengan merekam dalam pikirannya. Lalu dicerna dan diterjemahkan melalui sepuluh jarinya. Sempurna..!!
Mungkin di Indonesia ini banyak orang atau musisi yang menggunakan cara memainkan musik seperti itu.

Ada seorang ibu yang bertanya pada saya, anak saya sudah saya les kan piano sejak TK. Tapi hingga sekarang koq rasanya tidak pernah ada kemajuan? Rasanya masih seperti itu-itu juga. Saya katakan, ’bu.. main musik itu tidak cukup dengan terpenuhinya sarana. Tapi perasaan si anak harus bisa menyatu dengan musik. Selama ibu paksakan les piano klasik dengan mainstream nya, bisa saja anak ibu bosan. Dan persaannya sama sekali jauh dari musik itu. Dst...’
Mungkin melalui gambaran ini ada sedikit terbuka, inilah karakter Indonesia. Jangan pernah kita menimbang-nimbang mana musik yang lebih unggul. Masing-masing baik Barat atau Timur memang memiliki harmoni di tempatnya berkembang

Semoga Bermanfaat

Selasa, 28 Juni 2011

My Name Is Khan,Derita dan Perjuangan Seorang Muslim versi Bollywood

My Name Is Khan adalah film India biasa, berkisah tentang percintaan manusia. Ini adalah love story. Tapi alur cerita serta setting yang melatari cerita –kota San Francisco, Amerika Serikat, setelah dua menara kembar WTC rubuh diserang teroris, 11 September 2001– menyebabkan film ini berbeda.

My Name Is Khan praktis menjadi media memberitahukan dunia apa yang sesungguhnya terjadi di Amerika Serikat setelah 11 September. Lebih dari itu, film ini mengungkap derita kaum muslim Amerika Serikat setelah serangan teror World Trade Center (WTC), New York, sesuatu yang selama ini tak banyak diketahui publik dunia, termasuk masyarakat Indonesia.

Mereka jadi korban fitnah, dituduh teroris oleh polisi atau FBI. Banyak yang ditangkap, diperiksa dengan siksaan, untuk kemudian dilepaskan karena tak ada bukti. Itu masih belum apa-apa. Tak terhitung jumlah muslim menjadi korban pengeroyokan atau penganiayaan dari orang-orang Amerika yang marah di jalan-jalan. Para wanita dilecehkan, dibuka paksa jilbabnya. Banyak rumah atau properti milik muslim dijarah atau dirusak. Semua itu rasis. Bagaimana tidak?

Ada segerombolan orang Arab dipimpin Usamah Bin Ladin, dituduh melakukan teror dengan menubrukkan pesawat terbang ke gedung World Trade Center. Akibatnya, dua menara kembar rubuh, dan sekitar 3000 orang di dalamnya tewas. Peristiwa ini amat mengerikan.

Tapi mengapa yang jadi korban pembalasan adalah umat Islam Amerika Serikat — berjumlah sekitar 7 juta di antara 300 juta penduduk– yang tak tahu menahu peristiwa teror itu? Jelas ini terjadi akibat sikap rasisme yang masih bersemayam di lubuk hati banyak orang Amerika Serikat. Sikap inilah dulu yang menyebabkan terjadi pemusnahan (ethnic cleansing) terhadap orang Indian di Benua Amerika, atau perbudakan selama ratusan tahun terhadap orang kulit hitam dari Afrika.

Perlakuan rasis kepada muslim setelah 11 September memang memalukan. Soalnya, Amerika Serikat selama ini selalu ditonjolkan sebagai negara kampiun demokrasi, pendukung persamaan hak, dan pelindung hak asasi manusia. Padahal melalui My Name Is Khan telah dipertontonkan betapa jelek Amerika Serikat setelah Peristiwa 11 September. Polisinya jelek, wartawannya jelek, tetangganya jelek, bahkan remajanya pun jelek. Semua tak bersahabat. Semua penuh kebencian dan rasis.

Tetap Terasa India

Di atas sudah disebutkan, My Name Is Khan adalah kisah love story yang romantik. Sebagaimana kebanyakan film Bollywood, ia kemudian menjadi melankolis, dengan adegan-adegan yang menguras air mata, untuk akhirnya diselesaikan dengan happy ending.

Film ini bercerita tentang seorang pemuda muslim asal Mumbai, India, bernama Rizwan Khan, diperankan Shah Rukh Khan (aktor paling top dunia saat ini), pergi merantau ke San Francisco. Kedatangannya ke Amerika Serikat atas sponsor adik kandungnya, Zakir, yang sudah lebih dulu menetap di sana, dan sukses.

Rizwan menderita Asperger’s syndrome, sejenis penyakit autis yang lebih ringan. Hal itu membuatnya tampak beda dengan manusia lain. Ia genius, mampu menghitung angka-angka yang rumit, bisa memperbaiki nyaris semua jenis mesin, tapi kesulitan berinteraksi dengan tempat atau orang baru. Ia amat takut warna kuning.

Atas bantuan Zakir, Rizwan bekerja menjadi pramuniaga produk herbal untuk kecantikan. Semua berjalan lancar. Rizwan, Zakir dan istrinya, Haseena, seorang psikolog yang memakai jilbab, tampak hidup rukun. Mereka taat beribadah.

Dalam pekerjaannya, Rizwan berkenalan dengan seorang perawat kecantikan, Mandira, diperankan artis nomor 1 India, Kajol Devgan. Janda yang ditinggalkan suaminya ini memiliki satu anak, Sameer alias Sam.

Rizwan dan Mandira saling jatuh hati lalu menikah dan menetap di luar San Francisco. Di tempat itu mereka mengusahakan salon kecantikan kecil. Mandira maupun Sameer menambahkan Khan di belakang nama mereka. Keluarga ini akrab dengan tetangganya, Mark, seorang wartawan, tinggal bersama istrinya Sarah dan anaknya Reese.

Semua berbunga-bunga. Hanya saja beda dengan film India biasanya, tak ada adegan tari dan nyanyi di dalam My Name Is Khan. Sebagai ganti, sejumlah lagu dijadikan ilustrasi untuk menghiasi adegan tertentu. Dengan demikian film ini tetap terasa India.

Kemudian terjadilah peristiwa 11 September celaka itu. Mark, tetangga mereka yang wartawan, ditugaskan meliput perang di Afghanistan. Ia terbunuh di sana. Sejak itu, sang anak, Reese, teman akrab Sameer, berubah menjadi musuh. Karena namanya, Sameer rupanya dianggap orang Afghanistan.

Haseena dikeroyok sejumlah lelaki hanya karena memakai jilbab. Trauma pada kejadian itu ia sempat melepas jilbab untuk sekian lama. Penduduk muslim lainnya mengalami nasib serupa: toko dirusak, rumah ditimpuk, atau orangnya dikeroyok. Malah tak sedikit orang India penganut Sikh – yang memakai serban di kepala – jadi korban karena disangka orang Afghanistan dan Muslim. Jadi sekali lagi, semua ini menggambarkan betapa sikap rasis masih berkembang subur di dalam masyarakat Amerika Serikat.

Nasib paling parah diterima Sameer. Diawali pertengkaran dengan Reese, ia dikeroyok sejumlah remaja bule hanya karena kulitnya hitam. Sebenarnya Reese mencoba menyelamatkan Sameer, tapi tak berhasil. Dalam keadaan sekarat Sameer sempat dibawa ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

Rizwan sedih sekali atas nasib putra tirinya. Tapi yang terguncang adalah sang ibu, Mandira. Ia anggap ‘’bencana’’ yang menimpa mereka karena nama Khan. Maka Rizwan sebagai biang bencana diusirnya. Ia perintahkan Rizwan mengatakan kepada orang Amerika, termasuk Presiden Amerika Serikat: bahwa namanya Khan, tapi ia bukan teroris (My name is Khan, and I am not a terrorist).

Rizwan pun ikhlas melakukannya. Ia mengembara seorang diri. Dalam pengembaraan, ia berhasil menghadiri sebuah acara terbuka yang dihadiri Presiden George W. Bush. Dengan susah-payah ia coba mendekati Presiden sembari terus berteriak: My name is Khan, I am not a terrorist. Belum sempat teriakan itu didengar Bush, para pengawal meringkusnya. Ia dicurigai sebagai teroris.

Apa yang ia alami kemudian sungguh menyakitkan: ia dimasukkan ke ruangan bersuhu panas, lalu dipindah ke ruangan yang amat dingin. Berbagai siksaan lain harus ia terima. Agaknya film ini mengadopsi cara-cara badan intelijen Amerika, CIA, memperlakukan tahanan di berbagai penjara rahasia yang bisa dibaca di berbagai buku atau koran. Toh akhirnya Rizwan harus dibebaskan karena tak terbukti sebagai teroris. Itu juga berkat bantuan tiga wartawan India.

Nama Rizwan kemudian melambung menjadi pahlawan di televisi karena menyelamatkan penduduk sebuah desa di Georgia yang diterjang banjir. Kebetulan penduduk desa itu orang kulit hitam dan sama sekali tak beroleh bantuan atau pertolongan dari mana pun, termasuk dari pemerintah. Setelah berita ramai di televisi, bantuan datang dari orang-orang muslim yang dikoordinasikan Haseena dan suaminya, Zakir.

Adegan ini tampaknya diilhami tragedi banjir bandang di New Orleans, Louisiana, akibat badai Katrina pada 2005. Peristiwa ini merupakan salah satu bencana alam terbesar di Amerika Serikat – dengan hampir 2000 korban jiwa. Mayoritas korban adalah masyarakat kulit hitam dan berhari-hari tak dapat bantuan dari pemerintah. Peristiwa ini menyebabkan Presiden Bush dikecam keras oleh terutama masyarakat kulit berwarna Amerika Serikat.

Pembunuhan Muslim Gujarat

Akhirnya happy ending itu tiba. Mandira terhibur setelah polisi menangkap para remaja yang membunuh anaknya, berkat kesaksian Reese yang terus tersiksa oleh rasa bersalah atas tragedi itu. Mandira pun mencari Rizwan ke Georgia. Mereka berdua menghadiri sebuah acara pertemuan Presiden Barack Obama yang baru terpilih menggantikan George Bush, dengan para pendukungnya.

Mereka berhasil bertemu dengan Presiden baru itu. “Namamu Khan dan kau bukan teroris (Your name is Khan and you are not a terrorist),’’ ujar Obama kepada Rizwan di hadapan ribuan hadirin. Dengan pengakuan Obama, maka selesailah tugas pengembaraan Rizwan seperti diperintahkan Mandira. Setidaknya dia telah membuktikan bahwa tak semua Muslim itu teroris. Kedua sejoli pun kembali bersama.

My Name Is Khan
dirilis pertama kali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 10 Februari lalu. Dua hari kemudian film ini beredar di Eropa, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan bagian dunia lainnya, termasuk di India atau Indonesia. Di berbagai tempat film ini dikabarkan memecahkan rekor penonton film India, seperti di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. My Name Is Khan hanya tambah memperkuat dominasi Bollywood – pusat perfilman India di Mumbai — atas perfilman dunia sekarang, setelah mengungguli Hollywood.

The New York Times
, 13 Februari lalu, dalam resensinya menyebutkan adalah menarik melihat Amerika melalui lensa Bollywood, sekali pun yang diceritakan cuma dongeng. Misalnya, yang paling mengesankan dari film itu tentang hubungan antara orang muslim (India) dengan orang kulit hitam Georgia. “Khan dengan mudah memancing air mata, sembari mengajarkan tentang Islam dan toleransi,” tulis koran utama Amerika Serikat itu.

Toleransi? Kata-kata itu kian sulit dipraktikkan sekarang. Di India sendiri, My Name Is Khan beredar di tengah ancaman kekerasan dari para pendukung Shiv Sena, partai Hindu radikal yang sangat anti-Islam. Shiv Sena berarti bala tentara Shivaji, Raja Hindu yang dulu berperang melawan kekuasaan Imperium Moghul yang Islam, yang menguasai India di abad ke-16 sampai tengah abad ke-19.

Sejumlah gedung bioskop tak berani memutar My Name Is Khan. Ketika film ini dirilis di Mumbai, 12 Februari lalu, ribuan polisi terpaksa dikerahkan mengawal gedung bioskop dari aksi Shiv Sena. Kelompok itu sempat menurunkan pamplet dan poster film dari berbagai gedung. Guna mengamankan pemutaran film sekitar dua ribu pendukung partai radikal itu terpaksa diamankan polisi.

Sebenarnya aksi Shiv Sena, menurut banyak pengamat, berfokus pada pemeran utama film itu, Shah Rukh Khan, aktor paling top India yang kebetulan beragama Islam. Akhir bulan lalu, Shah Rukh Khan yang memiliki klub kriket mempertanyakan daftar para pemain liga primer India yang tak mencantumkan satu pun pemain asal Pakistan. Padahal banyak pemain Pakistan masuk kelas pemain terbaik dunia.

Pernyataan Khan membuat marah pemimpin utama Shiv Sena, Uddhav Thackeray, mantan karikaturis yang sudah berusia 84 tahun. Di mata Thackeray, itu sebagai bukti bahwa artis yang sering digelari King Khan ini, sama sekali tak peduli pada serangan teroris dari Pakistan di Mumbai pada 2008. Thackeray menuntut Khan harus minta maaf secara terbuka. Khan menolak karena merasa tak bersalah.

Ketika Shiv Sena beraksi di Mumbai, Khan yang oleh Majalah Newsweek dipilih sebagai salah satu dari 20 tokoh paling berpengaruh dunia, sedang berkeliling di luar negeri mempromosikan filmnya. Melalui twitter, Khan menulis bahwa ia tak ingin filmnya mengganggu suasana kota kelahirannya. “Saya harap perdamaian menang dan kota dalam keadaan tenang,’’ tulisnya. Untuk diketahui penduduk muslim yang berjumlah 140-an juta di antara 1 milyar penduduk India, sering kali menjadi korban kekerasan kelompok mayoritas Hindu.

Di Mumbai, misalnya, di tahun 1993 meletus kerusuhan anti-Islam yang antara lain dikobarkan Partai Shiv Sena. Pada tahun 2002, merebak kerusuhan anti-Islam di Gujarat selama beberapa bulan, menyebabkan 2000-an muslim terbunuh.

Seperti dideskripsikan Profesor Martha Nussbaum, pakar hukum dan etik dari University of Chicago di dalam bukunya The Clash Within (Harvard University Press, 2008), pembunuhan kaum muslim di Gujarat oleh kelompok radikal Hindu amat kejam. Yang dibantai bukan hanya wanita dan anak-anak, tapi orok dalam kandungan. Wanita hamil dikeluarkan oroknya, lantas dilemparkan ke tengah kobaran api. Pemerkosaan terhadap wanita muslim banyak terjadi. Setelah diperkosa mereka juga dibuang ke api menyala.

Yang lebih parah, kerusuhan ini melibatkan institusi polisi, intelijen, atau birokrat Hindu, bahkan buku tadi menyebut nama Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat, Narendra Modi, dari partai Hindu, Bharatiya Janata (BJP). Banyak bukti ditemukan, seperti foto-foto atau rekaman video, yang menunjukkan keterlibatan Bajrang Dal, paramiliter kelompok sayap kanan Hindu, dalam pembantaian sadistis itu.

Setelah kerusuhan, banyak properti milik Muslim yang ditinggalkan, diambil alih orang-orang Hindu. Itulah yang terjadi di India, yang sering dibanggakan sebagai negeri demokratis. Dalam salah satu artikel yang ditulisnya, Profesor Nussbaum menyesalkan peristiwa pembantaian Gujarat kurang mendapat liputan pers internasional. Seakan-akan karena korbannya orang Islam, bisa dibiarkan begitu saja.

sumber :

#http://answering.wordpress.com/2010/03/13/my-name-is-khanfilm-bollywood-yang-mengisahkan-derita-muslim/

www.hidayatullah.com

Rabu, 22 Juni 2011

Cintailah dan Nikmatilah cinta


Cinta adalah Kekuatan yang mampu merubah redup menjadi terang…
Cinta adalah Kelemahan jika alunannya tak seirama…
Cinta adalah Ketenangan jika berbiaskan keimanan
Cinta adalah Kelembutan jika berpendarkan sinar kasih sayang…
Cinta adalah Pengorbanan jika teralirkan kesucian…
Cinta adalah Rintihan jika retakannya tak terpadukan…
Cinta adalah Tertawaan jika panahnya terbelokan…
Cinta Adalah Ruang dan waktu yang datang dan menghilang tanpa diduga
Cinta adalah Tangisan jika belahannya tertinggalkan…
Cinta adalah Irama jika melodinya terdendangkan…
Cinta adalah Dendam jika terpancarkan kepalsuan…
Cinta adalah Permainan jika terhiasi kebohongan…
Cinta adalah Anugrah yang tak hilang tertelan masa…tak akan pudar oleh waktu…dan tak akan dapat ditolak oleh siapapun…
Cinta adalah sebuah karunia dari yang maha kuasa

Nikmatilah dan cintailah CINTA…!!!


sebuah kata Maaf.........Cukupkah ..?

Cukupkah kita hanya berkata maaf, ketika akibat perbuatan kita menyebabkan orang lain menjadi susah dan menderita..? Apa itu makna dari sebuah kata maaf..? Apakah itu hanya sebuah ucapan yang mudah meluncur dari mulut setiap kita melakukan kesalahan? atau sebuah penyesalan yang mendalam atas kesalahan yang harus kita tunaikan dengan tulus dan ikhlas..?

Banyak orang yang menganggap maaf-maafan itu sebagai suatu formalitas, jadi sekalipun orang yang belum dikenalpun meminta maaf tanpa alasan yang jelas. Mengenai minta maaf sendiri, terkadang kita sulit memaafkan seseorang terutama yang kesalahannya amat besar.

Maaf berarti sebuah kata penyesalan yang diucapkan karena sebuah perbuatan yang barangkali dirasakan menyakiti seseorang. Maaf mungkin saja tak bisa merubah keadaan tapi setidaknya dengan berani mengatakan maaf bagi seseorang yang sudah melakukan kesalahan itu adalah tanda sebuah penyesalan.

Kata maaf tidak boleh diucapkan sembarangan… Menurutku kata maaf itu sakral karena maaf itu merupakan sebuah penyesalan yang benar-benar tulus dan ikhlas ketika mengucapkannya. Jadi tidak seharusnya kita bilang ”maaf” apabila kata maaf itu tidak muncul dari hati yang terdalam untuk sebuah penyesalan yang mendalam….

Sekarang banyak sekali orang yang mengucapkan kata maaf hanya untuk mencari perhatian atau sensasi… Kesalahan sama yang berulang membuat kata maaf tidak ada gunanya dan hanya sebagai pembelaan diri.

Seyogyanya kata maaf itu harus diikuti dengan penyesalan dan keikhlasan

semoga bermanfaat.


jika ada salah kata atau perilaku saya yg kurang berkenan..........mohon maafkalah

jika ada hutang saya yg belum lunas................................mohon ikhlaskanlah

jika anda mempunyai tanggungan atau hutang kepada saya...............mohon Lunasilah.


Bersyukurlah


Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di
pekarangan sendiri.

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.
Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Bersyukurlah !
Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan .
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan?

Bersyukurlah !
Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar .

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk masa-masa sulit .
Karena Di masa itulah kamu tumbuh …

Bersyukurlah !
Bersyukurlah untuk keterbatasanmu .
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang .

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru .
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu .

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat .
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga .

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih .
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan .

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal baik…
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut…
Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif …

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu …



Jumat, 03 Juni 2011

Jalan(Hidup) Itu Masih(sangat) Panjang

Roda kehidupan selalu berputar di dalam perjalanannya pada sebuah jalan yang sangat panjang. Gelap pun bisa selalu datang menghampiri. Roda itu bisa berputar tanpa dikendalikan dan gelap itu pun bisa datang tanpa tak terduga. Namun apakah perjalanan harus terhenti dan dihentikan oleh gelap itu?! Bukankah jalan masih panjang dan di balik gelap masih ada terang?.............


Seorang pria mendesah dalam dan panjang. Hidupnya terasa sangat sepi dan hampa. Perempuan yang sangat dicintainya pergi meninggalkan dirinya. Kehidupan ekonominya pun berantakan. Teman dan sahabat pun bukan teman dan sahabat yang sesungguhnya. Tidak ada lagi yang dimilikinya selain dirinya sendiri.


Hanya ada satu mimpi dan keinginan yang merupakan cita-cita yang ingin terus dilanjutkannya. Dia ingin memberikan sesuatu bagi bangsa dan negaranya, meskipun itu yang membuatnya harus berpisah dengan kekasih tercintanya. Dia dianggap terlalu mementingkan semua itu dan terlalu keras mewujudkan semuanya itu. Terlalu idealis dan terlaluperfectionist. Dianggap terlalu berlebihan padahal yang lain tidak terlalu peduli. Kenapa harus melawan arus bila harus membuat semuanya berantakan?! Kenapa tidak mengikuti arus agar semuanya menjadi lebih nyaman dan menyenangkan?!


”Dulu dia pernah berkata bahwa dia mencintai saya karena dia melihat saya sebagai seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Memiliki rasa kepedulian yang tinggi dan sangat berani untuk tetap bersikap teguh pada pendirian. Memiliki cita-cita yang mulia dan juga memberinya harapan besar. Namun semua itu ternyata justru semua itulah yang membuatnya juga pergi meninggalkan saya.

Apakah mungkin juga karena keadaan ekonomi saya sekarang ini yang membuatnya pergi?! Rasanya saya sekali bila memang demikian. Saya tidak ingin mempercayai semua itu.


Teman dan sahabat pun sepertinya bukan teman dan sahabat. Mereka hanya datang dan berkumpul saat semua kemewahan itu ada. Namun pada saat saya jatuh, siapa yang mau lagi datang?! Bahkan ditelpon pun mereka sepertinya enggan. Barangkali mereka takut saya akan berhutang atau menagih hutang, ya?! Tak sedikit juga yang terus saja sepertinya ingin membuat saya semakin hancur. Malah mereka yang kemudian saya ketahui menghancurkan saya, menipu saya yang sekarang ini sepertinya senang dengan kejatuhan saya ini. Mereka jadi bisa memiliki posisi yang selama ini mereka inginkan dan menggunakan kesempatan itu semaksimal mungkin dan dengan cara apapun juga. Yang penting mereka bisa meyakinkan semua bahwa sayalah yang salah, kacau, tidak baik dan tidak benar.


Ah, sudahlah. Saya sudah tidak mau memikirkannya lagi. Biarlah mereka semua merasa senang dengan semua ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa?! Toh, waktu yang akan membuktikan semuanya.”.........“Bagaimana dengan mimpi dan cita-citamu itu?!”..............“Iya juga, ya?! Terus terang saja saya sekarang ini gelap dan tidak tahu harus berkata apa?! Tidak tahu juga harus memulainya bagaimana?!


(Hmmm….bengong.com)


Memang sulit sekali bila harus menghadapi situasi seperti itu. Banyak sekali yang kemudian jadi larut dan tenggelam. Tidak lagi bisa bangkit dan berdiri. Berkutat pada masa yang kelam sehingga tidak pernah keluar dari kegelapan. Mimpi itu hanya tinggal angan dan semua cita-cita itu entah hilang ke mana.


Seseorang yang penuh dengan cinta pernah berkata lepada saya,” Peta jalan itu bukan untuk kamu robek atau mencoba mengubahnya tapi agar kamu tahu mana jalan yang sebenarnya dan mana jalan alternatif. Jika kamu ingin bergerak maju, bergeraklah.” Saya pun terdiam dan berpikir tentang ucapannya itu.


Jalan sangat panjang dan panjang sekali. Penuh liku dan juga kerikil tajam. Namun semua itu hanyalah sebuah pembelajaran dan juga tantangan. Belajar untuk mengintrospeksi diri dan juga menantang diri sejauh mana kita berani dan mau terus melangkah. Meneruskan semua janji dan ucapan yang sudah terurai. Bila memangsemua itu adalah sebuah tanggungjawab dan juga keyakinan, kenapa harus berhenti dalam melangkah dan maju ke depan menggapai segala mimpi?!


Semua yang diawali oleh niat baik dan tulus serta ikhlas pasti akan membuahkan hasil yang baik pula. Semakin banyak pula tantangan dan cobaan yang harus dihadapi. Angin akan semakin terus bertiup dengan kencang dan semakin kuat mencoba untuk merobohkan. Terkadang juga membuat kita bertanya, “Kenapa kalau yang berbuat tidak baik malah lebih mudah, ya?! Kok, sepertinya malah lancar-lancar saja?!” Pernah, kan, berpikir seperti itu?!


Apa yang sudah terjadi terjadilah. Ikhlaskan saja semua itu karena semua pasti ada hikmah dan manfaatnya. Rendahkanlah hati dan bercermin atas semua yang terjadi itu. Jangan terus menerus berada dalam gelap karena terang itu ada di balik sana. Semua yang diberikan adalah yang terbaik diberikan oleh-Nya. Lanjutkanlah perjalanan dan jangan menyerah. Yakinlah bahwa semua mimpi itu bukanlah hanya sekedar mimpi. Berjuang terus dan lakukan yang terbaik untuk mencapainya. Jadilah selalu diri sendiri dan jangan pernah takut untuk menjadi diri sendiri. Manusia bisa bicara, tertawa, dan melakukan apapun. Namun, Nilai Manusia tiada artinya karena hanya nilai dari Dialah yang paling berharga. Dia Maha Tahu dan Maha Pengasih juga Penyayang. Siapa lagi kalau bukan Dia?! Dia Adalah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Kuasa.


Semoga Bermanfaat............!!!


dikutip dari catatan

http://facebook.com/eric.sonata.rhoma

pink diary

and various other sources

Inspiration from the song Dewa 19 entitled "jalan kita masih panjang".

Senin, 07 Maret 2011

RISALAH HATI YANG TERLUKA

Cahaya itu tak lagi bersinar terangi relung hati
Meredup dalam kelemahan lalu terpadam dalam kekosongan
Senyum itu kian pergi bersama hari – hari yang terus mati
Menghilang bagai senja yang mengatup memeluk awan
Dan percikan air mata ini seakan memecah butir – butir embun pagi …..
Memebasahi celah – celah sanubari yang membelah kesedihan

Disini aku semakin terluka oleh dia yang memberiku CINTA
Disini aku harus kembali terdiam karena kepedihan yang kurasa
Disini aku terus mengenang keindahan yang sirna dan telah tiada

Hampa semakin merona mempesona
Berjalan berkeliling menggenggam duka cita
Luka terus menyebar melumpuhkan jiwa
Lalu mengendap menelusup bersama asa yang tak tersisa
Dan tutur kata bahasa Cinta tak lagi bermakna
Terbenam dalam lentera malam yang tak bersuara

Antara PEMIMPIN DAN BOS (Pimpinan)

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan dan jabatan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama dan rasa toleransi diantara sesama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan pada orang di sekelilingnya

Seorang BOS mengatakan "saya".
Seorang PEMIMPIN mengatakan "kita"

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, "PERGI / Laksanakan!"
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, "AYO PERGI / Ayo kita lakukan"


semoga kita semua bisa menjadi Bos dengan kepribadian Pemimpin dan terhindar dari Sifat Pemimpin yang berkepribadian Bos.
paling tidak, walaupun saat ini kita bukanlah seorang pimpinan akan tetapi memiliki kharisma dan wibawa seorang pemimpin, dan bukannya menjadi seorang pimpinan dengan kepribadian dan wibawa seorang bawahan. Amin

Hidup @dalah Misteri


Hidup adalah misteri
Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi di detik detik mendatang
Mungkin Kita bisa memprediksi
Tapi Kita tidak bisa menentukan

Hidup adalah misteri
sebuah Misteri itu tidak selalu menyeramkan
Misteri bukan hanya berkaitan dengan ketakutan
melainkan juga, berkaitan dengan semua perasaan

Sekarang,
Mungkin Kita Semua akan takut dengan apa yang terjadi besok
namun,
Bisa saja besok adalah hari yang paling menyenangkan dalam hidup Kita
Atau bisa saja besok memang hari yang sangat tidak Kita harapkan

Hidup adalah misteri
Kita memiliki masa lalu yang harus Kita jadikan pelajaran
Kita memiliki waktu sekarang untuk Kita jalani
Masa depan adalah suatu misteri
Hingga suatu saat, masa depan bisa menjadi masa lalu yang akan dikenang

Biarkan semua yang disebut “misteri” itu menjadi sebuah misteri
Hidup akan lebih bermakna jika KIta tidak tahu apa yang terjadi di masa depan