Rabu, 06 Oktober 2010

Masalah Jaringan Wireless

Sebelum kita membahas masalah jaringan wireless, terlebih dahulu kita juga harus mengerti bagaimana proses terjadinya koneksi wireless clients kepada jaringan wireless. Hal ini sangat membantu sekali dalam kita melakukan troubleshooting wireless problems. For the english version, please check common wireless router problems here.

Pada artikel sebelumnya tentang cara melakukan troubleshooting jaringan, artikel ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari artikel tersebut, akan tetapi disini akan focus pada masalah jaringan wireless. Seiring semakin banyaknya pemakai wireless network ini, wireless problems sudah menjadi sesuatu yang sering dihadapi dan dipertanyakan.

Berikut adalah proses atau langkah terjadinya suatu koneksi wireless yang perlu difahami yang akan sangat membantu kita dalam menyelesaikan masalah jaringan wireless.

  1. Proses scanning wireless access point (AP)
  2. Memilih wireless access points
  3. Proses authentikasi terhadap wireless AP yang dipilih
  4. Proses koneksi terhadap wireless AP yang dipilih
  5. Mendapatkan konfigurasi TCP/IP address

1. Scanning wireless AP

Computer berbasis XP atau Vista yang mempunyai wireless adapter active yang supports Wireless Auto Configuration, akan selalu melakukan scanning adanya wireless AP pada jangkauannya setiap 60 sec. Saat scanning, wireless adapter mengirim sederetan frame Probe Request. Sementara itu wireless AP yg ada pada jangkauan wireless adapter yg sedang melakukan scanning adanya wireless AP, juga mengirim frame Probe response yang memuat capabilitas wireless AP seperti speed yang disupport serta opsi2 security lainnya.

_wireless-problems

Kita menganggap komputer mengalami masalah jaringan wireless jika tidak mendapatkan satupun wireless AP dalam jangkauan roamingnya.

2. Memilih suatu wireless AP

Dari frame Probe Response yang diterima, wireless client memilih wireless AP dimana ia akan mencoba melakukan authentikasi dan koneksi. Wireless client menggunakan faktor2 berikut saat menentukan wireless AP yang mana yang harus dipilih:

  • Capabilitas wireless AP

Wireless AP memperkenalkancapabilitasnya didalam frame Probe response. Jika wireless clients tidak mendukung capabilitas yang diperkenalkan di dalam Probe response tersebut maka wireless client mengalami masalah jaringan wireless – tidak bisa memilih wireless AP. Misal wireless AP diactivekan security WPA2 sementara wireless clients tidak support WPA2 (wireless device 802.11b/g tidak support) maka wireless client tidak bisa memilih wireless AP tersebut. kita menganggapnya ada wireless problems.

  • Nama jaringan wireless (SSID) cocok dengan jaringan preferencenya

Windows XP wireless auto configuration memelihara daftar jaringan wireless yang kita pilih (preferred wireless network). jika nama wireless network SSID tidak cocok dengan yang ada dalam daftar nama2 SSID yang ada, maka default Windows tidak bisa terhubung ke wireless AP. Jika clients wireless menerima beberapa Probe response yang ada dalam daftar nama SSID, maka client wireless memilih menurut urutan tertinggi dalam daftar preferred SSID.

Jika nama2 wireless network SSID dari frame Probe response yang diterima tidak cocok dengan jaringan dalam daftar preference, Windows akan memunculkan pesan “One or more wireless networks are available” atau “Connect to a wireless network”. jika user mengklik pesan ini, maka user memilih koneksi ke jaringan wireless baru.

  • Kekuatan signal

Wireless clients adapter memilih wireless AP dengan signal terkuat dari daftar nama2 SSID yang ada yang paling tinggi dalam daftar preference wireless name.

3. Proses authenticasi terhadap wireless AP yang dipilih

Setelah memilih wireless AP yang akan dikoneksikan, proses selanjutnya adalah proses authentikasi. Jenis authentikasi tergantung capabilitas security wireless AP dan bagaimana client dikonfigure untuk melakukan authentikasi jaringan wireless.

Jika anda menambahkan wireless network dari tab Wireless network pada property wireless connection anda, maka by default adalah open system authentication dan kemudian IEEE 802.1X. Jika anda mengkoneksikan lewat dialog box Connect to Wireless Network atau Choose a wireless network, maka setting authentikasi ditentukan dari capabilitas frame Probe response wireless AP. Windows XP /Vista dapat menentukan dari frame probe response apakah menggunakan open system authentication tanpa encryption, opensystem authentication dengan inkripsi WEP, authentication WPA-PSK, ataupun authentication WPA2-PSK. Sering terjadi masalah jaringan wireless jika gagal melakukan proses authentikasi ini.

4. Proses koneksi terhadap wireless AP yang dipilih

Setelah selesai melakukan proses aythentication, wireless adapter dan wireless AP saling bertukar serangkaian pesan untuk membentuk suatu koneksi.

5. Mendapatkan konfigurasi TCP/IP

Setelah koneksi terbentuk, wireless client dapat memulai mengirim frame wireless yang mengandung paket TCP/IP. Jika wireless clients dikonfigurasi untuk menerima IP address automatis, maka ia akan menggunakan DHCP untuk request suatu konfigurasi IP address. umumnya wireless AP mempunyai layanan DHCP server untuk menjawab request wireless clients untuk konfigurasi IP.

Dengan memahami ke lima proses diatas, akan memudahkan kita dalam melakukan troublehooting masalah jaringan wireless.

Masalah umum wireless problems – masalah konektivitas

Paling banyak dalam masalah jaringan wireless adalah sebagai berikut:

  • Tidak berhasil melakukan koneksi wireless
  • Koneksi yang intermittent

Kedua hal inilah yang paling banyak kita jumpai dalam hal wireless problems.

Tidak berhasil melakukan koneksi wireless

Yang paling banyak dalam masalah jaringan wireless adalah tidak berhasilnya melakukan koneksi ke jaringan wireless, dari proses scanning sampai mendapatkan IP address. Alasan yang paling banyak dengan wireless problems ini adalah sebagai berikut:

  • Konfigurasi yang tidak klop / tidak matching
  • Wireless auto configuration di enable sementara tool wireless configuration bawaan dari vendor juga di install
  • Wireless AP dikonfigurasi dengan filter MAC
  • Sumber sinyal interferensi
  • Sumber sinyal attenuasi / pelemahan

Konfigurasi yang tidak matching

Beberapa property yang berbeda dari wireless connection haruslah matching antara wireless AP dan wireless clients sebelum berhasil terbentuknya koneksi. Beberapa masalah jaringan wireless yang menyebabkan tidak matching adalah berikut:

  • Technology 802.11 yang tidak matching

Ada 3 standard wireless 802.11 yang berbeda saat ini yaitu 802.11b; 802.11g; dan 802.11a. sementara satu lagi masih dalam draft walau sudah mulai booming yaitu draft 2.0 802.11n. Walau banyak sudah pabrikan yang memproduksi teknologi yang bisa support beberapa standard dalam satu kemasan, bisa saja terjadi ke tidak cocokan dalam teknologi ini. Misalkan wireless AP dengan standard 802.11a tidak akan bisa terhubung dengan wireless clients dengan standard 802.11b/g. Akibatnya wireless problems akan terjadi.

  • Methoda authentikasi yang tidak matching

Wireless problems jenis ini yang paling banyak terjadi. Wireless client tidak berhasil melakukan authentikasi jika antara wireless AP dan wireless clients tidak klop. Method authentikasi pada jaringan wireless rumahan meliputi open system, shared key, WPA-PSK, and WPA2-PSK. Verifikasi terlebih dahulu method authentikasi yang dikonfigurasikan pada wireless AP, dan sesuaikan pada setting yang ada pada wireless client.

  • Kunci WEP yang tidak matching

Jika menggunakan authenkasi WEP pada standard device 802.11b/g/n dan menspesifikasikan kunci WEP, adalah sangat mungkin terjadi kesalahan pengetikan atau salah eja. Hal ini akan mengakibatkan wireless problems karena kunci WEP tidak matching. Ketidak sesuaian interpretasi antara wireless AP dan wireless client ini bakal menghalangi terjadinya komunikasi – yang akibatnya tidak terbentuk koneksi. Hal ini sering kita jumpai computer kita hanya mendapatkan IP address APIPA dan menampilkan status “Limited or no connectivity” pada wireless connection. Kita pun menganggapnya ada masalah jaringan wireless.

Method konfigurasi kunci WEP tergantung pada versi Windows pada wireless client.

  • Pada Windows XP tanpa di install service pack, anda harus mengetikkan kunci WEP pada kolom Network Key, spesifikasikan format pada kunci WEP (baik character ASCII maupun Hexa), spesifikasikan juga panjang kuncinya (40bit atau 104 bit pada kolom Key length).
  • Untuk Windows XP dengan SP1/SP2, anda harus menspesifikasikan key WEP dua kali pada Network Key dan Confirm Network Key. Format panjang key tidak perlu karena akan ditentukan secara automatis menurut kunci yang diketikkan. Untuk Windows dengan SP2 anda harus memilih WEP pada Data Encryption.

Jika anda menggunakan Wireless Network Setup Wizard dalam Windows XP SP2, semua devices yg support Windows Connect Now secara automatic dikonfigure dengan WEP key yang sama.

  • WEP Key index tidak match

WEP Key index adalah suatu nomor yang menspesifikasikan WEP key yang mana yang akan dipakai untuk encryption frame wireless. Anda bisa menggunakan sampai 4 WEP keys yang berbeda. Dalam prakteknya hanya ada satu key index yang dipakai, yang sama dengan kemungkinan WEP key pertama. Wireless AP dan wireless client keduanya harus dikonfigurasi mengunakan kemungkinan WEP key pertama. Jika tidak, maka terjadi masalah jaringan wireless, tidak terjadi koneksi.

Menspesifikasikan kemungkinan pertama WEP key tergantung bagaimana wireless client dan wireless AP memulai penomoran ke empat kemungkinan WEP key. Misal bisa saja penomoran dimulai dari 1 (1 ~4) atau dimulai dari 0 (0~3). Pilih kemunkinan pertama WEP key. Misal, Windows XP tanpa service pack memulai penomoran dengan 0, sementara pada Windows SP1/SP2 memulai pada nomor 1.

  • Tidak match WPA-PSK atau WPA2-PSK

Jika anda memakai authentikasi WPA-PSK atau WPA2-PSK, anda harus melakukan konfigurasi nilai preshared key pada kolom Network key dan Confirm network key. Pastikan kedua wireless client dan wireless AP mempunyai nilai preshared key yang sama. Untuk WPA anda harus memilih TKIP pada Data encryption dan WPA-PSK pada Network Authentication. Untuk WPA2 dengan Windows XP2, harus memilih AES pada Data Encryption dan WPA2-PSK pada Network Authentication.

Jika anda menggunakan Wireless Network Setup Wizard dalam Windows XP SP2, semua devices yang support Windows Connect Now secara automatis dikonfigure dengan nilai WPA preshared key yang sama. Wireless Network Setup Wizard tidak support configurasi dari nilai WPA2 preshared key.

Wireless auto configuration di enable sementara tool wireless configuration fihak ketiga juga di install

Windows XP Wireless Auto Configuration memberikan support integrasi pada wireless networking dan membantu mengautomasi konfigurasi wireless. Wireless network adapters menyediakan suatu tool wireless network configuration. Jika adapter tersebut support Wireless Auto Configuration, maka anda tidak memerlukan lagi software tool dari vendor adapter tersebut. Untuk mengetahui apakah wireless adapter anda support Wireless Auto Configuration, klik kanan wireless connection dalam folder the Network Connections dan pilih property. Jika ada tab Wireless Networks maka wireless network adapter anda support Wireless Auto Configuration. Untuk menghindari konflik yang bisa membuat masalah jaringan wireless, maka tidak usah di install tool dari vendor ini.

Karena seringnya terjadi wireless problems saat konfigurasi dan koneksi jika Wireless Auto Configuration di-enabled dan wireless network configuration tool juga di install. Karena dalam hal ini kedua Wireless Auto Configuration dan wireless network configuration tool bisa saja mengirim setting kepada wireless network adapter, akibatnya adalah konfigurasi yang tidak matching – anda akan mengalami masalah jaringan wireless.

Makanya untuk menghindari wireless problems, masalah jaringan wireless nantinya – gunakan salah satu saja baik Wireless Auto Configuration atau wireless network configuration tool, jangan keduanya.

Misal saja wireless adapter anda mempunyai tool yang bisa anda gunakan, sementara tidak support Wireless Auto Configuration, maka disable saja Wireless Auto Configuration dan gunakan wireless network configuration tool. Bagaimana disable Wireless Auto Configuration? Pada Wireless Networks tab pada property wireless connection dalam Network Connections, hilangkan contrengan Use Windows to configure my wireless network settings.

Jika anda memutuskan untuk menggunakan wireless network configuration tool bawaan dari vendor, untuk keperluan setting jangan lagi menggunakan Wireless Networks tab, gunakan tool ini untuk setting seperti wireless network name (SSID), authentikasi dan encryption.

Jika menggunakan Wireless Auto Configuration, maka remove saja program bawaan dari vendor dari Control Panel-Add or Remove Programs ataupun dari Uninstall program tersebut.

Wireless AP dikonfigurasi dengan fileter MAC

Wireless AP memungkinkan kita menspesifikasikan address MAC (media access control – atau lazim disebut juga address physical atau address hardware) tertentu saja yg bisa mengirim frame kepada wireless AP. Fitur ini disebut sebagai MAC address filtering yg dirancang untuk memberikan layer keamanan extra pada jaringan wireless. Akan tetapi hacker bisa saja dengan mudah menghalangi keamanan exta ini dengan cara menangkap frame yang dikirim dari dan ke wireless client yang diijinkan dan me-reprogram wireless adapter dirinya untuk menggunakan valid MAC address dalam daftar wireless AP.

Jika wireless adapter tidak terdaftar dalam MAC address list pada wireless AP, maka anda mengalami wireless problems – clients tidak bisa akses ke wireless AP. Jadi pastikan wireless clients terdaftar dalam list MAC address yang dibolehkan access ke wireless AP.

Sumber Interferensi Signal

Standard 802.11b/g bekerja pada frequency 2.4 GHz yang sama dipakai pada perangkat wireless lainnya seperti cordless phone, microwave, perangkat keamanan dan monitoring rumah, dan juga camera video wireless. Sumber interferensi ini sangat mengganggu yang bisa mengakibatkan wireless problems dimana client wi-fi komputer tidak bisa koneksi ke wireless AP.

Untuk memstikannya, matikan sementara sumber interferensi ini atau pindahkan wireless client dan wireless AP jauhan dari sumber interferensi ini, dan lihat apakah ada perubahan atau masih ada masalah jaringan wireless.

Sumber Pelemahan / Attenuasi Signal

Sumber pelemah / penghalang signal seperti dinding, atap, lapisan metal antara wireless clients dan wireless AP dapat menyebabkan gangguan signal wireless, atau hilangnya kekuatan signal. Pada beberapa kasus bahkan kehilangan signyal sama sekali yang menyebabkan masalah jaringan wireless – tidak bisa terhubung sama sekali.

Lihat juga artikel pertimbangan dalam instalasi wireless.

Koneksi Yang Intermittent

Dalam beberapa kasus, banyak terjadi masalah jaringan wireless dimana awalnya mendapatkan signal kuat dan tiba-2 terputus tanpa interfensi si user. Paling banyak masalah jarigan wireless ini disebabkan oleh berikut ini:

  • Authentikasi 802.1X di enable pada wireless client sementara pada wireless AP tidak
  • Duplikat Nama jaringan wireless (SSID)
  • Sumber interferensi
  • Sumber attenuasi / pelemahan
  • Virus komputer
  • Kerusakan perangkat atau driver yang kadaluarsa / outdated

802.1X Authentication di Enabled pada Wireless Client dan tidak pada Wireless AP

802.1X authentication secara default adalah enable pada semua koneksi wireless maupun wired. Pada Windows XP SP1, Microsoft mengubah proses authentikasi untuk jaringan wireless. Jika 802.1X authentication di enable dan proses authentikasi tidak selesai sempurna, maka koneksi akan putus. Hal ini biasanya terjadi 3 menit setelah koneksi terbentuk menggunakan system authentikasi terbuka.

Untuk memperbaiki hal ini pada Windows XP SP1, lakukan berikut ini:

  1. Klik Start => Settings kemudian klik Network Connections.
  2. Pada Network Connections, klik kanna wireless connection dan kemudian klik Properties.
  3. Klik Wireless Networks tab => dibawah Preferred networks klik wireless network name anda, dan kemudian klik Properties.
  4. Klik tab Authentication, kemudian kosongkan contrengan Enable IEEE 802.1x authentication for this network.
  5. Klik OK dua kali untuk menerima perubahannya.

Prosedur ini umumnya tidak diperlukan pada komputer yang jalan pada Windows XP tanpa Service pack atau Windows XP dengan SP2. Akan tetapi perlu juga mematikan 802.1X authentication di disable jika menggunakan open system authentication. Prosedur diatas juga berlaku untuk Windows XP SP2.

Untuk Windows XP tanpa SP, lakukan berikut ini:

  1. Klik Start => Settings kemudian klik Network Connections.
  2. Pada Network Connections, klik kanan wireless connection anda dan kemudian klik Properties.
  3. Klik Authentication tab, kemudian kosongkan contrengan Enable network access control using IEEE 802.1x
  4. Klik OK untuk menyimpannya.

Duplikat Nama Jaringan Wireless

Salah satu alasan koneksi yang intermittent adalah nama jaringan wireless duplikat dengan jaringan wireless lainnya didalam jangkauan wireless clients. Misalkan, dalam kampus yang berdekatan terdapat dua jaringan wireless dengan nama SSID yang sama yang saling overlap. Dalam hal ini semua wireless AP yang memperkenalkan diri dengan nama SSID yang sama dianggap berasal dari satu jaringan wireless yang sama. Wireless client dari wireless AP anda bisa saja mengambil jaringan wireless AP yang lain dengan nama SSID yang sama tadi. Jika wireless client anda tidak di configure menurut method authentikasi dan key dari jaringan wireless yang lain, maka anda akan mengalami masalah jaringan wireless yang intermittend sampai wireless client anda kembali memilih wireless AP anda kembali.

Kebanyakan kasus nama duplikat dari jaringan wireless ini adalah cara setup jaringan wireless AP dengan setting default tanpa mengubah nama SSID nya. Makanya pastikan selalu mengubah nama default dari pabrik agar tidak terjadi kemungkinan nama SSID yang sama dengan jaringan wireless lain yang tidak mengubah default namenya.

Untuk memastikan duplicat nama jaringan yang sama, matikan dulu wireless AP anda dan periksa apakah wireless client masih menerima SSID yang sama juga dengan nama jaringan SSID dari wireless AP anda. Untuk menghindari masalah jaringan wireless anda, configure wireless AP anda dengan nama SSID yang unik.

Sumber Sinyal Interferensi

Seperti halnya sinyal interferensi yang bisa menyebabkan masalah jaringan wireless – kurangnya konektifitas, sinyal ini juga bisa menyebabkan koneksi yang intermittent. Perangkat seperti microwave oven, cordless phone, system keamanan dan monitoring rumah, dapat menjadi sumber interferensi yang membuat masalah jaringan wireless.

Untuk memastikan, coba uji dengan mematikan sementara sumber2 sinyal interferensi tersebut dan lihat apa ada perubahan atau tidak.

Sumber pelemahan sinyal

Sumber pelemahan signal disamping bisa mengurangi kekuatan sinyal koneksi, dia bisa juga menyebabkan masalah jaringan wireless – koneksi yang intermittent. Anda perlu memperhatikan korelasi terjadinya intermittent dengan sumber pelemahan sinyal ini. Misal saja ada terjadinya intermittent saat ada seseorang yang sedang membuka pintu garasi yg terbuat dari metal.

Computer Viruses

Beberapa virus komputer diketahui bisa menyebabkan masalah jaringan wireless – terjadinya koneksi yang intermittent. Pastikan bahwa computer anda dilengkapi dengan antivirus misal McAfee, Norton, atau BitDefender dan diupdate selalu.

Kerusakan hardware atau software driver yang outdated

Bisa saja tejadi masalah jaringan wireless dikarenakan kerusakan pada wireless AP atau wireless clients pada komputer. kalau anda tidak mempunyai perangkat backup cadangan agak susah juga mendeteksinya. Yang paling bisa dilakukan adalah melakukan diagnostic dari tool bawaan dari vendor perangkat wireless tersebut.

Pastikan Windows anda mempunyai driver dengan versi terbaru dari wireless adapter anda. Begitu juga upgrade firmware wireless AP anda dengan firmware terbaru daru vendor. Beberapa jenis wireless router mempunyai fitur automatis update firmware.

Referensi: Microsoft.Com

Troubleshooting Jaringan - Masalah Jaringan Wireless

Membangun jaringan wireless komputer sederhana dirumah atau dikantor kecil adalah cukup mudah dilakukan dengan tersedianya berbagai macam perangkat jaringan terutama wireless router yang sudah terintegrasi dengan modem seperti DSL-2640 D-Link atau DGND3300 NETGEAR. Akan tetapi terkadang tidak sesederhana seperti dalam teorinya, masalah jaringan kerap kali terjadi yang memaksa kita sendiri harus melakukan troubleshooting jaringan tersebut.

Troubleshooting jaringan kebanyakan adalah melakukan serangkaian langkah2 untuk mengeliminir potensi2 masalah satu per satu sebelum akhirnya kita menemukan sumber masalah tersebut. Pada dasarnya ada tiga langkah pokok dalam melakukan troubleshooting jaringan wireless di rumah atau dikantor yaitu: mengisolasi masalah; troubleshooting masalah; dan bila perlu menghubungi technical support yang tepat.

Mengisolasi Masalah

Sebelum melakukan troubleshooting jaringan, kita perlu melokalisasi atau mengisolasi apa yang menjadi akar dari masalah tersebut. Artikel ini dikhususkan pada jaringan wireless dirumahan atau dikantor kecil, walaupun teorinya bisa diterapkan pada metoda troubleshooting masalah jaringan di corporate network juga. Umumnya pada jaringan wireless dirumah atau dikantor kecil, terdapat tiga layer seperti terlihat pada gambar diagram dibawah ini, yaitu Internet, modem / router, dan komputer pada jaringan. Kita harus bisa mengisolasi di layer yang mana masalah tersebut berada sebelum kita melakukan troubleshooting jaringan dengan efektif.

Layer Jaringan untuk isolasi masalah jaringan di rumah

Layer Jaringan untuk isolasi masalah jaringan di rumah

Walaupun mungkin saja kita bisa memperbaiki hampir semua masalah jaringan, mengetahui di layer mana akar masalah nya adalah sangat membantu kita jika seandainya situasinya memaksa kita harus menghubungi technical support misal ke vendor atau ke ISP jika sudah mentok tidak bisa memperbaikinya setelah kita melakukan troubleshooting jaringan tersebut.

Bagaimana cara mengetahui di layer mana akar masalah nya, kita bisa mengikuti langkah berikut dengan asumsi komputer kita menggunakan Windows XP / Vista.

  1. Click Start => Control Panel => Click Network and Internet Connections
  2. Dibawah Network and Internet Connection => Click Network Connection
  3. Sekarang kita bisa melihat status dari koneksi NIC network adapter pada komputer kita dibawah Network Connections window dengan kemungkinan status sebagai berikut:

A > Status adalah Connected akan tetapi tidak bisa akses internet

Connected Status

Connected Status

Status ini menunjukkan bahwa komputer kita terhubung dengan jaringan dengan sempurna, yaitu terhubung kepada router / modem di layer tengah pada gambar layer diatas. Jika jaringan wireless, maka komputer terhubung kepada wireless router dengan baik. Hal ini menunjukkan ada masalah pada layer atas yaitu Internet.

Untuk bisa melakukan troubleshooting jaringan dengan status ini, kita bisa mengikuti langkah berikut ini.

  1. Pastikan terlebih dahulu dengan membuka browser internet kita dan check ke website tertentu misal saja ke www.computer-network.net atau ke www.wireless-router-net.com atau kemanapun. Jika anda bisa mengkases website tertentu akan tetapi website yang lain bagus, berarti tidak ada masalah pada sisi jaringan anda. Masalah terletak pada fihak ISP yang mungkin salah satu backbonenya rusak atau putus. Jika sama sekali anda tidak bisa membuka internet kemanapun, teruskan langkah berikut.
  2. Lepaskan sambungan modem yang ke line telpon atau Cable line, tunggu beberapa saat barang semenit kemudian koneksikan lagi.
  3. Lepaskan sambungan wireless router dari modem (sambungan antara port LAN pada modem dan port WAN pada wireless router), tunggu beberapa saat kemudian sambung lagi. Ini jika anda mempunyai perangkat terpisah antara wireless router dan modem.
  4. Restart komputer anda dan ulangi untuk membuka dan akses website. Jika anda bisa mengkases website akan tetapi koneksinya lambat sekali sementara komputer lain bisa mengkases (jika ada lebih dari dua komputer dalam jaringan) anda bisa mencurigai beberapa komputer yang lain sedang mengkonsumsi bandwidth sangat intensive mungkin sedang streaming HD media dari internet atau banyak melakukan sharing files dengan beberapa komputer. tutup di komputer lain tersebut beberapa aplikasi yang mencurigakan dan bila perlu matikan sementara untuk memastikan masalah. Jika tak satupun website terbuka, maka lakukan langkah berikut ini.
  5. Jika anda mempunyai modem dan wireless router terpisah, cobalah putuskan koneksi ke wireless router dan koneksikan komputer anda langsung kepada modem. Restart komputer anda dan coba lagi akses internet. Jika anda sukses akses ke internet, maka anda bisa memastikan ada masalah dengan wireless router anda.
  6. Jika langkah tersebut masih juga belum berhasil akses internet, maka bisa dipastikan ada masalah dengan modem anda atau ada masalah dengan IS P anda. Telpon ISP anda untuk memastikan kalau ada masalah dengan layanan Internet.

B > NIC atau wireless adapter status disabled

Disabled status

Disabled status

Jika gambar status diatas ini buram abu2 maka dipastikan bahwa adapter dalam keadaan Disabled. Ada seseorang yang secara tidak sengaja men-disabled nya atau mungkin anda sendiri yang iseng coba-coba klik sana sini dan klik Disable. Klik kanan icon tersebut dan pilih Enable.

C > limited or no connectivity Status

Limited or no connectivity status

Limited or no connectivity status

Kondisi limited or no connectivity pada dasarnya tidak ada masalah dengan komputer anda, koneksi ke router atau modem juga tidak ada masalah, akan tetapi konfigurasi wireless router tidak sempurna. Hal ini biasanya berhubungan dengan konfigurasi DHCP pada router tidak aktif atau ada masalah koneksi antara modem dan internet (jika fihak ISP memberikan layanan DHCP kepada clients).

Troubleshooting jaringan dengan status limited or no connectivity ini disebabkan beberapa masalah berbeda termasuk koneksi internet yang gagal, wireless router atau adapter yang tidak dikonfigure dengan benar. Ikutin petunjuk berikut ini untuk troubleshooting jaringan dengan status ini.

  1. Klik kanan adapter tersebut dan pilih Repair. Perhatikan apakah sudah normal connected atau masih limited. Langkah ini memastikan untuk mendapatkan IP address dari DHCP server.
  2. Buka property TCP / IP dari adapter anda dan pastikan bahwa TCP/IP konfigurasinya adalah obtain IP address automatically.
  3. Putuskan koneksi ke modem, tunggu sebentar dan koneksikan lagi.
  4. Jika ada wireless router terpisah dengan modem, putuskan koneksinya – tunggu beberapa saat dan hubungkan lagi.
  5. Restart komputer anda
  6. Sampai langkah ini masih juga status limited, maka lihat konfigurasi router atau apakah konfigurasi DHCP nya sudah enabled.
  7. Restart komputer anda. Jika status masih Limited or no connectivity , dan jika wireless komputer dan modem terpisah, cobalah putuskan modem dan router terus koneksikan komputer anda langsung ke modem. Restart komputer dan periksa apakah status sudah berubah.
  8. Jika masih juga status limited, hubungi ISP anda. Status ini menunjukkan adanya DHCP gagal fungsi tidak bisa memberikan IP address ke clients. Biasanya fihak ISP memberikan konfigurasi DHCP kepada clients.

D > Cable terputus atau lepas

Status kabel jaringan terputus

Status kabel jaringan terputus

Kondisi ini menunjukkan koneksi kabel terlepas, tidak ada koneksi ke router / modem.

  1. Periksa apakah ada kebel terlepas
  2. Jika kabel sudah terhubung sempurna ke router / Switch, cobalah swap ke port lain pada router / Switch. Anda juga bisa memeriksa status lampu pada router atau switch saat kabel terhubung ke komputer nomor berapa port tersebut terhubung, biasanya lampu akan berkedip jika ada hubungan ke wireless router / switch pada port yang bersangkutan.
  3. Jika masih juga status terputus, cobalah ganti kabel jaringannya dengan yang baru atau coba pinjam dengan kabel yang terbukti jalan dari komputer sebelah.
  4. Jika masih status terputus, sementara komputer lain jalan – maka anda bisa mencurigai adapter anda rusak. Gantilah dengan yangbaru.

E > Wireless adapter tidak dapat terhubung kepada wireless network

Tidak ada koneksi ke wireless network

Tidak ada koneksi ke wireless network

Status ini menunjukkan koneksi wireless adapter anda terputus dengan jaringan wireless anda. Ada dua kemungkinan, adapter wireless anda tidak bisa terhubung ke wireless network anda, atau koneksi wireless intermittend.

Bersambung

Refensi: Microsoft.Com

Mengenal Ancaman Keamanan Internet

Memahami beberapa istilah ancaman internet – dan urgensi penggunaan software perlindungan dari ancaman internet

Mengenal Internet Threats

Mengenal Internet Threats

Saat kita berselancar di dunia maya, komputer kita terexpose ke dunia internet dimana banyak sekali berbagai macam ancaman keamanan dari internet, walaupun tidak secara langsung dan sudah terlindungi dengan baik dari system firewall yang dikonfigurasi dengan system policy yang memadai di system infrastructure jaringan corporasi. Sebenarnya masih ada celah jika pengguna tidak memahami ancaman yang datang dari internet, apalagi computer kita yang di rumah yang tidak dilindungi secara sempurna, maka sangat rentan terhadap ancaman (threats) keamanan internet yang mungkin berupa program yang ikut di download dari internet.

Definisi beberapa program threats

Komputer di design untuk menjalankan dari satu instruksi ke instruksi lainnya. Instruksi-2 ini biasanya menjalankan suatu tugas yang berguna seperti kalkulasi nilai, memelihara database, dan berkomunikasi dengan user dan juga system lainnya. Bahkan terkadang system yang dieksekusi oleh komputer tersebut malah menimbulkan kerusakan. Jika kerusakan itu disebabkan oleh kesalahan program, maka biasa kita sebut sebagai bug software. Bug mungkin penyebab dari banyak nya performa system yang tidak diharapkan.

Akan tetapi jika sumber kerusakan itu berasal dari seseorang yang memang disengaja agar menyebabkan perlakuan system yang tidak normal, maka intruksi software tersebut kita sebut sebagai malicious code, atau suatu programmed threats. Hal ini lazim disebut dengan istilah malware untuk software malicious tersebut.

Ada banyak macam programmed threats. Para ahli memberi klasifikasi threats berdasarkan cara threats beraksi, bagaimana threats tesebut di trigger, dan bagaimana mereka menyebar. Beberapa tahun terakhir ini kejadian-2 dari programmed threats ini telah didiskripsikan secara seragam oleh media sebagai virus dan (lebih teknis) worms. Sebenarnya kurang tepat juga sebagai sinonimnya kalau dikatakan bahwa semua penyakit yang menimpa manusia disebabkan oleh virus.

Para ahli mempunyai definisi formal mengenai berbagai macam software threats ini, walau tidak semuanya setuju dengan difinisi yang sama.

Tool keamanan dan toolkits

Bisasanya digunakan oleh para professional untuk melindungi system jaringan mereka, akan tetapi justru oleh tangan yang tidak bertanggungjaab dipakai untuk me-mata-matai system jaringan orang lain untuk melihat adanya kelemahan system mereka. Ada juga rootkits yang merupakan toolkits yang dikemas ulang menjadi alat serangan yang juga menginstall Back Doors kedalam system anda sekali mereka bisa menembus keamanan superuser account.

Back doors

Back Doors juga terkadang disebut sebagai Trap Doors, yang mengijinkan unauthorized access ke dalam system anda. Back Doors adalah code-code yang ditulis kedalam aplikasi atau operating system untuk mendapatkan akses programmers tanpa melalui jalur authentikasi normal. Back Doors ini biasanya ditulis dengan maksud sebagai alat untuk monitoring code applikasi yang mereka develop.

Hampir kebanyakan Back Doors disisipkan kedalam applikasi yang memerlukan procedure authenticasi yang panjang atau setup yang panjang, yang memerlukan user memasukkan banyak macam nilai atau parameter untuk menjalankan program / aplikasi. Saat menjalankan debugging, programmers menjalankan akses tanpa melalui / menghindari procedure authentikasi yang normal. Programmer juga ingin meyakinkan bahwa ada suatu metoda aktifasi program jika sesuatu ada yang salah dengan procedure authenticasi yang sedang dibangun dalam aplikasi. Back Door adalah code yang mengetahui beberapa urutan input khusus atau proses yang ditrigger oleh user ID tertentu, yang kemudian mendapatkan akses khusus.

Back Doors menjadi ancaman (threats) jika digunakan oleh tangan programmers yang bermaksud mendapatkan akses un-authorized. Back door juga menjadi masalah jika sang programmer / developer program tersebut lupa melepas Back Doors setelah system di debug dan kemudian programmers lain mengetahui adanya Back Doors.

Logic bombs

Logic Bombs adalah suatu feature dalam program yang menjadikannya mati / tidak berfungsi jika suatu kondisi tertentu dipenuhi. Logic Bombs adalah programmed threats yang biasa digunakan oleh suatu software yang dijual, dan mungkin sebagai demo pemakaian dalam sebulan – jika lewat sebulan maka program tersebut akan jadi tidak berfungsi dan memerlukan suatu aktifasi khusus untuk mengaktifkannya kembali.

Trojan horses

Trojan Horse adalah program yang nampaknya mempunyai satu fungsi saja, akan tetapi dalam kenyataanya mempunyai fungsi-2 lain yang kadang membahayakan. Seperti dalam cerita Yunani kuno dalam kuda Trojan yang mempesona yang ternyata mengankut pasukan penyusup.

Analogi dari cerita kuda Trojan ini lah, suatu program dimasukkan kedalam sebuah program yang mana si pemrogram menginginkan bahwa sisipan program tersebut akan dijalankan misal pada logon, suatu game, sebuah spreadsheet, atau editor lainnya. Sementara program ini berjalan seperti yang diinginkan si user, akan tetapi tanpa sepengetahuan user sebenarnya ada program lain yang berjalan yang tidak relevan dengan program seharusnya. Bahkan program sisipan ini bisa sangat merusak dan berbahaya pada system komputer anda.

Viruses

Suatu virus adalah sederetan code yang disisipkan kedalam program executable lain, yang mana jika program normal tersebut dijalankan maka viral code juga akan dieksekusi. Viral code ini bisa menggandakan diri kepada program-2 lainnya. Virus bukan lah program yang terpisah, dia tidak bisa berjalan sendiri, biasanya ada program lain yang mentrigernya agar bisa jalan.

Worms.

Worms adalah programs yang bisa merambat dari satu komputer ke komputer lainnya lewat suatu jaringan, tanpa harus memodifikasi program lainnya pada mesin yang ditarget. Worms adalah program yang bisa berjalan secara independen dan berkelana dari satu mesin ke mesin lainnya. Mereka ini tidak mengubah program lainnya, walaupun bisa saja membawa kuda Trojan dalam perjalannya melalui koneksi jaringan, ini yang sangat berbahaya.

Advetorial buat professional: BitDefender Internet Security 2009

BitDefender Internet Security 2009 menjaga koneksi internet seluruh keluarga anda tanpa harus menurunkan kinerja komputer anda. BitDefender mengunci viruses, hackers dan spam, sementara secara bersamaan memberikan perlindungan firewall dan juga memberikan pengawasan / kendali orang tua terhadap anak-2.

Dengan BitDefender anda bisa percaya diri dalam download, share dan buka file dari teman-2, keluarga, co-workers dan bahkan dari orang asing sekalipun.

  • Scanning semua web, traffic e-mail dan instant messaging, dari viruses dan spyware, secara real-time.
  • Secara proaktif melindungi diri terhadap penyebaran virus baru menggunakan teknik heuristic tingkat tinggi.

Melindungi identitas personal anda saat berbelanja online, transaksi perbankan, mendengarkan, mengawasi secara private dan aman.

  • Mem-blokir usaha pencurian data identitas personal anda (phising)
  • Mencegah kebocoran informasi personal anda lewat e-mail, web atau instant messaging

Mengawal percakapan anda dengan jalur inkripsi paling top.

  • Inkripsi instant messaging
  • File Vault secara aman menyimpan data personal atau data sensitive anda

Koneksi kepada jaringan secara aman, baik di rumah, di kantor, atau saat travelling

  • Secara automatis memodifikasi proteksi setting firewall untuk menyesuaikan lokasi
  • Monitor Wi-fi membantu mencegah akses unauthorized kepada jaringan Wi-fi anda

Melindungi keluarga dan komputer mereka.

  • Memblokir akses website dan email yang tidak sepantasnya
  • Menjadwal dan membatasi akses anak-anak kepada internet dan applikasi

Bermain dengan aman dan smooth

  • Mengurangi beban system dan menghindari interaksi permintaan user selama game
  • Mengguankan system resources yang relative kecil

Ada banyak cara sebenarnya yang bisa anda ambil untuk melindungi anda dari programmed threats, termasuk menggunakan anti-virus software, selalu patches system, dan memberi pelajaran kepada user baghaimana berinternet yang aman. Semua itu harus anda lakukan untuk melindungi system anda. Kalau tidak maka anda akan menjadi korban. Sebenarnya sangat banyak ancaman dari internet. Untuk itu agar anda yang sangat ingin melilndungi asset informasi anda, baik data perusahaan yang sangat sensitive dan kritis – bisa secara aman dimana saja dan kapanpun untuk ber internet ria – maka anda bisa percayakan kepada BitDefender internet security yang secara proactive melindungi komputer anda.

Setup Wireless Router

Alasan kenapa orang-orang membangun jaringan wireless di rumah atau dikantor adalah sifat praktis dan nyaman dipakai. Dengan jaringan wireless dirumah, anda bisa membuat panggilan telpon international ataupun interlocal dengan Wi-Fi (Skype) phone anda dari area mana saja di rumah tanpa harus menyalakan komputer anda. Anda juga bisa berselancar di dunia maya dengan laptop anda di sisi kolam renang anda atau di gazebo, atau dikamar nomor 214 atau dimana saja (kayak rumah di sinetron) tanpa harus repot menarik kabel jaringan. Kebutuhan akan perangkat wireless dan pengetahuan tentang cara setup wireless router pun menjadi suatu kebutuhan sekarang ini.

Bagaimana anda melakukan setup jaringan wireless di rumah? Alasan umum kenapa anda mempunyai jaringan wireless di rumah adalah untuk berbagi koneksi sambungan broadband Internet dengan beberapa komputer di rumah. Dan perangkat utama yang anda butuhkan adalah modem dan wireless router, sementara wireless clients (Wi-Fi) umumnya sudah terintegrasi dengan laptop anda, dan untuk komputer desktop anda bisa menggunakan adapter wireless USB. Cara melakukan setup wireless router menjadi suatu pekerjaan yang paling kritis dalam membangun jaringan wireless di rumah.

Sebelum melakukan setup wireless router yang merupakan bagian yang paling kritis dalam melakukan setup jaringan wireless, pada prinsipnya setup jaringan wireless adalah melakukan empat langkah pokok yaitu:

  1. Memilih perangkat wireless anda
  2. Menghubungkan wireless router
  3. Konfigurasi wireless router
  4. Mengkoneksikan client komputer kedalam jaringan wireless

Keempat langkah inilah yang akan kita lakukan dalam melakukan setup jaringan wireless.

1. Memilih Perangkat Wireless

Langkah pertama dalam melakukan setup jaringan wireless adalah memilih perangkat wireless yang anda perlukan dan yang sesuai dengan kebutuhan anda. Pada umumnya anda memerlukan dua macam perangkat wireless yaitu wireless router dan wireless adapter. Jika anda memakai komputer dengan basis Windows, maka pastikan menggunakan perangkat wireless dengan logo Windows (XP/Vista) compatible. Perhatikan salah satu contoh pada gambar berikut ini.

logo wireless devices

Disebelah kiri adalah logo tanda certifikasi Windows Vista (yang berarti bisa versi sebelumnya – XP; Windows 2000). Yang ditengah adalah tanda Wi-Fi certified – certifikasi dari Wi-Fi Alliance bahwa lulus certifikasi untuk compatibility dengan perangkat wireless a/b/g/n (biasa untuk perangkat wireless dengan fitur dual-band). Sebelah kanan adalah tanda Wi-Fi Protected Setup (WPS) yang merupakan standard kemudahan dalam setup koneksi dengan security standard dalam wireless.

Jika anda membangun jaringan wireless router dari awal, ada baiknya anda memilih standard wireless drat 802.11n yang merupakan jaringan wireless tercepat yang ada dipasaran sekarang ini, walaupun masih belum final. Tentunya memilih perangkat wireless –N dengan label Wi-Fi Certified seperti pada logo diatas. Walaupun masih draft, dengan logo Wi-Fi Cerified dijamin compatibilitasnya dengan wireless sebelumnya yaitu wireless b/g.

Jika dalam aplikasi nantinya anda akan banyak bergerak dalam bidang streaming High Definition Video, atau Gaming maka pilihlah yang versi dual band (bekerja pada frequency baik 2.4 GHz maupun 5 GHz) misal WRT610N Linksys wireless router atau DIR-855 D-Link wireless router. Jika khusus untuk gaming pertimbangkan wireless router DGL-4500 dual-band dari D-Link. Dengan memilih frequency pada 5 GHz band, maka jalur anda adalah jalur dengan frequency bersih dari gangguan interferency 2.4 GHz yang umum dipakai oleh perangkat wireless umumnya seperti cordless phone, microwave oven, wireless security camera, dan lain-lain.

Jika anda menggunakan laptop, maka untuk laptop versi terbaru sudah dilengkapi dengan perangkat Wi-fi baik yang support wireless standard 802.11b/g maupun yang terbaru support wireless draft 802.11n. Jika anda membeli laptop baru, pastikan adanya Wi-Fi yang support Wi-Fi standard draft 802.11n atau Wireless –N. untuk desktop komputer tentunya anda memerlukan perangkat wireless external yang umum adalah dari wireless USB adapter. Anda juga bisa memilih dari adapter wireless jenis PCI jika anda tidak keberatan membuka casing komputer untuk memasang adapter tersebut. Tentunya PCI tidak gampang hilang kalau di kantoran, kalau dirumahan mendingan pakai yang jenis wireless USB lebih praktis dan gampang.

2. Menghubungkan wireless router

Sebelum melakukan setup wireless router dan konfigurasinya, anda perlu menghubungkan wireless router kepada modem, baik Cable modem ataupun DSL modem. Untuk mengetahui apakah modem anda jenis DSL atau Cable, perhatikan kabel yang terhubung di port WAN / Internet pada modem. Jika terhubung ke line Telpon, maka anda berlangganan Internet xDSL (misal Speedy) sementara jika kabel terhubung menggunakan cable coaxial seperti pada Televisi, maka anda berlangganan Cable internet.

diagram wireless router sederhana

Untuk setup wireless router ini koneksi kan port RJ-45 modem dengan label LAN terhubung kepada port RJ-45 dengan label WAN / Internet / WLAN pada sisi belakang wireless router. Gunakan kabel UTP bawaan dari router (yang biasanya jenis cross cable) untuk menghubungkan keduanya.

Kemudian colok ke power wireless router tersebut. setelah satu atau dua menit maka lampu LED Internet, WAN, atau WLAN pada router tersebut akan menyala yang menunjukkan wireless router berhasil terhubung kepada modem anda.

3. Konfigurasi wireless router

Langkah berikutnya dalam setup wireless router dalah konfigurasi router. Jika anda menggunakan komputer yang berbasis Windows ada dua cara dalam melakukan konfigurasi wireless router: menggunakan Windows Connect Now dan Cara manual.

Jika wireless router anda support Windows Connect Now (WCN), maka anda akan beruntung. Banyak perangkat wireless sekarang ini sudah di beri label WCN, yang berarti compatible dengan utilitas yang diberikan oleh Windows – Windows Connect Now (WCN). Dengan adanya WCN ini, anda bisa melakukan setup wireless router dengan cepat dan mudah dengan mengikuti instruksi di article Windows Connect Now (WCN).

Jika wireless router anda tidak support WCN, maka anda harus melakukannya konfigurasi secara manual seperti pada langkah berikut ini:

  1. Untuk sementara koneksikan computer anda (dengan menggunakan kabel jaringan UTP bawaan dari wireless router saat anda beli) kepada salah satu port LAN pada router tersebut (port LAN yang bukan di beri label Internet, WAN, atau WLAN).
  2. Hidupkan komputer anda dan secara automatis komputer akan terhubung kepada router.
  3. Buka browser Internet anda dan ketik address router anda untuk memulai konfigurasi router tersebut seperti yang dijelaskan dalam buku manual router tersebut. pada table berikut ini menunjukkan default IP address dari beberapa jenis wireless router yang terkenal berikut username dan password defaultnya.
  4. Router Address Username Password
    3Com http://192.168.1.1 admin Admin
    D-Link http://192.168.0.1 admin (kosongkan)
    Linksys http://192.168.1.1 admin Admin
    Netgear http://192.168.0.1 admin password
  5. Ketik user name dan password seperti pada table diatas atau lihat buku manual.
  6. logon windows

  7. Wireless router akan menampilkan halaman konfigurasi router anda. Hampir semua default pabrik sudah mencukupi, akan tetapi ada tiga hal yang perlu anda perhatikan yaitu:
    1. Seting nama jaringan wireless anda (umumnya disebut SSID) menjadi sesuatu yang unik yang tidak memberikan identitas pribadi anda.
    2. Aktifkan encrypsi Wi-Fi Protected Access 2 (WPA2) untuk membantu anda dalam melindungi jaringan dari tamu yang tidak diundang untuk terhubung kepada jaringan wireless. WPA2 hanya ada pada jaringan wireless terkini dari standard draft 802.11n dan wireless –G yang diperkaya fitur WPA2 ini.
    3. Set password admin anda dengan password yang sangat kuat, agar tidak ada penyusup yang melakukan konfigurasi wireless router anda.

Langkah tepatnya tentunya tegantung jenis wireless router anda, anda bisa melihat di buku manual bawaan router tersebut. Setelah anda selesai melakukan konfigurasi inkripsi yang dipakai WEP/WPA/WPA2, dan juga nama jaringan SSID dan juga password, jangan lupa untuk meng klik Save Setting, Apply, atau OK untuk menyimpan setiap perubahan yang dibuat.

Nama jaringan Wireless (SSID)

Suatu SSID (service set identifier) mengidentifikasikan jaringan wireless. Sebagai best practicenya anda seharusnya memilih nama yang anda yakini tidak ada yang memakai dengan nama yang sama di sekitar anda, suatu nama sederhana dan bukan nama yang rumit.

Administrative Password

Langkah terakhir dalam setup wireless router anda adalah mengubah password admin wireless router anda. Suatu password yang bagus adalah password yang tidak gampang ditebak dan setidaknya memiliki kombinasi huruf kecil, huruf besar, angka, karacter simbol, dan minimum 8 character.

Untuk lebih jauh masalah keamanan password, klik guideline kemanan password disini.

Sekarang anda sudah selesai melengkapi setup wireless router serta konfigurasinya seperti memberi nama jaringan (SSID), setting encryption, memberi password, maka anda sudah siap dengan tahapan terakhir: meng-koneksikan wireless clients kepada jaringan.

4. Menghubungkan Wireless Clients kepada jaringan

Setelah selesai melakukan setup wireless router dan konfigurasinya, sekarang anda sudah bisa menghubungkan wireless clients kepada jaringan wireless anda. Pada umumnya wireless router mempunyai 4 port RJ-45 LAN Switch yang bisa anda pakai untuk menghubungkan komputer secara kabel dengan menggunakan kabel jaringan – untuk komputer yang tidak mempunyai adapter wireless.

Jika komputer anda tidak mempunyai wireless adapter built-in (biasanya dektop computer tidak dilengkapi wireless adapter), maka anda perlu membeli wireless adapter seperti USB wireless adapter. Wireless USB ini sangat diminati karena sangat praktis dibandingkan dengan wireless PCI untuk desktop karena anda tidak perlu membuka casing komputer untuk instalasinya. Windows XP/Vista akan secara automatis mendeteksi adanya adapter baru dan mungkin saja meminta anda untuk memasukkan CD driver dari adapter tersebut. instruksi dari layar akan membimbing anda dalam menyelesaikan proses konfigurasi.

Walau tidak harus dilengkapi dengan service pack 2 pada Windows XP anda untuk jaringan wireless, akan tetapi dengan adanya SP2 keatas maka setting akan menjadi lebih mudah. Windows XP SP2/SP3 juga membantu anda dalam melindungi virus, worms, dan juga penyusup dari internet. Langkah berikut ini jika anda menggunakan Windows XP SP2/SP3. Windows XP akan menunjukkan diketemukan adanya jaringan wireless.

Penemuan jaringan wireless oleh Windows

Penemuan jaringan wireless oleh Windows

Untuk menghubungkan komputer anda pada jaringan wireless

  1. Klik kanan icon wireless network pada sisi kanan bawah dilayar komputer anda, dan kemudian klik View Available Wireless Networks. Perlu dicatat: jika ada masalah anda perlu menghubungi dealer dimana anda beli wireless adapter tersebut untuk bantuan teknis.
  2. 147-wireless-router-setup-3

  3. Akan muncul windows Wireless Network Connection dan menampilkan jaringan wireless dengan SSID yang anda bisa pilih. Jika tidak kelihatan nama jaringan wireless anda, lakukan refresh dengan meng-klik Refresh Network List pada pojok kiri atas seperti gambar berikut ini. Setelah itu pilih jaringan wireless anda dan kllik Connect pada pojok kiri bawah.
  4. setup client

Setelah komputer anda terhubung pada jaringan wireless, maka tutup windows Wireless Network Connection. Sekarang komputer anda sudah siap untuk browsing internet secara wireless dimana saja di area rumah selama masih dalam jangkauan signal wireless. Anda dengan beberapa komputer yang lain sudah bisa saling share file, document, game online, dan juga share printer.

Referensi: Microsoft.Com

Topologi Local Area Network

Jika kita bicara masalah Local Area Network (LAN), maka seharusnya kita juga harus memahami Topology jarinan LAN yang kita gunakan. Ada banyak jenis topologi LAN untuk berbagai macam jenis jaringan. Kita juga perlu memahami topologi fisik dan topologi logical. Topologi fisik menjelaskan layout dari suatu media jaringan seperti kabel tembaga, kabel fiber optic, dan yang lagi ngetrend sekarang ini adalah wireless. Sementara topologi logical konsen masalah jalur logical jaringan dimana data bisa melewatinya dari satu tempat (komputer) ke komputer lainnya.

Lihat juga topologi jaringan LAN dalam real industry serta infrastructure jaringan.

Berikut ini adalah jenis topologi LAN dasar:

  • Bus
  • Star
  • Ring
  • Mesh
  • Hybrids

Bus Topology

Jenis pertama dalam topologi LAN adalah topologi Bus yang merupakan jenis pertama dalam teknologi jaringan Ethernet dan terdiri dari cable coaxial yang terhubung ke semua komputer yang ada dalam jaringan dimana tiap komputer terhubung dengan sambungan konektor BNC jenis T. Gambar berikut menunjukkan jenis topologi Bus.

Bus topology LAN

Semua komputer berkomunikasi melalui Bus yang sama – makanya Bus juga merupakan topologi logical juga. Umumnya dalam topologi Bus ini memerlukan adanya algoritma pendeteksi collision (CD – collision detection) atau penghindar collision (CA – collision avoidance) karena sifat dari Bus ini adalah broadcast ke semua komputer sehingga rentan terjadinya tabrakan packet.

Pro:

  • Topologi Bus ini sangat sederhana dan gampang di implementasikan dengan jalan menyambung ke semua computer dengan hanya satu backbone kabel BNC.

Cons:

  • Topologi Bus ini memerlukan terminator yang bagus dan sempurna pada kedua ujung kabel Bus. Yang paling sering terjadi adalah short circuit antara data dan ground jika sambungan terminator tidak bagus. Terminator yang tidak bagus bahkan bisa menyebabkan jaringan tidak berfungsi.
  • Dengan satu kabel trunk tunggal menjadi satu titik tunggal kegagalan, satu titik bermasalah maka akan menyebabkan kegagalan total semua jaringan.
  • Susah dalam troubleshooting masalah jika terjadi kegagalan fungsi kabel. Anda harus memeriksa segmen per segmen untuk mengidentifikasikan titik kesalahan.

Jenis topologi Bus ini sudah tidak popular lagi sekarang ini bahkan sudah susah untuk mencari Ethernet jenis BNC.

LAN Star Topology

Topologi LAN kedua adalah topologi Star. Star seperti halnya anda menarik satu kabel jaringan setiap komputer menuju ke pusat kosentrasi seperti Switch, itulah konsep dasar topologi Star. Switch menangani Switching traffic keluar ke node lainnya dalam jaringan. Gambar diagram berikut ini menunjukkan gambaran topologi Star.

Star topology LAN

Pro:

  • Manajemen jaringan mudah melalui per port Switch. Manajemen dan administrasi bisa dilakukan secara remote oleh administrator yang authorized.
  • Setiap kegagalan di salah satu port tidak akan menyebabkan kegagalan total jaringan.
  • Instalasi kabel jaringan ke setiap port tidak akan mengganggu layanan jaringan seperti halnya pada topologi Bus.
  • Tidak diperlukan terminator.

Anda bisa perhatikan sekarang ini bahwa hampir semua implementasi jaringan menggunakan topologi Star dalam implementasi fisiknya.

Ring Topology

Topologi LAN ketiga adalah topologi Ring. Dibanding topologi Bus dan Star, topologi Ring ini lebih complex akan tetapi menawarkan feature yang menarik. Node berkomunikasi dengan formasi Ring, dengan setiap node berkomunikasi langsung hanya dengan upstream dan downstream tetangganya saja.

Gambar berikut menunjukkan topologi Ring. Sebenarnya topologi Ring ini di implementasikan secara fisik seperti topologi Star.

Ring topologi LAN

Pada topologi Ring, akses kepada jaringan dikendalikan melalui sebuah Token yang melewati dari node ke node dengan mekanisme arbitrasi (juri). Setiap node mengambil gilirannya dengan mengklaim Token saat Token melewati dari tetangga ke tetangganya, dan saat node mengambil Token, mengambil gilirannya dan mengirim Token kedalam ring. Sebuah data packet di kirim dari node ke node berikutnya sampai ke node tujuan. Setelah node tujuan menerima packet, ia memodifikasi paket untuk menstempel bahwa paket diterima dan dikirim kembali ke dalam ring. Akhirnya paket menyelesaikan berkeliling kedalam ring dan node yang mengirim menerima kembali Token tersebut dan memberikan catatan kalau paket sudah terkirim sempurna. Jika node pengirim sudah selesai, kemudian ia akan melepas Token ke tetangganya dan proses berulang lagi.

Topologi Ring ini khususnya dipakai pada jaringan Token-ring

Pro:

  • Tidak diperlukan mekanisme collision detection, sehingga Topologi ring memberikan bandwidth maksimal.
  • Troubleshooting lebih mudah karena setia node hanya mengetahui dan berinteraksi dari kedua sisi tetangganya saja.

Cons:

  • Firmware untuk memelihara Ring adalah sangat complex dan harus ada pada setiap Card jaringan yang ikut berpartisipasi dalam jaringan
  • Implementasi Ring adalah sangat mahal dan hampir semua jaringan LAN sekarang ini hampir semuanya memakai jaringan Ethernet karena lebih murah dan gampang didapat dipasaran.

Mesh Topology

Topologi LAN lainnya adalah topologi Mesh yang merupakan suatu hubungan satu sama lain diantara beberapa node. Umumnya, suatu topologi mesh dimaksudkan untuk keperluan redundancy. Setiap jaringan kampus harus menerapkan suatu topologi mesh untuk mencapai tingkat redundancy dan fault tolerance yang merupakan tuntutan bisnis dari jaringan data mereka.Ada dua jenis mesh yaitu full mesh dan partial mesh topologi. Full mesh – setiap node saling berhubungan satu sama lain dengan dedikasi line tersendiri sementara partial seperti namanya hanya sebagian saja mempunyai jalur menurut kebutuhan.

Gambar berikut menunjukkan topologi Mesh secara umum, setiap piranti / node mempunyai koneksi ke setiap piranti lainnya pada jaringan.

Topology Mesh LAN

Pros:

  • Partial mesh dirancang untuk memberikan redundancy dimana memang diperlukan saja.

Cons:

  • Full mesh adalah sangat tidak praktis terkecuali untuk jaringan yang skalanya kecil saja.
  • Biaya implementasi full mesh adalah sangat mahal sekali karena bersifat redundancy untuk keperluan fault tolerance.

Hybrid Topologies

Pada environment yang besar, anda bisa mengimplementasikan banyak switches satu sama lain untuk membuat jaringan LAN yang besar agar bisa mendukung banyak node. Topologi hybrid ini menggabungkan topologi-topologi diatas bersama untuk membentuk tiga topologi hybrid yang popular: Tree, Hyrarchical star, dan star wireless.

Tree Hybrid Topology

Gambar dibawah menunjukkan kombinasi topologi: Star topologi dikombinasikan dengan topologi bus.

Hybrid tree topology LAN

Pro:

  • Suatu komputer yang gagal tidak akan menyebabkan kegagalan semua system jaringan.
  • Jika satu switch tidak berfungsi, ia akan hanya tidak berfungsi pada jaringan pada switch itu saja, sementara komputer lainnya pada switch yang lain masih bisa berkomunikasi secara normal.

Cons:

  • Jika ada masalah pada backbone, maka setiap group switch hanya bisa berkomunikasi pada segmen-segmen switch saja.

Hierarchical Star Topology

Untuk jaringan yang besar anda bisa melakukan konfigurasi dalam topologi hierarchical star seperti tampak dari gambar berikut ini.

Hirarchical star topology LAN

Pros:

  • Bisa diimplementasikan pada jaringan yang luas.
  • Switches bisa dikonfigurasikan secara redundancy untuk menghindari satu kegagalan tunggal uplink.

Cons:

  • Ada batasan ukuran besarnya jaringan seperti design IP address dan juga issue masalah timing jika tanpa memperkenalkan technologi routing.

Star Wireless

Teknologi wireless telah banyak menjelma kesemua jaringan sekarang ini dan memakai topologi hybrid. User perlu berada dalam jangkauan wireless roaming untuk bisa berpartisipasi dalam jaringan wireless. Lihat juga jaringan wireless.

Topologi star perlu dibangun untuk menggabungkan banyak access point tersebar seantero bangunan untuk menjamin cakupan wireless kesemua node yang berpartisipasi dalam jaringan. Mengingat jaringan wireless terus berevolusi, begitu juga topologi yang mendukungnya terus berkembang seiring dengan temuan-temuan teknologi baru.

Diagram Jaringan Komputer

Urgensi perlunya adanya diagram jaringan komputer dalam suatu jaringan berskala business menengah sampai skala enterprise, disamping untuk keperluan dokumentasi – sangat berguna dalam membantu melakukan troubleshooting masalah jaringan dan membuat risk assessment dan juga membuat register asset critical.

Akan tetapi sangat disayangkan banyak sekali administrator jaringan tidak membuat diagram jaringan komputer mereka dengan bagus terutama bagi sebagian besar business berskala kecil dan menengah. Kalau untuk skala jaringan rumahan atau SOHO mungkin sangat sederhana jaringannya jadi bukan lah suatu urgensi. Akan tetapi untuk jaringan berskala business yang besar dan enterprise, diagram jaringan adalah suatu keharusan.

Dalam suatu diagram jaringan komputer anda, semua piranti jaringan seharusnya diberi identitas dengan IP address dan diberi label ID yang jelas dan unik. Identitas penaman piranti juga seharusnya mengikuti standard company anda setidaknya mempunyai arti yang jelas, misal mengandung arti tempat, fungsi, dan nomor. Lihat juga artikel mengenai standard konfigurasi jaringan.

Jika kita bicara masalah IP address, kita juga harus membuat perbedaan yang jelas dalam diagram jaringan komputer kita antara IP public dan juga IP private. IP private kita haruslah disembunyikan dari jaringan public dengan suatu mekanisme NAT (network address translation) pada system firewall kita. Umumnya firewall adalah berfungsi sebagai suatu barier atau tapal batas antara jaringan private yang harus kita lindungi dengan jaringan public yang merupakan the wild cloud yang menyimpan banyak potensi ancaman. Untuk itulah firewall haruslah didesign sesecure mungkin. Lihat juga standard keamanan firewall.

Pada umumnya secara prinsip diagram jaringan komputer bisa ditunjukkan pada diagram gambar berikut dibawah ini dimana secara garis besar memisahkan antara jaringan private dan jaringan public disisi endpoint (jaringan internet).

Garis besar diagram jaringan

Piranti jaringan yang berhubungan langsung dengan jaringan public umumnya berupa piranti CSU/DSU (atau secara umum berupa modem – yang terhubung langsung dengan local loop jaringan Telkom Central Office), perimeter router (yang merupakan pertahanan lini depan dari system kemanan jaringan kita), dan firewall. Dalam suatu jaringan kecil untuk kebutuhan rumahan, para pabrikan jaringan mengemas ketiga fungsi diatas kedalam suatu piranti tunggal misal gateway router dengan built-in DSL modem DSL-2540 D-Link. Akan tetapi banyak juga yang menggabungkan fungsi wireless router dan built-in DSL modem seperti DSL-2640 D-Link. Semua piranti ini umumnya mempunyai 4 buah port Ethernet (yang terkoneksi kepada jaringan private) dan satu port WAN (yang berhubungan langsung kepada public network).

Diagram Jaringan Komputer Redudansi

Dalam skala jaringan business menengah dan klas enterprise, diagram jaringan komputer nya adalah sangat kompleks yang bisa meliputi beberapa Virtual LAN, link redudansi, dan terkadang meliputi beberapa jaringan DMZ (demilitarized zones) dibelakang firewall. Lihat juga topologi jaringan firewall.

Gambar berikut ini adalah diagram jaringan komputer local yang banyak mengandung link redundansi untuk koneksi WAN, dan juga link redundansi untuk setiap uplink Switches.

Diagram jaringan komputer redundansi

Pada diagram jaringan komputer diatas, uplink Switches di pasok dari dua Switches inti. Semua switches haruslah di enable protocol STP nya untuk menghindari adanya broadcast storm.

Jika dalam jaringan anda mempunyai banyak Virtual LAN juga, maka haruslah ditandai untuk setiap komputer dengan ID VLAN. Penggunaan dari Switching layer 3 adalah sangat dianjurkan jika ada implementasi segmentasi jaringan dengan VLAN untuk meningkatkan performa jaringan local.

Diagram jaringan komputer sangatlah dibutuhkan dalam membantu anda sebagai administrator jaringan untuk troubleshooting jaringan dan juga memudahkan dalam membuat risk assessment dam membuat registrasi critical assets. Dengan mempunyai registrasi critical assets, anda bisa memberikan perhatian lebih dimana titik-titik kelemahan kritis jaringan anda, sehingga anda bisa membuat system pengendalian in case ada disaster di kemudian hari. Dengan begitu kesinambungan business anda bisa direncanakan dengan rapi.

Dewa19 - Lelaki Pencemburu


F#5A5E5B
Detak di Setiap Detik.. Jantung di dada ini.. semakin cepat
F#5A5E5B
Saat Kau Meng ucapkan.. Kata kata yang mungkin.. Tak Masuk Akal
F#5A5E5D
Kita harus jenius.. untuk hanya mengendus.. konspirasi tak mulus
F#5A5E5D
Hatiku Yang Hangus.. Ingin terus meringkus.. Akal Bulus dan Rakus

Reff:
F#5A5E5
Aku Takkan Peduli.. Siapa Yang Berani
D5F#5
Mendekati Kamu.. Akan Kubunuh
A5E5
Aku Hanya Lelaki.. Yang Sedang Cemburu
D5F#5
Terbakar Asmara.. mencintai kamu

I Am Just A Jealous Guy.. A Real Mad n Jealous Guy
F#5A5E5
I'm a Jealous Guy.. I'm a jealous guy.. I'm a jealous guy..I'm a jealous

F#5A5E5D
Jangan Sampai terbius.. Lelaki Yang tak becus..Yang berwajah seperti Tikus
F#5A5E5D
Aku sangat serius.. Merebut Cinta yang tulus.. Meski aku terhunus

~Back To Reff~

Solo Bass

Solo Guitar:

|---------10-0---------------12--14/16--14^----16-14---------|
|----9-0--------------12/14--------------------------15-15^--|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|---15/18--18-16----20^-----20-19-17-15^-17------------------|
|----------------18-------------------------18^^-------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|
|------------------------------------------------------------|



i hope you enjoyed......................:D