Selasa, 08 November 2011

Pembuktian Keimanan dengan Metode Sains

Hukum fisika menegaskan bahwa setiap apa yang ada dalam ruang akan selalu menjalani waktu. Dalam kehidupan sehari-hari, rangkaian itu disebut ‘proses’. Proses yang dimaksud adalah seni pembentukan pola-pola waktu menjadi lebih teratur. Untuk optimalisasi, kita biasanya memunculkannya dalam bentuk prosedur kerja yang bisa diterima semua orang, semacam ‘program aplikasi’ dalam istilah Teknologi Informasi (TI) . Karena manusia cenderung pada hal-hal yang indah dan teratur, maka hampir setiap aktivitas manusia memiliki prosedur kerja yang indah dan teratur. Yang paling menonjol di era sekarang adalah prosedur kerja dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam istilah yang lebih umum, orang-orang biasa menyebutnya metode ilmiah.

Pembentukan metode ilmiah pada mulanya terinspirasi oleh sistem peradilan bangsa Yunani kuno: semua tuduhan harus dibuktikan secara terbuka. Ketika Eropa sedang dalam masa kegelapan di bawah hegemoni gereja, sistem tersebut diadopsi orang-orang Islam. Dari abad 8 sampai abad 13, peradaban Islam mengembangkannya menjadi metode eksperimen. Metode ini selanjutnya menjadi jalan satu-satunya di mana tidak ada jalan lain untuk ilmu pengetahuan1. Sewaktu peradaban Islam runtuh, bersamaan dengan Gerakan Renaisance, metode eksperimen diserap orang-orang Eropa. Hasilnya adalah metode ilmiah yang diajarkan di sekolah-sekolah modern sekarang ini.

Metode Ilmiah

Beberapa kejadian spesifik ditangkap indera, dengan atau tanpa bantuan peralatan. Kejadian ini selanjutnya menjadi masalah bagi si pengamat. Pikiran mengolah ciri-ciri fisik fenomena tersebut, lalu data-data akan dikumpulkan dalam waktu yang lama, sebelum diputuskan. Semacam penjelasan lalu dibangun dalam pola-pola tertentu, sehingga dengan alasan induktif pikiran akan memanfaatkannya untuk menyusun hipotesis. Untuk menghindari adanya spekulasi, alasan tersebut harus melibatkan proses generalisasi, dan itu biasanya menjadikannya tipe alasan yang paling sulit. Hipotesis biasanya mempunyai kerangka yang sebagian atau semuanya menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa sehari-hari. Bahasa yang dipakai adalah matematika.

Selanjutnya hipotesis digunakan untuk mengira apa yang akan terjadi di masa depan jika cara-cara tertentu digunakan. Perkiraan itu bisa diambil dari hipotesis dengan menggunakan alasan yang deduktif (maksudnya main comot aja!). Perkiraan ini akan dibuktikan melalui eksperimen. Dalam hal ini, eksperimen mungkin mudah dirancang, tapi dalam banyak kasus biasanya cukup merepotkan. Butuh peralatan yang rumit, canggih, dan tentunya mahal, serta butuh banyak pekerja. Kalaupun semua itu sudah dibangun, sering kali para peneliti kurang sabar untuk mengolah informasi-informasi yang telah didapatkan.

Setelah tahap percobaan diselenggarakan, hasilnya disesuaikan dengan perkiraan. Karena hipotesis sifatnya umum dan perkiraan sifatnya khusus, maka percobaan tersebut tidak serta-merta membuktikan kebenaran hipotesis, tapi sekedar mendukung. Tapi kalau percobaan tidak cocok dengan perkiraan, maka dapat dipastikan bahwa hipotesis tersebut salah. Einstein mengekspresikan kecenderungan ini ketika ia mengungkapkan: “Tidak ada sejumlah pecobaan yang bisa membuktikan bahwa aku benar, tapi satu percobaan saja akan membuktikan kesalahanku”.

Hipotesis yang salah harus didaur ulang–dimodifikasi sedikit atau diubah secara keseluruhan—atau yang lebih tragis biasanya dibuang begitu saja. Keputusan tentang seberapa besar perubahan tersebut bisa jadi merupakan tugas yang justru lebih sulit dan runyam dari penyusunan awalnya. Hipotesis generasi baru itu tentu harus melewati prosedur kerja yang berurutan dari awal lagi, dan begitu seterusnya.2

Keimanan Harus Dibuktikan

Sebagian orang mengira bahwa memahami alam itu bagaikan membuka kotak dalam kotak. Hasil pemahaman itu, maksudnya sains, akan terus memperbaiki diri seiring dengan penemuan demi penemuan. Konsekuensinya, kita tidak akan pernah mencapai pada apa yang disebut ‘penjelasan terakhir’. Kita akan senantiasa mendapati kotak-kotak baru di dalam kotak yang telah berhasil dibuka, dan begitu seterusnya. Namun Hawking betul-betul meragukan anggapan ini. Dalam pelantikannya sebagai Lucasian Profesor of Mathematics pada lembaga ilmiah tertua di planet bumi ini, Royal Society, beliau mengejutkan kalangan fisika dengan tema ceramah yang disampaikannya: “Apakah Akhir dari Fisika Teoretis telah Tampak?”.3

Dalam filsafat Aristotelian, alam semesta dianggap sebagai suatu objek raksasa yang mengandung peraturan alami yang sangat disiplin dan teratur. Aturan yang dimaksud selanjutnya disebut hukum alam. Selepas abad pertengahan, filsafat itu dikembangkan lebih lanjut oleh Rene Descartes dari Prancis. Filsafat Cartesian menyatakan bahwa keteraturan alam seperti sebuah mesin, setiap bagiannya bertalian erat satu sama lain membentuk pergerakan universal yang rumit. Sebagai makhluk yang dibekali kecerdasan dan rasa ingin tahu luar biasa, manusia tentu akan bertanya-tanya: bagaimana cara kerja mesin alam? Beberapa generasi pemikir melakukan spekulasi filsafat, uji coba, eksperimen, dan yang terakhir telaah matematika. Suatu masa di ujung abad 20, hampir semua orang yakin bahwa sains telah hampir mengetahui semuanya. Orang-orang meyakini bahwa selangkah lagi sains akan mencapai kesempurnaan. Dan Stephen Hawking disebut-sebut sebagai pengemban tantangan paling berat dalam sejarah peradaban tersebut.

Hawking adalah salah satu ilmuwan paling cemerlang di era modern ini. Kedudukannya sering disejajarkan dengan Isaac Newton dan Albert Einstein. Sejak usia 20-an, beliau menderita penyakit Lou Gehrig atau ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit saraf motorik yang mematikan pertumbuhan otot atau daging. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan bisa membawa kematian. Ketika beliau mencapai puncak kecemerlangannya, penyakit tersebut bukan hanya telah melumpuhkannya, tapi juga sudah membungkamnya (membuatnya bisu, karena otot lehernya mati). Namun, orang-orang berharap banyak pada otaknya, satu-satunya organ tubuh yang tidak terpengaruh penyakit itu. Meskipun pada awalnya dokter memvonis hidupnya tinggal dua tahun lagi, namun Hawking bisa bertahan sampai sekarang. Dan semua orang masih menunggu Hawking menyelesaikan tantangan tersebut.

Sayang sekali, sampai datangnya millenium ketiga, melalui karya fenomenalnya yang berjudul A Brief History of Time, Hawking hanya bisa berkata: “Kita akan segera mengetahui pikiran Tuhan”4. Kalau kita menengok sejarah, kita pun akan mendapati pernyataan-pernyataan serupa yang pernah diucapkan berbagai tokoh terkemuka sains. Albert Michaelson, ketika hendak melakukan eksperimen ‘berburu eter’, dia dengan sangat meyakinkan berkata: “Tugas fisika hanya tinggal mengisi angka di desimal ke enam”5. Begitu juga Max Born yang juga pernah sesumbar: “Enam bulan lagi fisika akan berakhir”.6

Jangan-jangan ungkapan-ungkapan itu hanyalah bentuk kekaguman mereka atas kecerdasan mereka sendiri. Hampir semua orang sepakat bahwa alam semesta adalah suatu konstruksi raksasa dengan sistem yang menyerupai sebuah mesin. Bayangkan seorang insinyur yang membuat buku panduan untuk mesin buatannya, begitu pulalah pekerjaan Tuhan dalam mencipta ‘mesin’ alam semesta-Nya. Dia tentu membuat semisal buku panduan untuk alam semesta-Nya. Dan buku panduan tersebut tidak lain adalah kitab suci. Untuk itu, metode ilmiah harus diperluas dengan basis kitab suci.

Selain memiliki kebenaran ilahiah, yakni kebenaran yang diyakini telah melekat sejak kemunculannya, ayat-ayat kitab suci juga harus mengandung kebenaran yang sifatnya ilmiah atau bisa dibuktikan secara terbuka melalui sidang pengadilan, eksperimen, atau cara-cara apapun, karena pada dasarnya hanya ada satu definisi kebenaran yang kita ketahui. Tak masalah jika kebenaran yang diyakini sebagai ‘iman’ dijadikan sebagai bahan fundamental metode ilmiah. Intinya, bahwa keimanan juga harus bisa dibuktikan.

Metode Dualisis

Hawking yakin betul bahwa manusia akan segera memahami pikiran Tuhan, maksudnya kita akan segera mencapai kesempurnaan sains. Cara yang beliau tempuh melalui matematika mungkin sudah mentok, tapi bukankah pepatah “masih banyak jalan menuju kota Roma” masih relevan? Saya hanya ingin mengatakan (khususnya kepada Hawking) bahwa kalau kita ingin mengetahui pikiran Tuhan, sebaiknya tanyakan langsung kepada Tuhan. Itu bisa dilakukan dengan memperluas metode ilmiah yang semata berbasis empirisme menuju basis kitab suci. Metode yang dimaksud selain memuat hipotesis, juga memuat holitesis (premis kitab suci). Itulah ‘metode dualisis’.

Pertama, pikiran mengolah ciri-ciri fisik suatu fenomena, kemudian data-data dikumpulkan dalam waktu lama. Berdasarkan data-data itu, dibangunlah hipotesis, yang melibatkan matematika. Hipotesis ini dibangun dengan alasan induktif, melalui suatu proses generalisasi. Selain itu, dengan alasan deduktif, sebuah premis disimpulkan dari pernyataan-pernyataan kitab suci, yang tentunya bertalian dengan hipotesis. Premis inilah yang kemudian disebut holitesis.

Sekarang bayangkan cara makan pizza yang benar. Yang harus dilakukan pertama kali adalah memotong-motong pizza itu menjadi bagian-bagian kecil. Bentuk pizza adalah lingkaran. Lazimnya lingkaran, tentu memiliki titik pusat dan keliling. Ibaratkan titik pusat itu sebagai hipotesis dan garis sepanjang tepi atau kelilingnya sebagai holitesis. Kalau salah satunya tidak ada, bagaimana orang bisa memotong-motong pizza itu? Fungsi holitesis di sini sebagai penopang hipotesis, dengan cara memberi ‘pemastian’ tentang apa yang dinyatakan hipotesis, seperti garis yang memastikan tepi suatu pizza .

Selanjutnya, kalau hipotesis sudah mempunyai prosedur matematika yang lengkap, maka ia bisa digunakan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa-masa mendatang apabila cara-cara tertentu digunakan. Perkiraan dibuat dengan alasan deduktif, sedemikian rupa sehingga apa yang diperkirakannya bertalian dengan holitesis. Sebut saja perkiraan semacam ini ‘perkiraan baku’. Perkiraan baku kemudian akan dibuktikan melalui percobaan. Hasil-hasil percobaan lalu dibandingkan lagi dengan perkiraan. Karena hipotesis-holitesis bersifat umum, dan perkiraan bersifat khusus, maka hasil percobaan yang cocok tidak serta-merta membenarkan mereka, tapi hanya mendukungnya. Tapi kalau hasilnya tidak cocok, beberapa aspek hipotesis pasti salah, begitu juga holitesis. Jika memang belum yakin, hipotesis bisa didaur ulang dan holitesis juga harus mencari alternatif pemastian lain (misalnya dengan rujukan kitab tafsir yang lain), lalu diuji coba lagi, dan begitu seterusnya.

Kalau hasil percobaan berikutnya betul-betul tidak cocok bagaimana? Kita punya dua keuntungan besar: mata kita jadi tahu bahwa alam semesta memang tidak punya karakteristik seperti apa yang diperkirakan sebelumnya, dan hati kita pun akan mulai menyadari bahwa kitab-kitab yang mengandung pernyataan seperti itu perlu dipertanyakan kesuciannya, sebab ia salah menginformasikan sifat-sifat alam, yang seharusnya tidak boleh terjadi. Ingatlah, sebuah kitab dikatakan ‘suci’ apabila semua penjelasannya bernilai ‘benar’. Apabila ia salah, meskipun hanya ‘secuil’ aspek saja, maka ia harus dicoret dari daftar kitab suci.

Misalnya, dalam beberapa ayatnya, Alquran menjelaskan bahwa organisme manusia berasal dari sari pati tanah, lalu sari pati tersebut dijadikan air mani (sperma) yang disimpan ditempat yang kokoh atau rahim (QS. 23:12-13). Kalau memang pernyataan ini tidak sesuai dengan realitas, maka Alquran harus dicoret dari daftar kitab suci. Jadi, metode ini adalah tantangan bagi ilmuwan spiritualis, ustad, pastur, bikshu, masyarakat religius, dan sebagainya untuk terjun langsung ke lapangan observasi untuk mengukuhkan kesucian kitab yang mereka imani.

Metode dualisis bagaikan delta pada muara diantara dua anak sungai. Delta itu membentuk endapan dari penggabungan metode sains dan metode teks kitab suci. Pemikiran kedua-duanya mengalir deras dalam kanal alami masing-masing. Ketika mereka dipertemukan dalam satu muara, mereka akan meninggalkan sari-sari subtansial masing-masing untuk saling berintegrasi satu sama lain, sehingga akan menjadi endapan yang subur untuk pertumbuhan pemikiran berikutnya. Dan metode ini begitu kuat menggabungkan dua kelompok cendikiawan yang senantiasa bertikai, ilmuwan dan agamawan.

Definisi Kitab Suci

Bagaimana cara menentukan definisi kitab suci? Tuhan telah menginformasikan—yang ditransfer melalui Muhammad dalam bentuk yang dikenal sebagai hadits—bahwa sepanjang sejarah peradaban manusia di bumi ini, Tuhan telah melantik sejumlah 124.000 manusia pilihan sebagai nabi, yang pertama adalah Adam dan yang terakhir adalah Muhammad itu sendiri. Dari sekian jumlah tersebut, hanya 313 orang saja yang selain dilantik sebagai nabi juga diberi tugas sebagai rasul.

Apa bedanya nabi dan rasul? Mereka yang dipilih sebagai nabi diberi informasi secara langsung (wahyu) oleh Tuhan tentang diri-Nya dan alam semesta ciptaan-Nya, tanpa dibebani kewajiban untuk mewartakannya kepada orang lain. Sedangkan seorang rasul adalah manusia pilihan yang selain dianugerahi wahyu, juga diberi tanggung jawab untuk memberitakannya kepada semua orang atau hanya terbatas pada suatu bangsa yang sedang mengalami degradasi di zamannya. Ciri paling umum dari seorang rasul adalah memiliki kitab suci, meskipun isinya hanya sepatah kata sekalipun. Berdasar informasi ini, peradaban kita seharusnya memiliki sejumlah 313 judul teks kitab suci. Sayangnya, kita kehilangan sebagian yang sangat besar dari jumlah tersebut. Hanya beberapa judul saja yang sampai di tangan generasi modern, sebagian besar ada di catatan Perjanjian Lama, sebagian lagi ada di catatan Injil dan Alquran, dan tanpa diketahui kaitan historisnya sebagian lagi ada di catatan Budhisme, Hinduisme, dan sebagainya.

Masalah yang paling berat sebetulnya terletak pada ketiadaan kata sepakat bahwa kitab-kitab tersebut berasal dari satu Tuhan yang sama. Ada dua faktor yang menimbulkan hal ini, yakni faktor historis dan intervensi manusia.

Pertama, disebabkan sistem informasi yang sangat buruk di masa lalu, suatu informasi dapat berubah seiring dengan bergulirnya masa. Distribusi informasi yang hanya dari mulut ke mulut sangatlah memungkinkan terjadinya mis-interpretasi antar generasi. Semua orang sudah maklum, tidak ada orang yang dengan sangat teliti bisa mentransfer suatu informasi dengan keautentikan mencapai 100%7. Kalau tidak dikurangi, mungkin ditambahi. Ini mungkin sudah menjadi sunatullah atas diri manusia. Nah, kurang-kurangan dan tambah-tambahan itu lama-kelamaan akan semakin terakumulasi dan meluas ke bidang-bidang baru. Hal ini akan mengakibatkan tersingkirnya informasi asli sedikit demi sedikit, sehingga tanpa sadar, di suatu masa depan, bahkan informasi asli tersebut telah terkubur oleh bumbu-bumbu yang ditaburkan para pentransfer informasi kitab suci. Apalagi teknologi komunikasi dan informasi zaman para nabi hanya mengandalkan kepercayaan dan kejujuran para usernya, yang memang sangat diragukan.

Yang kedua, faktor intervensi manusia. Konsekuensi faktor yang satu ini jauh lebih membahayakan, karena penyelewengannya akan terjadi pada generasi yang tidak jauh dari generasi nabi. Para penulis, penyalin, penerjemah, dan penafsir kitab suci sering kali dengan kesengajaan memanipulasi data dan informasi suatu kitab suci. Kesengajaan tersebut biasanya didasari beragam kepentingan: politik, ekonomi, sosial, budaya, dan sebagainya. Kesengajaan itu pun biasanya didasari beragam motivasi: ada yang baik dan ada juga yang buruk. Yang jelas, apa yang mereka kerjakan telah membuat kitab suci tidak orisinal lagi, sehingga nilai sakralnya hilang. Bukan hanya itu, pekerjaan mereka juga kerap membuat suatu kitab suci justru mengandung informasi yang salah. Dan di sinilah terletak pentingnya penyeleksian melalui metode dualisis.

Sebuah aset yang melimpah jika kita sekarang memiliki beragam kitab suci. Semuannya sejajar dalam metode dualisis. Seiring dengan berjalannya masa, realitas atau fakta akan menyeleksi kitab mana saja yang betul-betul memenuhi standart metodologi. Setiap orang harus legowo kalau memang di dalam kitab suci yang sangat diyakininya mengandung beberapa informasi yang tidak sesuai, sehingga harus dicoret dari daftar kitab suci.

Masih ingat perseteruan antara kelompok yang yakin keberadaan penjelasan terakhir (kelompok Hawking) dan kelompok yang tidak percaya akan hal itu (ilmuwan pada umumnya)? Pekerjaan manusia untuk memahami alam ini merupakan pekerjaan abadi yang tak akan pernah berhenti pada suatu titik sejarah. Pekerjaan Tuhan ialah menciptakan, mengurus, dan mengatur semesta raya, sedangkan tugas makhluk-makhluk cerdas seperti kita tentu memahaminya. Yang dimaksud ‘penjelasan terakhir’ semuanya telah termaktub dalam kitab suci. Seperti halnya seorang insinyur membuat buku panduan untuk mesin buatannya, Tuhan pun tentu membuat semisal buku panduan seperti itu untuk alam buatanNya. Manusia harus mencarinya tanpa kenal lelah, melalui matematika, hipotesis-hipotesis, holitesis-holitesis, perkiraan-perkiraan, dan dengan cara apapun, asalkan tidak melanggar peraturan Tuhan.

Kasus Penyimpangan

Metode dualisis telah digunakan secara luas oleh para pemikir generasi terdahulu, terutama dari kalangan agama. Sebagai bukti, saya akan mengajukan dua kasus yang bisa dijadikan bukti bahwa ia telah ada di tengah-tengah kita sejak dulu: kasus Geosentrisme dan kasus tafsir ilmiah Alquran. Gaya ilmiah yang dipakai orang-orang di dalamnya hampir mirip metode dualisis, hanya saja mereka membalik prosesnya: sama sekali tidak konsisten dengan eksperimen.

Sejak pertengahan abad 19, orang Islam dihadapkan pada tantangan hebat dari Barat, bukan hanya pada bidang politik, ekonomi, dan militer, tapi telah meluas sampai ke bidang sosial-budaya, termasuk bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Tantangan ini memberi pengaruh sangat besar terhadap pandangan hidup serta pemikiran orang Islam. Di sana-sini mereka menyaksikan kekuatan Barat dan kemajuannya dalam bidang ilmu pengetahuan. Di sisi lain, mereka merasakan kelemahan dan kemunduran diri mereka sendiri dalam berbagai lapangan kehidupan, terutama iptek. Keadaan ini menimbulkan semacam perasaan rendah diri (inferiority complex) pada sebagian besar dari komunitas mereka. Para intelektual muslim berusaha membuat reaksi, meskipun dengan cara-cara yang tidak tepat. Ada yang mengambil sikap apatis atau acuh tak acuh terhadap kemajuan Barat, ada juga yang dengan spontan meletakkan senjata untuk menyerah dengan mengikuti segala sesuatu yang bercorak Barat, meskipun dalam hal yang menyangkut kepribadian dan adat-istiadat. Ada pula kelompok yang mengajak masyarakat Islam untuk mengikuti, menerima, dan belajar ilmu pengetahuan dari Barat serta sistem-sistemnya mencapai kemajuannya, tanpa perlu meninggalkan kepribadian sendiri.

Selain itu, satu hal yang tidak bisa dipungkiri telah mewabah di kalangan Islam adalah pelampiasan dengan mengingat kejayaan masa lalu. Pengaruhnya sangat signifikan untuk perkembangan pemikiran, khususnya pada metode penafsiran Alquran. Setiap ada penemu Barat yang menemukan sesuatu yang baru, orang Islam cepat-cepat berkata: “kitab suci kami sejak 14 abad silam sudah menyatakannya”, atau “Alquran mendahului sains”, dan sebagainya. Oleh Dr. Quraisy Shihab, melalui bukunya yang berjudul Membumikan Alquran, semua pernyataan itu dikatakan sebagai kompensasi dari perasaan rendah diri tadi. Di lain pihak, orang-orang Barat hanya tersenyum mengejek melihat keadaan orang Islam, dan senyuman tersebut terkadang disertai dengan kata-kata sinis: “Kalau memang itu yang terjadi, kenapa tuan-tuan tidak menyampaikan hal itu sebelum kami menghabiskan waktu dalam penyelidikan?”.8

Metode tafsir Alquran yang dikerjakan generasi Islam sekarang hampir mendekati metode dualisis, mereka hanya membalik prosesnya. Saya kira hal itu terjadi karena mereka enggan ikut bergabung ke lapangan observasi. Sebagian intelektual muslim justru membawa hasil-hasil penyelidikan sains kepada Alquran, dan mencari ayat-ayat yang mungkin mendukungnya. Metode dualisis yang saya ajukan mengharuskan agar Alquran-nya yang dibawa masuk ke dalam prosedur observasinya, bukan malah sebaliknya. Saya kira keengganan orang Islam inilah yang menyebabkan mereka masuk ke dalam zaman kegelapan, selain sebab-sebab yang lain. Gaya tafsir ilmiah seperti ini juga pernah menjangkiti orang Kristen pada abad pertengahan.

Pada abad 2 masehi, berbarengan dengan penulisan Alkitab, institusi gereja berdiri. Setelah melalui serangkaian pertempuran, pada abad 5 masehi, gereja mengambil alih kekaisaran Romawi Barat, yang berpusat di kota Roma. Pengambil-alihan ini sekaligus menandai masuknya ‘benua biru’ menuju zaman kegelapan. Gereja terus merambah pedalaman Eropa dan menguasai masyarakatnya dalam berbagi sektor, termasuk sektor ilmu pengetahuan dan teknologi. Puncaknya terjadi pada abad 17, ketika Galileo menerapkan metode eksperimen untuk ilmu pengetahuan di lingkungan mereka. Gereja mengakuisisi beliau tanpa melalui proses peradilan yang seharusnya.

Telaah Alkitab

Metode telaah Alkitab yang dikerjakan gereja lebih bersifat indoktrinasi. Para cendikiawan gereja penafsir Alkitab biasanya menganut teori-teori tertentu yang diyakini kebenaran dan kesuciannya, karena dianggap cocok dengan pernyataan kitab suci. Misalnya Teori Geosentrik (planet bumi sebagai pusat alam semesta) yang dinyatakan Aristoteles pada zaman sebelum masehi dan disempurnakan Claudius Ptolemeus pada zaman pergerakan gereja. Mereka melontarkan nas-nas Alkitab yang dianggap mendukung teori tersebut, misalnya pada ayat: “Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali (Pengkhotbah 1:4-5)”. Dan ada juga ayat: “Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh (Yosua 10:13)”.

Ayat-ayat di atas ditafsirkan secara harfiah sebagai Geosentrisme, sehingga siapa saja yang mengingkarinya sama saja mengingkari Alkitab. Sebab itu, mereka yang ingkar divonis kafir atau keluar dari Kristianitas, dan berhak mendapat kutukan. Anehnya, sepakatnya gereja terhadap konsep Aristoteles sama sekali tidak melalui prosedur eksperimen yang semestinya. Di lain pihak, para ilmuwan mengerjakan penyelidikan-penyelidikan ilmiah. Sayangnya, hasil yang mereka dapatkan sangat bertentangan dengan kepercayaan yang dianut gereja. Akibatnya, tidak sedikit ahli ilmu pengetahuan yang menjadi korban dari penemuannya sendiri: Bruno Bauer, George van Paris, yang puncaknya terjadi pada kisah penghakiman Galileo Galilei. Saya kira kisah ini juga menunjukkan bahwa metode dualisis juga sudah dikerjakan generasi manusia terdahulu, meskipun cara yang mereka tempuh kurang tepat.

Sudah cukup kiranya itu saja yang terjadi. Di masa-masa mendatang, generasi penerus perjuangan manusia di planet ini harus berbenah. Gaya tafsir ilmiah yang tidak konsisten dengan data-data empiris harus dibuang jauh-jauh. Bagaimanapun, satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa sesuatu adalah benar tentunya harus dengan bukti. Dan bukti tersebut hanya bisa diungkapkan melalui eksperimen, selain cara-cara yang lain. Metode dualisis yang sedang dibicarakan di sini bermaksud membawa kitab suci dan kita sendiri (sebagai subjek) untuk terlibat langsung ke lapangan observasi. Seharusnya tak usahlah enggan kalau memang kita meyakini bahwa kebenaran ilahiah dan kebenaran ilmiah itu sama. Generasi ini harus bisa membuktikannya, tidakkah Anda tertantang!

Dikutip dari:

1Seri Mengenal dan Memahami Newton dan Fisika Klasik (William Rankin)

2Lima Masalah Terbesar Sains yang Belum Terpecahkan (Arthur W. Wiggins dan

Charles M. Wynn)

3Stephen Hawking: Pencarian Teori Segala Hal (Kitty Ferguson)

4Riwayat Sang Kala (Stephen William Hawking)

5Seri Mengenal dan Memahami Einstein (Joseph Schwartz dan Michael McGuenness)

6Stephen Hawking dan Lubang Hitam (Black Holes) (Paul Strathern)

7Hukum Efisiensi

8Membumikan Alquran (Dr. Quraisy Shihab)


"semoga artikel yg telah dibagikan ini menjadi penyemangat dan penambah gairah hidup, dan juga keimanan serta rasa taqwa kita kepada tuhan yang maha esa lagi maha kuasa".

foto: homepages.udayton.edu

sumber tulisan: http://netsains.com/2008/11/mensinergikan-metode-teks-dan-eksperimen

Nuklir - Energi ramah lingkungan dan aman


sumber: http://microsite.detik.com/display/ristek

Energi Nuklir, Pengertian dan Pemanfaatannya

nuclear-energy-gmrMasalah energi merupakan salah satu isu penting yang sedang hangat dibicarakan. Semakin berkurangnya sumber energi, penemuan sumber energi baru, pengembangan energi-energi alternatif, dan dampak penggunaan energi minyak bumi terhadap lingkungan hidup menjadi tema-tema yang menarik dan banyak didiskusikan. Pemanasan global yang diyakini sedang terjadi dan akan memasuki tahap yang mengkhawatirkan disebut-sebut juga merupakan dampak penggunaan energi minyak bumi yang merupakan sumber energi utama saat ini.

Dampak lingkungan dan semakin berkurangnya sumber energi minyak bumi memaksa kita untuk mencari dan mengembangkan sumber energi baru. Salah satu alternatif sumber energi baru yang potensial datang dari energi nuklir. Meski dampak dan bahaya yang ditimbulkan amat besar, tidak dapat dipungkiri bahwa energi nuklir adalah salah satu alternatif sumber energi yang layak diperhitungkan.

Isu energi nuklir yang berkembang saat ini memang berkisar tentang penggunaan energi nuklir dalam bentuk bom nuklir dan bayangan buruk tentang musibah hancurnya reaktor nuklir di Chernobyl. Isu-isu ini telah membentuk bayangan buruk dan menakutkan tentang nuklir dan pengembangannya. Padahal, pemanfaatan yang bijaksana, bertanggung jawab, dan terkendali atas energi nuklir dapat meningkatkan taraf hidup sekaligus memberikan solusi atas masalah kelangkaan energi.

Fisi Nuklir

Secara umum, energi nuklir dapat dihasilkan melalui dua macam mekanisme, yaitu pembelahan inti atau reaksi fisi dan penggabungan beberapa inti melalui reaksi fusi. Di sini akan dibahas salah satu mekanisme produksi energi nuklir, yaitu reaksi fisi nuklir.

Sebuah inti berat yang ditumbuk oleh partikel (misalnya neutron) dapat membelah menjadi dua inti yang lebih ringan dan beberapa partikel lain. Mekanisme semacam ini disebut pembelahan inti atau fisi nuklir. Contoh reaksi fisi adalah uranium yang ditumbuk (atau menyerap) neutron lambat.

fisi01

Reaksi fisi uranium seperti di atas menghasilkan neutron selain dua buah inti atom yang lebih ringan. Neutron ini dapat menumbuk (diserap) kembali oleh inti uranium untuk membentuk reaksi fisi berikutnya. Mekanisme ini terus terjadi dalam waktu yang sangat cepat membentuk reaksi berantai tak terkendali. Akibatnya, terjadi pelepasan energi yang besar dalam waktu singkat. Mekanisme ini yang terjadi di dalam bom nuklir yang menghasilkan ledakan yang dahsyat. Jadi, reaksi fisi dapat membentuk reaksi berantai tak terkendali yang memiliki potensi daya ledak yang dahsyat dan dapat dibuat dalam bentuk bom nuklir.

reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)
reaksi fisi berantai (sumber: www.scienceclarified.com)

Dibandingkan dibentuk dalam bentuk bom nuklir, pelepasan energi yang dihasilkan melalui reaksi fisi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna. Untuk itu, reaksi berantai yang terjadi dalam reaksi fisi harus dibuat lebih terkendali. Usaha ini bisa dilakukan di dalam sebuah reaktor nuklir. Reaksi berantai terkendali dapat diusahakan berlangsung di dalam reaktor yang terjamin keamanannya dan energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih berguna, misalnya untuk penelitian dan untuk membangkitkan listrik.

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)

reaksi fisi berantai terkendali (sumber: www.atomicarchive.com)

Di dalam reaksi fisi yang terkendali, jumlah neutron dibatasi sehingga hanya satu neutron saja yang akan diserap untuk pembelahan inti berikutnya. Dengan mekanisme ini, diperoleh reaksi berantai terkendali yang energi yang dihasilkannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna.

Reaktor Nuklir

Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah reaktor nuklir paling tidak memiliki empat komponen dasar, yaitu elemen bahan bakar, moderator neutron, batang kendali, dan perisai beton.

skema reaktor nuklir (sumber: http://personales.alc.upv.es

skema reaktor nuklir (sumber:http://personales.alc.upv.es)

Elemen bahan bakar menyediakan sumber inti atom yang akan mengalami fusi nuklir. Bahan yang biasa digunakan sebagai bahan bakar adalah uranium U. elemen bahan bakar dapat berbentuk batang yang ditempatkan di dalam teras reaktor.

Neutron-neutron yang dihasilkan dalam fisi uranium berada dalam kelajuan yang cukup tinggi. Adapun, neutron yang memungkinkan terjadinya fisi nuklir adalah neutron lambat sehingga diperlukan material yang dapat memperlambat kelajuan neutron ini. Fungsi ini dijalankan oleh moderator neutron yang umumnya berupa air. Jadi, di dalam teras reaktor terdapat air sebagai moderator yang berfungsi memperlambat kelajuan neutron karena neutron akan kehilangan sebagian energinya saat bertumbukan dengan molekul-molekul air.

Fungsi pengendalian jumlah neutron yang dapat menghasilkan fisi nuklir dalam reaksi berantai dilakukan oleh batang-batang kendali. Agar reaksi berantai yang terjadi terkendali dimana hanya satu neutron saja yang diserap untuk memicu fisi nuklir berikutnya, digunakan bahan yang dapat menyerap neutron-neutron di dalam teras reaktor. Bahan seperti boron atau kadmium sering digunakan sebagai batang kendali karena efektif dalam menyerap neutron.

Batang kendali didesain sedemikian rupa agar secara otomatis dapat keluar-masuk teras reaktor. Jika jumlah neutron di dalam teras reaktor melebihi jumlah yang diizinkan (kondisi kritis), maka batang kendali dimasukkan ke dalam teras reaktor untuk menyerap sebagian neutron agar tercapai kondisi kritis. Batang kendali akan dikeluarkan dari teras reaktor jika jumlah neutron di bawah kondisi kritis (kekurangan neutron), untuk mengembalikan kondisi ke kondisi kritis yang diizinkan.

Radiasi yang dihasilkan dalam proses pembelahan inti atom atau fisi nuklir dapat membahayakan lingkungan di sekitar reaktor. Diperlukan sebuah pelindung di sekeliling reaktor nuklir agar radiasi dari zat radioaktif di dalam reaktor tidak menyebar ke lingkungan di sekitar reaktor. Fungsi ini dilakukan oleh perisai beton yang dibuat mengelilingi teras reaktor. Beton diketahui sangat efektif menyerap sinar hasil radiasi zat radioaktif sehingga digunakan sebagai bahan perisai.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Energi yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir terkendali di dalam reaktor nuklir dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik. Instalasi pembangkitan energi listrik semacam ini dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

reactor-engr-wisc-edu1

skema pembangkit listrik tenaga nuklir

(sumber: http://reactor.engr.wisc.edu)

Salah satu bentuk reaktor nuklir adalah reaktor air bertekanan (pressurized water reactor/PWR) yang skemanya ditunjukkan dalam gambar. Energi yang dihasilkan di dalam reaktor nuklir berupa kalor atau panas yang dihasilkan oleh batang-batang bahan bakar. Kalor atau panas dialirkan keluar dari teras reaktor bersama air menuju alat penukar panas (heat exchanger). Di sini uap panas dipisahkan dari air dan dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin menghasilkan listrik, sedangkan air didinginkan dan dipompa kembali menuju reaktor. Uap air dingin yang mengalir keluar setelah melewati turbin dipompa kembali ke dalam reaktor.

Untuk menjaga agar air di dalam reaktor (yang berada pada suhu 300oC) tidak mendidih (air mendidih pada suhu 100oC dan tekanan 1 atm), air dijaga dalam tekanan tinggi sebesar 160 atm. Tidak heran jika reaktor ini dinamakan reaktor air bertekanan.


foto:dancewithshadows.com

sumber: http://netsains.com/2009/04/energi-nuklir-pengertian-dan-pemanfaatannya

Selasa, 01 November 2011

Kumpulan Bahasa Nyeleneh


Apa itu Bahasa Kocak?? Bagi masyarakat Surabaya di era 80 sampe 90-an bahkan taon 200-an yang terbiasa mendengar Radio Suzanna kira-kira jam 16.00 Wib di acara Kerajaan Anta Beranta dengan Kaisar Victorio (ssst sekarang sudah menjadi anggota dewan DPR pusat lho) pasti nggak akan lupa istilah bahasa kocak, yaitu : bahasa Jawa atau Indonesia yang konsonan atau vokal-nya mirip dengan bahasa Asing, Oke gak banyak omong saya tuliskan beberapa yang saya ingat, kalo ada yang mau nambahin silahkan saja, kalo orang jawa Insya Alloh bakal tersenyum, hehehe.

BAHASA ARAB
------------
Dikejar Anjing = TA' SAWAAAT
Keluarga Besar = AL MANAA' AN
Ibumu Minggat = MA'MU KABUUR
Kangen = LAMMA TA' JUMFA MINTA' SUUN
Minuman = FANTA WA QOQA QOLA

BAHASA KOREA
--------------
Mobil Mogok = DO RONG DONG
Kangen = SUN DONG YANG
Buah = DON DONG
BEL = DING DONG
Pengemis = NYA DONG
Membawa = MON DONG
Hantu = GERAN DONG
Perampok = NO DONG
Pusar = BO DONG
Kereta kuda = AN DONG
Makanan kecil = BRON DONG

BAHASA MANDARIN
-------------------
Jagoan = SHI PI TYUNG
Mencuri = MA LING
Jagoan mencuri terus jatuh terjengkang = SHI Pi TYUNG MA LING SENG TIBOW GU LUNG KU MING
Bikin Ribut = NABOW SENG
Orang = WONG
Orang Sakti = WONG FEI HUNG
Orang nakal = WONG MOW KONG
Orang hebat = WONG KWAT
Orang semaput = WONG PING SAN
Potongan = CUI LAN
Kera Sakti = SUN GO KONG
Makanan Enak = SYI O MAY BA POW

BAHASA JERMAN
----------------
Tuan laki-laki = HER MAN
Anjing Jantan = HER DER
Tidur = MLUNG KER
Habir Mandi Tidur Pulas = WIS SEGER MLUNGKER NGILER
Takut = GEME TER
Menjijikkan = KLELHER KLELHER
Punggung = GE GER

BAHASA INDIA
--------------
Bumbu Dapur = AREE TUM-BAR MIRI JAHEE
Hidungnya Tersumbat = AREE UPILEE SA JAHEE
Barang pecah belah = Pyaar Pyaar he

BAHASA BELANDA
-----------------
Gatal-gatal = GOO DIKEN
Sandal = KLOM VEN
Tersedak = KLE-LE KEN
Cinta = DE MEN

BAHASA JEPANG
---------------
Perempuan Beranak Banyak = OSHIN TA KABE
Obral = NIKI MURA
Kakek Juru Foto = AKI MOTO
Bokek = SAKURATA
Gajah Naik Becak = KUKIRA TAKADA
Makanan Enak = SOTO KAROMI

BAHASA SPANYOL/PORTUGIS
----------------------------
Pembantu = JONGOS
Gundul = PLONTHOS
Pukul = JOTOS
Tersenyum Terus = PRONGOS
Tidak Hadir = BOLOS
Jadi = DADOS
Keras = ATOS
Berkeringat = DROMOS


BAHASA RUSIA
--------------
Kendaraan = CHEVROLET
Minggir = MEVET
Kecelakaan = SREMVET CHEVROLET
Lengket = KELET
Berdampingan = DEMVET

BAHASA INGGRIS
----------------
Pohon Pisang = THE BOG
Memegang = THE MEK / THE MOK
Melihat = THE LOK
Tidur = THE KOK
Kotor Sekali = THE KILL
Buah Kelapa = THE GUN
Hujan Lebat = THE RES
Tidak Jauh = THE CUT
Setan/Hantu = THE MEET
Orang Ambon Berjalan pelan = MELKY GO SLOW
Gadis Ambon Melihat Bulan = GRACE SEE MON
Ayahku Hilang dalam Perang = DADDY MISS WAR
Ayahku seorang paranormal = DADDY DHUKUN

Demikan aja, kalo ada ejaan atau kata yang salah mohon dimaafin kalo ada yang mau nambahin yaa...silahkan wong gak bayar, hehehe.

sumber:
*http://caxbari.multiply.com/journal/item/9/KAMUS_BAHASA_KOCAK
*http://humor.plazino.com/bebas/bahasa-inggris-lucu.html
*http://emildaf.wordpress.com/2009/06/08/humor-bhasa-kocak
*http://forums.klikajadeh.net/showthread.php/14407-KAMUS-dan-translite-BAHASA-KOCAK

Minggu, 23 Oktober 2011

Misteri piramida-piramida Cina

Selama puluhan tahun, ada sebuah legenda, atau boleh dibilang rumor, yang beredar di dunia barat kalau di sebuah lokasi terpencil di Cina, ada banyak piramida misterius yang bahkan lebih besar dibanding piramida Mesir.


Selama puluhan tahun, pemerintah Cina dan para arkeolognya telah menyangkal keberadaan piramida-piramida ini, dan penyangkalan ini malah membuat dunia barat semakin tertarik untuk menyelidikinya.

Apakah benar ada piramida di Cina?

Apa yang sesungguhnya tersimpan di dalam piramida-piramida ini?

Mengapa pemerintah Cina menyangkal keberadaannya?

Namun, pada masa space imaging dan google earth, sekarang kita bisa tahu kalau piramida-piramida Cina benar-benar ada, bahkan berjumlah hingga 100 buah. Piramida-piramida ini terletak di propinsi Xaanshi di dekat kota kuno Xian.

The Great White Pyramid
Pada tahun 1983, Bruce Cathie, seorang penulis selandia baru mengaku kalau pemerintah Cina telah mengungkapkan kepadanya kalau piramida-piramida itu benar-benar ada. Namun tidak ada yang misterius, piramida-piramida itu hanyalah kuburan para kaisar.

Dalam bukunya yang berjudul The Bridge to Infinity (1983), Cathie menceritakan asal mula piramida Cina ini mulai dikenal di dunia barat. Semuanya bermula dari pengalaman seorang pilot angkatan udara Amerika bernama James Gaussman.

Saat itu, tahun 1945, Gaussman sedang terbang di antara India dan Cina dalam misi rutinnya. Ketika mesin pesawatnya mengalami masalah, ia harus menurunkan ketinggian. Pada saat itulah ia melihat piramida raksasa Cina yang misterius.

Dalam laporannya, ia mengatakan:
"Aku menerbangkan pesawat mengitari sebuah gunung dan kemudian kami masuk ke lembah. Tepat dibawah kami, terlihat sebuah piramida putih raksasa yang seakan-akan muncul dari negeri dongeng. Piramida itu putih gemerlapan. Mungkin terbuat dari logam atau bebatuan jenis tertentu. Seluruh sisinya berwarna putih. Namun yang paling menarik adalah batu di puncak piramida tersebut - sebuah material berharga seperti mutiara. Aku benar-benar takjub dengan kedashyatan bangunan itu."
Saat itu, boleh dibilang kalau piramida hanya identik dengan Mesir. Jadi, seharusnya laporan Gausmann bisa menarik perhatian lebih banyak peneliti di barat. Namun, Laporan Gaussman hanya berakhir di dalam arsip militer Amerika.

Dua tahun setelah laporan Gausmann, piramida Cina kembali muncul ke permukaan. Kolonel Maurice Sheahan, direktur Trans World Airline mengaku kalau ia juga melihat piramida raksasa Cina itu. Kesaksian Sheahan dimuat di harian New York Times pada 28 Maret 1947 dengan judul artikel "Penerbang Amerika melihat piramida raksasa Cina di pegunungan terpencil di barat daya Xian".

Dalam artikel tersebut, Sheahan mengatakan kalau piramida ini memiliki tinggi 300 meter dengan lebar 450 meter. Jika perkiraan ini akurat, maka piramida ini mengalahkan ukuran piramida Mesir yang hanya memiliki tinggi 135 meter.

Sheahan juga mengatakan kalau piramida ini terletak di lembah di kaki gunung Qin Ling sekitar 40 mil barat daya Xian. Di dekat piramida raksasa tersebut, ia melaporkan adanya ratusan gundukan kecil yang juga mirip dengan piramida. Namun kesaksian Sheahan tidak menyebutkan adanya batu seperti mutiara di puncak piramida.

Dua hari setelah artikel itu dimuat di New York Times, Kisah ini dimuat kembali di New York Sunday News. Kali ini mereka menampilkan sebuah foto piramida yang belakangan diketahui sebagai foto yang diambil oleh Gaussman tahun 1945.

Sejak saat itu bangunan ini menjadi objek perdebatan dan spekulasi.

Siapa yang membangunnya?

Untuk apa bangunan itu dibuat?

Tidak ada yang benar-benar tahu pasti karena saat itu, Cina menutup diri dari dunia luar.

Terobosan pertama baru datang beberapa puluh tahun kemudian dari seorang penulis Jerman bernama Hartwig Hausdorf. Dalam bukunya yang terbit tahun 1994 berjudul Die Weisse Pyramide (The white pyramid), ia menampilkan banyak foto piramida-piramida Cina. Hausdorf mengaku kalau ia telah diijinkan oleh pemerintah Cina untuk mengunjungi beberapa lokasi yang dahulunya terlarang untuk mengambil foto-foto tersebut.


Sekarang, piramida-piramida Cina sudah bukan rahasia lagi. Kita bisa melihat piramida-piramida ini dari google earth dan bahkan kita bisa mengunjungi langsung lokasi tersebut.

Berbeda dengan piramida Mesir yang terbuat dari batu-batu besar, piramida Cina boleh dibilang terbuat dari gundukan tanah yang dipadatkan yang dibuat sebagai kuburan para kaisar. Dua diantara piramida yang terbesar dan paling terkenal adalah Qin Shi Huang Mausoleum dan Maoling Mausoleum.

Qin Shi Huang Mausoleum
Mausoleum ini adalah piramida Cina yang terbesar. Tinggi awalnya adalah 76 meter, namun seiring dengan berjalannya waktu, piramida ini terkikis sehingga tinggal 47 meter. Dasarnya memiliki ukuran 357 meter X 354 meter.


Tempat ini adalah peristirahatan terakhir kaisar Qin Shi huang, raja pertama dinasti Qin yang membangun tembok cina dan menyatukan seluruh Cina pada tahun 221 SM.


Di dekat piramida ini juga, pada tahun 1974, tiga orang petani yang ingin membuat sumur tanpa sengaja menemukan parit-parit berisi patung-patung teracotta yang sekarang merupakan salah satu lokasi arkeologi paling termahsyur di dunia.


Menurut buku "Records of the Historian: Biography of Qin Shi Huang", sejarawan Sima Qian (145-90 SM) menyebutkan kalau mausoleum ini memiliki ruangan-ruangan yang berisi miniatur-miniatur istana dan paviliun dengan kolam air raksa yang mengalir di bawah langit-langit bertahtahkan permata yang membentuk gambar matahari, bulan dan bintang.

Dengan kata lain, isi mausoleum ini menunjukkan replika dari kerajaan sang kaisar lengkap dengan lima gunung suci di dalamnya.


Para peneliti Cina yang meneliti kandungan tanah di sekitar mausoleum memang menemukan adanya kandungan raksa yang cukup tinggi. Ini mengkonfirmasi kredibiltas tulisan Sima Qian. Menurut catatan Sima Qian, makam ini dibangun ketika Qin Shi Huang masih berusia 13 tahun. Pengerjaannya menggunakan hingga 700.000 pekerja dan diselesaikan dalam 20 tahun.

Para pekerja memindahkan tanah hingga sama tinggi dengan level air di dalam tanah, lalu lantainya dilapisi dengan perunggu cair yang kemudian ditimpa dengan batu sarkofagus. Ketika pengerjaannya selesai, seluruh pekerja yang mengetahui jalan masuk ke makam ini dibunuh untuk menjaga kerahasiaannya.

Hingga hari ini, piramida ini masih menyimpan rahasianya karena pemerintah Cina belum membongkarnya dengan alasan takut merusak beberapa bagian berharga dari kuburan itu.

Maoling Mausoleum
Mausoleum ini, yang kadang disebut piramida putih besar, memiliki ukuran dasar 222 meter X 217 meter. ini membuatnya menjadi piramida terbesar kedua di Cina.

Piramida ini adalah piramida yang fotonya terpampang di surat kabar New York Sunday news tahun 1947. Dengan kata lain, piramida inilah yang telah dilihat oleh Sheahan, dan mungkin juga oleh Gaussman. Namun, sepertinya Sheahan telah keliru memperkirakan tingginya karena piramida ini ternyata hanya memiliki tinggi sekitar 45 meter.


Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Kaisar Wu yang bernama Liu Che (atau Wu Di) yang memerintah dari tahun 157-87 SM. Ini berarti piramida tersebut telah berusia 2.000 tahun lebih.

Sejarah mencatat kalau dibutuhkan waktu hingga 53 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini dan di dalamnya tersimpan banyak objek berharga. Berbeda dengan mausoleum Qin Shi Huang, mausoleum ini telah diekskavasi dan sebagian artefak berharganya disimpan di museum dan dipamerkan.

Walaupun telah diketahui kalau piramida ini sama dengan piramida di foto yang muncul tahun 1947, banyak peneliti masih dibingungkan dengan satu misteri. Menurut Gaussman, ia mengaku melihat adanya material seperti mutiara di puncak piramida itu. Namun, kita dapat melihat kalau puncak piramida ini ternyata datar, seperti terpotong.

Apakah Gausmann berbohong?

Atau, apakah seseorang telah memindahkan puncak piramida tersebut?

Atau mungkin, di suatu tempat di Cina masih ada piramida putih raksasa setinggi 300 meter dengan puncak berkilau yang belum ditemukan?...



sumber:
*http://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_pyramids
*http://www.cultural-china.com/chinaWH/html/en/History223bye852.html
*http://www.unexplainedearth.com/xian.php
*http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/04/misteri-piramida-piramida-cina.html

Rabu, 12 Oktober 2011

Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte lan artine


Pyaar Huaa Ikraar Huaa, Jeena Yahan Marna Yahan

Love was given and confessed, this is the place to live and die


In Baahon Kho, In Raahon Kho

These arms, these paths


Chod Ye Chaliyan, Jaye Kahan
Where would I go leaving all these behind?


Mana Dil Tho Hain Anaari, Yeh Awaara Hi Sahin
My heart may be innocent, May even be a crazy as well


Aare Bhol Radha Bhol Hoga Sangam Ke Naahinnn
Tell me Radha, will we be one or not?


Har Janam Mein, Rang Badalke
In every lifetime, the colors will change


Kaabhon Ke Paardon Pein Hum Khilte
We blossom behind the curtains of dreamland


(Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte) x.2

(We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by) x.2

---------------


Dil Ka Bhawar Kare, Kare Pukar Jab, Pyar Kisi Se Hota Hain
The heart calls out, It calls out when someone falls in love


Jiya Ohh Jiya Kuch Boldon, Aab Dard Sa Dil Mein Hotha Hain
Say something oh my darling, Now there's a pain in my heart


(Thede De E E Ohhh) x.2


Ohh Tere Ghar Ke Samne Ghar Banaonga, Tootha Hi Sahin
I’ll build a house in front of yours, Even if it’s a shabby one


Pal Bhar Ke Liye Koi Hume Pyar Karle, Jhootha Hin Sahin
I wish someone would love me, Even if it’s a lie


Jhootha Hin Sahin, Hain Jhootha Hin Sahinnn
Even if it’s a lie, Yes even if it’s a lie


Har Janam Mein, Rang Badalke
In every lifetime, the colors will change


Kaabhon Ke Paardon Pein Hum Khilte
We blossom behind the curtains of dreamland


(Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte) x.2

(We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by) x.2


---------------

Yahoooooo Yahoooooooooo

---------------

Ohhhh Hasina, Zulfoon Wali Jaane Jahaaaan

Oh my beauty with the gorgeous tresses


Chahe Mujhko, Jaangli Kehde Saara Jahaaaaan
So what if the world calls me a barbarian


(Ohhh Mehfil Mehfil Tu Phire, Yaho Yaho Dil Kare) x.2

(You go from party to party, And my heart cries out yahoooo!) x.2


Badan Pein Sitare Lapete Hue
You beautiful body draped with stars


Har Janam Mein, Rang Badalke
In every lifetime, the colors will change


Kaabhon Ke Paardon Pein Hum Khilte
We blossom behind the curtains of dreamland


(Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte) x.2

(We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by) x.2


---------------

Bamoshaiiii…
Ohooo Hen Hen Hen…Ahhhhhhhh

---------------


Hain Jai Jai Shiv Shankar, Kata Lage Na Kankar
Hail Lord Shiv Shankar, Neither thorns nor stones can hurt us


Chahe Kuch Karle Zamana
No matter what the world does


Mere Jeewan Saathi, Mere Sapno Ki Raani
My partner in life, queen of my dreams


Zindagi Safar Hain Suhana
This journey is a beautiful one


Hain Kuch Tho Log Kahenge, Na Suna Ki Jiye
People will always talk, Don’t listen to them


Hain Chain Aaye Mere Dil Ko Duwa Ki Jiye

All I want is peace in my heart, Pray that I get it


Har Janam Mein, Rang Badalke
In every lifetime, the colors will change


Kaabhon Ke Paardon Pein Hum Khilte
We blossom behind the curtains of dreamland


(Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte) x.2

(We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by) x.2

---------------

(Pa Pa Para Pa Ra Paaa) - 4
Zu Zu Zu Zu Zu Zu Zu Zu…

---------------


(Darde Dil Darde Jigar, Zamane Kho Dikhana Hain) x.2
(Heartbreaks, agonies of the heart, I want to show the world) x.2


Hum Kisi Se Kum Nahin Hain, Tujko Yeh Baathana Hain
I’m no less than anyone, I want to tell you that


Yeh Wada Raha, Ohhh Meri Chaandni
That’s a promise, To you, my Chandni


Har Janam Mein, Rang Badalke
In every lifetime, the colors will change


Kaabhon Ke Paardon Pein Hum Khilte
We blossom behind the curtains of dreamland


Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte
We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by


Hum Hain Raahi Pyar Ke, Ah Ah Ah Ah Chalte Chalte
We are travelers on the path of love, as time goes by


Hennnnnnnnnnnn Ahhh Chalte Chalte
Yes indeed as time goes by


Hum Hain Raahi Pyar Ke, Phir Milenge Chalte Chalte

We are travelers on the path of love, We’ll meet again as time goes by


Senin, 03 Oktober 2011

Membiasakan Prilaku Terpuji (Menghargai Karya Orang Lain)

Menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antar manusia agar terwujud kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karena hasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin diharagai.

Hadits yang nabi Muhammad yang artinya :“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bekerjan dan menekuni kerjanya.” (HR Baihaqi)

Menghormati dan menghargai karya orang lain harus dilakukan tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karya merupakan pencerminan pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatau sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa atau hal yang lainnya

Islam sangat menganjurkan umatnya agar saling menghargai satu sama lain. Sikap menghargai terhadap orang lain tentu didasari oleh jiwa yang santun atau al hilmu yang dapat menumbuhkan sikap menghargai orang di luar dirinya. Kemampuan tersebut harus dilatih terlebih dahulu untuk mendidik jiwa manusia sehingga mampu bersikap penyantun. Seperti contoh, ketika bersama-sama menghadapi persoalan tertentu, seseorang harus berusaha saling memberi dan menerima saran, pendapat atau nasehat dari orang lain yang pada awalnya pasti akan terasa sulit. Sikap dan perilaku ini akan terwujud bila pribadi seseorang telah mapu menekan ego pribadinya melalui pembiasaan dan pengasahan rasa empati melaui pendidikan akhlak.

Kita tidak dapat mengingkari bahwa keberhasilan seseorang tidak dicapai dengan mudah dan santai tapi dengan perjuangan yang gigih, ulet, rajin dan tekun serta dengan resiko yang menyertainya. Oleh karena itu, kita patut memberikan penghargaan atas jerih payah tersebut. Isyarat mengenai keharusan seseorang bersungguh-sungguh dalam berkarya dijelaskan dalam Al Qur’an sebagai berikut.

Artinya : “…Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari satu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh kerjaan yang lain.” (QS Al Insyirah : 5-7) lihat al-Qur’an online di Goole,

Cara yang bisa diwujudkan untuk menghargai hasil karya orang lain adalah dengan tiak mencela hasil karya orang tersebut meskipun hasil karya itu menurut kita jelek. Memberikan penghargaan terhadap hasil karya orang lain sama dengan menghargai penciptanya sebagai manusia yang ingin dan harus dihargai. Bisa menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang luhur dan mulia yang menggambarkan keadilan seseorang karena mampu menghargai hasil karya yang merupakan saksi hidup dan bagian dari diri orang lain tanpa melihat, kedudukan , derajat, martabat, status, warna kulit dan pekerjaan orang tersebut.

Perintah untuk berbuat baik kepada orang lain dapat diwujudkan dengan menghargai dan mensyukuri karyanya, baik dirasakan secara langsung atau tidak. Karena pada hakekatnya mensyukuri manusia dalam waktu yang sama adalah mensyukuri Allah Swt., sebab karya yang ada pada manusia adalah titipan Allah Swt. dengan kata lain, kebaikan yang ada pada manusia bersumber dari kebaikan Ilahi, berarti bila kita tidak bersyukur kepada manusia, sama artinya tidak bersyukur kepada Allah Swt. Rasul Saw. bersabda: “Man lam yasykurinnas lam yasy kurillah” (Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia berarti tidak berterima kasih kepada Allah). Dan itu sedikit orang yang melakukan. Maha Benar Allah Swt. yang telah berfirman sedikit sekali hambaku yang bersyukur”. (QS. 34 : 13).

Hal demikian bisa terjadi karena beberapa faktor:
Pertama : Memandang bahwa kebaikan itu bersumber dari pelaku itu sendiri, sehingga dapat menimbulkan iri hati, dengki dan ingin menggusur nikmat yang ada pada orang lain atau paling tidak nikmat itu pindah kepadanya. Dan ini adalah tingkatan dengki yang terkecil, sedangkan tingkatan dengki yang paling besar adalah hilangnya jasa, kebaikan yang ada pada orang lain walaupun sama-sama tidak mendapat.
Kedua : Selalu melihat ke atas. Dalam urusan duniawi kita tidak dianjurkan untuk selalu melihat ke atas, tapi sebaliknya kita dianjurkan melihat ke belakang dan melihat ke bawah. Dalam konteks pemekaran Kabupaten Batu Bara para pemekar telah banyak berjasa dalam membantu masyarakat untuk keluar dari berbagai problematika kehidupan yang dihadapinya, khususnya masalah perekonomian rakyat. Sehingga berbondong-bondong para pengusaha memberikan bantuan dengan tujuan agar mereka dikenal rakyat, pada akhirnya rakyat akan memilih mereka.

Walaupun tanpa disadari bahwa rakyat telah digiring untuk selalu melihat ke atas dalam hal keduniaan. Kondisi tersebut harus diwaspadai, sebab akan membuat rakyat sellau bangga dengan materi yang telah didapat dari orang tua, tanpa melihat seberapa besar kontribusi orang yang membantunya dalam peningkatan amal ibadah. Jika pertolongan dengan materi itu dibiarkan merajalela, maka akan memasyarakatlah opini “Balas Budi”. Bukan “Balas Ikhlas”. Balas budi adalah suatu kondisi di mana pemberian keinginan itu harus dibalas dengan keinginan orang yang memberi. Sifat ini telah dijelaskan oleh Allah Swt. dalam Al Qur’an surat al-Baqarah ayat 264 : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadi dia bersih (tidak bertanah) mereka tidak menguasai sesuatu pun demi apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

Semoga Bermanfaat.