Minggu, 14 November 2010

Preity Zinta - Profil

Date of Birth:
31 January 1975, Simla, India

Nickname:
Preetam Singh

Height:
5' 4" (1.63 m)

Preity Zinta shot to fame as the refreshing, cool, wet model in the Liril ad. She also modeled for Perk and her dimpled smile won the hearts of million. Preity never thought she would be an actress. Kapoor saw her in the Liril ad and liked her so much that her instantly decided that the next film he would announce would have her in the lead. Her screen presence, charm and down to earth nature has made her the favorite actress of almost all the directors and producers.

Trade Mark:
Her dimples

Trivia:
*Model and TV anchor
*Graduated in Psychology
*Has won over 4 awards for Kya Kehna and 7 Awards for Kal Ho Na ho.
*Won Best Actress at Stardust Awards for 'Veer Zaara.'
*She won the IIFA Style Diva Award (2005).
*Is a major fan of the hit TV series The Simpsons
*Has written three columns for BBC South Asia.
*She joined a group of top stars (Shahrukh Khan, Rani Mukherjee, Saif Ali Khan, Arjun Rampal and Priyanka Chopra) in the Temptation 2004 concert, which was a huge international success.

 Karan Johar, Shahruck Khan and Rani MukherjeeFrom left to right: Karan Johar, Shahruck Khan and Rani MukherjeeArjun Rampal and Priyanka ChopraArjun Rampal and Priyanka Chopra

*She narrowly escaped death twice in late 2004, once after an explosion at a Temptation concert in Colombo, and later in the Indian Ocean Tsunami.
*In May 2006, along with Karan Johar she received an invitation to represent Bollywood at the Cannes Film Festival. They took this opportunity to promote the film Kabhi Alvida Naa Kehna (2006).

*Her favorite perfume is Envy by Gucci.
*Listed #41 by UK magazine Eastern Eye one of "Asia's Sexiest Women" (Sept/ 2006).

Personal Quotes:
I lost my father when I was 13-years-old. He was a great man, my father, and very intelligent. I love him very much. I believe it's very important that parents have a personal connection with their children. It helps kids feel more secure, have a feeling of family, makes them feel loved.

Whenever I came across something that influenced me, I wanted to be that. So it varied from an astronaut, airhostess, army girl, to truck driver. Once, I wanted to be a nun - my mother wanted me to change schools after that...

I am single and desperately looking for a good man in my life. I did have major crushes when I was younger but no serious relationship.

I want to bring a change and do something new and different in my profession, but in the beginning I'll have to toe line, I want to be known as a performer not a star.

I am proud to be part of today's Bollywood. I love dancing and lip synching to our songs.

To act, you must know pain. You must know what it means to be in love, what it means to be rejected.

You know what's the worst part about being an actress? It's the pressure to look gorgeous all the time and to behave perfectly. But I'm not perfect, nobody is.

Acting can truly take a toll on your nerves. I mean we have to be larger than life. Worse, I've seen actors acting off the sets too.

On the changing face of Indian cinema "At one time I wondered if I was doing the right films, today I know I have made the right choices. Indian cinema is changing, not step by step but by leaps. New blood is coming in, mindsets are changing and our exposure to the world is ever- increasing. I am glad these positive changes are happening when I am in the industry and not ten years from now."

On love at first sight "It is superficial to fall in love with someone looking at their face. To me I need to discover the person. I would never look at someone and exclaim - He is the one!"

Love is always real and true love is even more real!


referensi :

*http://thebollywoodzone.com/category/preity-zinta
*http://www.preity-zinta.com
*http://selebriti.kapanlagi.com/bollywood/p/preity_zinta
*http://en.wikipedia.org/wiki/Preity_Zinta


Kajol Mukherjee - profil and filmografi

Tak sedikit film yang telah dimainkannya. Beberapa diantaranya berpasangan dengan sang raja "SRK". Film pertamanya "Bekhudi" tak berhasil membawanya meraih award bergengsi Filmfare dimasa itu. Baru setelah film kedua, Kajol dipasangkan dengan SRK dalam film Baazigar(1993). Tapi film yang berhasil meraih sukses ini belum mampu membawa Kajol naik keatas panggung Filmfare. Baazigar hanya membawa SRK berhasil meraih Best Actor pertama kalinya dalam Filmfare Award.

Dua tahun kemudian mereka kembali dipasangkan dalam film fenomenal "Dilwale Dulhaniya Le Jayenge" (1995) dan Karan Arjun (1995). Tapi sayang Karan Arjun tak begitu meraih sukses, hanya DDLJ yang memang sangat luar biasa. Tak tanggung-tanggung, 10 award dalam Filmfare berhasil diraih oleh para pemain dan pekerja film tersebut. Peraih award terbanyak ini sampai saat ini belum tertandingi, bahkan filmnya pun sampai sekarang masih diputar oleh salah satu bioskop di Mumbai yang membuat film ini masuk dalam Guiness Book Of Record.

Dimulai dari film DDLJ, pasangan SRK dan Kajol mulai disukai penikmat film India. Keserasian, kelucuan, dan kekompakan mereka membawa mereka terus melesat menjadi bintang terpopuler. Film-film berikutnya seperti Kuch Kuch Hota Hai (1998) dan Kabhi Khushi Kabhie Gham (2002) berhasil membawa mereka kembali meraih The Best Actor dan Actress dalam Filmfare Award.

4 dari 5 film yang mereka mainkan mencapai sukses yang luar biasa. Mereka juga mendapatkan penghargaan Best Romantic Couple 2001 dalam film KKKG dari Videocone Screen.

Setelah film terakhir mereka, KKKG, Kajol mengambil cuti hamil untuk beristirahat dari dunia perfilman. Padahal beberapa produser menginginkan mereka secepatnya dapat dipasangkan kembali, terlebih produser top India yang telah juga membawa mereka meraih sukses yaitu Yash Chopra. Yash Chopra berusaha memasangkan kembali dua bintang tersebut dalam filmnya. Tapi saat ini Kajol benar-benar belum ingin kembali berakting. Dia sedang sibuk mengurus putri pertamanya yanglahir 20 April 2003 lalu.

Tak hanya para produser, para penggemar dua bintang ini pun tak sabar lagi untuk menyaksikan kehebatan mereka dalam beradu akting. Kita tunggu saja kehadiran mereka.

Untuk lebih mengetahui sosok bintang pasangan sejati SRK ini, berikut profile dari sang bintang, KAJOL MUKHERJEE DEVGAN

Profile

Nama : Kajol Mukherjee Devgan
Tempat Tgl Lahir : India, 05 Agustus 1975
Agama : Hindu
Status

:

Menikah dgn Ajay Devgan

24 February 1999

Anak : Seorang putri bernama Nysa lahir 20 April 2003 di Breach Candy Mumbai Selatan
Orang Tua

:

Somu Mukherjee "Producer"
Tanuja Chandra "Actress & Director"
Saudara : Tanisha Mukherjee
Sepupu : Rani Mukherjee, Monish Behl
Bibi : Nutan
Alamat

:

14, Usha Kiran, Altamount Road, Bombay 400026

Sea Cliff, 1st Floor, Gandhigram Road, Juha, Mumbai 400049 Maharashtra India

Filmografy

And

Awards

Filmografy

YEAR

FILM

CO-STAR

1992

Bekhudi

Kamal Sadanah

1993

Baazigar *

Shah Rukh Khan

1994

Udhaar Ki Zindagi

Moushumi Chatterjee

Yeh Dillagi

Akshay Kumar

1995

Dilwale Dulhaniya Le Jayenge *

Shah Rukh Khan

Gundaraj

Ajay Devgan

Hulchul

Ajay Devgan

Karan Arjun *

Shah Rukh Khan

Taqaat

Vikas Bhalla

1996

Bambai Ka Babu

Saif Ali Khan

1997

Gupt

Bobby Deol

Hamesha

Saif Ali Khan

Ishq *

Ajay Devgan

Minsarakanavli (Tamil)

Arvind Swamy

1998

Duplicate (Special Appearance)

Dushman ( Double Role)

Sanjay Dutt

Kuch Kuch Hota Hai *

ShahRukh Khan

Pyar Kiya To Darna Kya *

Salman Khan

Pyar To Hona Hi Tha *

Ajay Devgan

1999

Dil Kya Kare

Ajay Devgan

Hote Hote Pyaar Ho Gaya

Jackie Shroff

Hum Aapke Dil Mein Rahte Hai *

Anil Kapoor

2000

Raju Chacha

Ajay Devgan

2001

Kuch Khatti Kuch Meethi ( D R)

Sunil Shetty

Kabhi Kushi Kabhi Gham *

ShahRukh Khan

* Blockbuster, Super Hit and Hit Movie

Award

1995

Best Actress

Yeh Dillagi (Nominated)

1996

Best Actress

Dilwale Dulhania Le Jayenge (Film Fare )

1997

Best Villain

Gupt ( Lux Zee Cine)

1998

Best Actress

Dushman (Videocon Screen)

Best Actress

Kuch Kuch Hota Hai ( Film Fare)

Best Actress

Kuch Kuch Hota Hai (Lux Zee Cine Awards)

Best Actress

Kuch Kuch Hota Hai (Sansui Movie Awards)

1999

Best Actress

Hum Aapke Dil Mein Rahte Hai (Nominated)

2001

Best Outstanding Performance

Kabhi Khushi Kabhie Gham (Zee Award )

Best Actress

Kabhi Khushi Kabhie Gham (Videocone Screen)

Best Actress

Kabhi Khushi Kabhie Gham (Film Fare)

Best Actress

Kabhi Khushi Kabhie Gham (Sansui Movie Awards)

Best Actress

Kabhi Khushi Kabhie Gham (Valenciennes International Film Festival)

Best Romantic Couple of 2001 (ShahRukh - Kajol)




Kabhi Khushi Kabhie Gham (Videocone Screen)








Shahrukh Khan - Profil and Filmografi


Shahrukh Khan adalah salah satu aktor papan atas bollywood.SRK Lahir di New Delhi pada tanggal 2 November 1965 (sekarang berumur 44 tahun). Dia telah banyak membintangi membintangi film-film India terlaris. Lahir dari sebuah keluarga muslim, ayahnya bernama Muhammad Mir Taz, dan ibunya Fatimah Begum. Menjalani kuliah S-1 di jurusan ekonomi pada sebuah universitas di India, dan S-2 komunikasi pada sebuah universitas islam di India. Memulai debutnya sebagai aktor sejak masih duduk di bangku kuliah.


Filmografi :
Berikut adalah film-film SRK yang pernah saya tonton, sebab filmnya terlalu banyak, jadi malas buat nulisnya satu per satu,Check These Out :
1. Anjaam (1994)
Dalam Film ini SRK as Vijay Agnihotri. pemain wanitanya adalah maduri Dixit as Shivani. Mengisahkan tentang Vijay yang Orang kaya menyukai Shivani yang hanya seorang pramugari. Tetapi Cintanya bertepuk sebelah tangan karena shivani mencintai Orang lain. Tetapi Vijay terus menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan Shivani. Bahkan membunuh sekalipun....

2. Karan Arjun(1995)
SRK as Arjun dan Salman Khan as karan,serta kajol as Sonia saxena. Diceritakan bahwa Karan dan Arjun adalah Saudara yang dibunuh oleh Amrish Puri (Thakur) demi harat warisan. Ibu mereka menjadi sedih dan berdoa di kuil agar Tuhan mengembalikan kedua putranya. Maka Reinkarnasi pun terjadi, Karan dan Arjun lahir kembali tetapi dengan nama dan tempat yang berbeda. Awalnya mereka tidak mengetahui bahwa mereka adalah saudara, tetapi saat pertarungan terjadi akhirnya mereka ingat semua...

3. Zamaana Deewana(1995)
memasangkan SRK as Rahul Malholtra dan Raveena Tandon as Priya singh. Menceritakan permusuhan antara 2 orang sahabat yaitu Jettendra(Suraj Pratap Singh) dan Sathrugan Sinha(Mandanlal Malholtra). Mereka menjadi musuh bebuyutan karena kesalahpahaman yang dibuat oleh ipar Suraj Pratap. Sampai akhirnya putra dan putri mereka jatuh cinta.Kemuadian Rahul dan Priya berusaha menyatukan kembali persahabatan Orang tua mereka yang telah retak dengan Cinta dan kebenaran yang mereka buktikan....

4. Dilwale Dulhania Le jayenge(1995)

Mempertemukan Shahrukhan(Raj Malholtra) dan Kajol(simran singh), yang bertemu secara kebetulan dan kemudian jatuh Cinta. Tetapi ternyata Simran sudah mempunyai seorang tunangan yang dipilih oleh ayahnya(Amrish puri). Dan Amrish Puri pun telah pernah bertemu dengan Raj dan Memiliki kesan negatif tentang pemuda itu. Sehingga Raj harus mencari cara untuk mengambil hati ayah simran dan membatalkan pertunangan tersebut...

5. Koyla (1997)
meceritakan tentang Sanker(SRK) yang Bisu karena lidahnya dipotong Oleh Raja Saab(Amrish Puri)dan membunuh Orang tuanya. tetapi Sanker lupa hal tersebut sehingga ia menjadi anak buah Raja Saab. Ketika bertemu dengan Gauri, Dia mulai Jatuh Cinta tetapi Raja Saab telah menyuruhnya Untuk melamar Gauri(Maduri Dixit) untuk sang raja. Sanker terpaksa menurut saja, sampai akhirnya ia tak tahan. dan memperjuangkan cintanya bersama gauri...

6. Dil To Pagal Hai(1997)
SRK(Rahul)berteman dengan Karisma Kapoor). Mereka bersahabat sejak dulu, dan bekerja dalam proyek yang sama yaitu kegiatan Musikal. Tetapi suatu ketika kaki Nisha terkilir dan tidak bisa dipake nari selama 3 Bulan, sehingga Rahul harus mencari penggantinya karena kegiatan itu akan berlangsung 2 minggu kemudian. Kemudian Rahul bertemu dengan Maduri Dixit(Pooja). Melihatnya pintar menari akhirnya Rahul meminta Pooja untuk menggantikan Nisha. Dan mereka pun jatuh cinta, dan Nisha menjadi sangat Cemburu karena sebenarnya ia sejak dulu ia sudah menyukai Rahul. Sedangkan Pooja tidak bisa menerima cinta Rahul karena terikat dengan aksay Kumar(Ajay).

7. Pardes(1997)
Arjun(SRK) adalah Karyawan dari Kisrorilal(Amrish Puri) dan sudah dianggap anak sendiri. Suatu ketika dia disuruh melamar Gangga (Mahima Caudri) untuk Raj anaknya Kisrorilal. Tetapi dia sendiri malah jatuh cinta dengan Gangga. Awalnya Gangga sangat senang dengan rencana pernkahannya dengan Raj tetapi setelah tahu sifat Raj yang sebenarnya, dia mulai membencinya dan suka pada Arjun. Tetapi cinta mereka ditentang oleh kedua orang tuanya dan juga Kisrorilal.

8. Duplicate(1998)
disini SRK berperan ganda. Satu sebagai Bablu seorang lelaki biasa yang mempunyai cita-cita menjadi koki terkenal. SRK juga berperan sebagai Manu seorang penjahat. sampai suatu ketika mereka tertukar secara tidak sengaja. Dan pacar serta ibu bablu harus membuktikan yang mana Bablu dan mana Manu. Untuk pemain wanitanya Juhi Cawla dan Sonali Bendre.

9. Dil Se(1998)

Main bareng Manisha Koiralal dan Pretty Zintha.

10. Kuch-Kuch Hota Hai(1998)
Nama Shahrukh Khan mulai menjadi Tenar dan diidolakan banyak orang sejak ia membintangi Film ini. Menceritakan 2 Sahabat yaitu Rahul(SRK) dan Anjeli(Kajol). Anjeli yang berpenampilan seperti cowok diam-diam mencintai Rahul. tetapi Rahul mencintai Tina(Rani Mukherjee), seorang gadis cantik dan mahasiswi baru di kampusnya. Mengetahui hal itu, Anjeli mendukung Rahul untuk mendapatkan Tina, dan ia pergi dari kehidupan mereka. Tina meninggal setelah ia melahirkan putri perempuan yang diberi nama Anjeli. Gadis kecil itulah yang kemudian ingin mempersatukan Rahul dan Anjeli kembali sesuai dengan surat-surat yang ditulis oleh Tina, ibunya. film ini sangat bagus dan mengharukan.

11. Baadshah(1999)
didukung oleh SRK, Twinkle Kanna, amrish Puri dan johnny Lever

12. Phir Bhi Dil Hai Industani (1998)
SRK(Ajay Bakshi)dan Juhi Cawla. Mereka berperan sebagai Reporter di masing-masing Surat kabar yang berbeda dan saling bersaing.

12. Josh(2000)
SRK(Max) mempunyai saudara kembar perempuan yaitu Shirley(Aiswarya ray) dan musuh genknya yaitu Prakash. Masalahnya sekarang adalah Shirley dan adiknya Prakash, rahul saling jatuh Cinta sedangkan kakak mereka ingin saling bunuh.

13. Har Dil Jo Pyar Karega (2000)
disini SRK hanya sebagai Cameo.

14. Mohabbatein(2000)

as Raj Aryan Malholtra bersama Aiswarya Ray(Megha) dan amitha Bacchan(Narayan sankar)

15. One 2 Ka 4(2001)

as Arun verma, Juhi Cawla as Geeta Choudhary, Jackie Shroff as Javed Abbas

16. Ashoka The Great(2001)

SRK as Ashoka, Kareena Kapoor as Kaurwaki

17. Kabhi Khushi Kabhie Gham(2002)

SRK as Rahul Raichand, Amitha Bachan as yash Raichand, Kajol as Anjali Sharma, Jaya Bachan as Nandhini raichand, Hrithik Roshan as Rohan raicand, Kareena Kapoor as Pooja Sharma, Rani Mukherjee as Naina.

18. DEVDAS (2002)

SRK as Devdas, Aiswarya ray as Paro, Maduri dixit as Chandra Mukhi

19. Hum Tum Hare Hain Sanam(2002)

SRK as Gopal, Salaman Khan as Suraj, maduri dixit as Radha.

20. Chalte-Chalte(2003)

SRK as Raj Mathur, rani Mukherjee as Priya Chopra

21. Kal Ho Na Ho (2003)

SRK as Aman Mathur, Pretty zhinta as Naina Catherine Kapur, Saif ali Khan as rohit patel.

22. Main Hoon Na (2004)

SRK as Maj. Ram Prasad Sharma, Sushmitha Sein as Chandni Chopra, Sunil Setty asRaghavan Datta

23. Veer-Zaara (2004)
SRK as Veer Prataph singh, Pretty zhinta as Zaara Hayaat Khan, Rani Mukherjee as Saamiya Siddiqui

24. Kabhi Alvida Naa Kehna (2006)
SRK as Dev Saran, Rani Mukherjee as Maya Talwar, Pretty zhinta as Riya Saran, Abhisek Bachan as Rishi Talwar, Amitha Bachan as Samarjit 'Sam' Talwar

25. Don (2006)
SRK as Don/Vijay, Priyanka Copra as Roma

27. Chak De India! (2007)
SRK as kabir Khan.

28. Om Shanti Om (2007)
SRK as Om Prakash Makhija / Om Kapoor, Arjun Rampal as Mukesh 'Mike' Mehra, Deepika Padukone as Shantipriya / Sandy

29. Rab Ne Bana Di Jodi (2008)

SRK as Surinder 'Suri' Sahni, Anushka Sharma as Taani

30. Billu (2009)
SRK as Sahir Khan, Irfan Khan as Billu Vilas Pardesi

31. My Name is Khan(2010)

SRK as Rizwan Khan, Kajol as Mandhira

Referensi :
*http://selebriti.kapanlagi.com/bollywood/s/shahrukh_khan
*http://id.wikipedia.org/wiki/Shahrukh_Khan
*http://oktavita.com/shahrukh-khan-ditahan-di-as.htm
*http://movie.webindia123.com/movie/asp/artist.asp?a_id=27
*http://www.shah-rukh-khan.info
*http://www.bollywoodhungama.com/celebrities/filmography/11185/index.html
*http://www.bollynewz.com/star-profile/shahrukh-khan
*http://www.mid-day.com/entertainment/2008/dec/051208-shahrukh-khan-profile.htm
*http://www.imdb.com/name/nm0451321/bio

Rabu, 03 November 2010

Senjata itu Bernama Manajemen

"To be effective is the job of the executive.‘To effect’ and ‘to execute’ are, after all, near–synonyms.
Whether he works in a business or in a hospital,in government agency or in the a labor union,in a university of tin the army,the executive is , first of all, expected to get the right things done.And this is simply that he is expected to be effective.”
– Peter Drucker, 1967 –

Ada sementara literatur yang memisahkan dengan tegas pola pikir “manajer” dengan pola pikir “leader”. Konon, manajer berpikir to do things right, sedangkan leader berpikir to do the right things. Pembedaan tersebut sebenarnya boleh juga untuk mempertajam pengertian, karena memang sebuah kontras biasanya membuat kita lebih mudah memahami dan kemudian mengingat suatu konstruksi konseptual. Namun demikian, setelah dipikir lebih mendalam, sulit bagi kita membuat dikotomi sesederhana itu. Untuk menjalankan perannya dengan efektif, yaitu menggerakkan proses transformasi, di samping menjadikan concern-nya terhadap people dan contribution menjadi bermakna dan produktif, bagaimanapun seorang pemimpin perlu menghayati manajemen sebagai paradigma berpikir.

Dengan demikian rasanya what is management menjadi perlu untuk dijawab terlebih dahulu. Beragam definisi bisa dikemukakan. Ada yang mengatakan management is an art and a science – manajemen adalah seni dan ilmu. Ada juga yang bilang management is getting things done through and with other people. Kumpulkan 100 buku manajemen, besar kemungkinan lebih dari 100 definisi bisa kita koleksi.

Mari sedikit usil menguji validitas berbagai definisi tersebut. Sebelumnya perhatikan analogi berikut ini. Misal, kita diminta membuat definisi mengenai “mahasiswa yang pintar”. Lalu kita jawab, “mahasiswa yang pintar adalah mahasiswa yang mampu lulus tepat waktu dengan IPK minimum 3.” Definisi yang cukup masuk akal dan dapat diterima. Nah, sekarang, jika kita diminta membuat definisi mengenai “mahasiswa yang tidak pintar,” dengan relatif mudah kita bisa menjawab menggunakan definisi yang telah kita buat sebelumnya sebagai dasar. “Mahasiswa yang tidak pintar adalah mahasiswa yang terlambat lulus dengan IPK di bawah 3.”

Misalkan Anda percaya bahwa management is an art and a science. Tolong bantu kita untuk menjelaskan what is mismanagement. Ingat, Anda harus gunakan definisi tersebut sebagai dasar. Maka, management is … ? Apakah bisa kita katakan, management is not an art and not a science? Rasanya tidak. Kesimpulannya, macet! Silakan coba keisengan seperti ini dengan berbagai definisi lainnya tentang manajemen. Saya pernah mencobanya. Berkali-kali. Dan hasilnya kurang lebih sama: macet.

Saya mencoba mencari tahu jawaban mengapa demikian. Dan rasanya jawaban itu sudah saya temukan. Intinya, manajemen tampaknya lebih merupakan “makhluk praktis” ketimbang “makhluk akademis.” Karena itu, memahami manajemen melalui “teropong akademis,” seperti membuat definisi, misalnya, akan membuat urusan kita menjadi agak kusut. Sebaliknya, menggunakan cara praktis, semisal membuat “rambu-rambu” mungkin akan lebih sederhana, fungsional dan memudahkan dalam memahami manajemen sebagai paradigma berpikir.

Paling tidak ada lima rambu manajemen. Pertama, proses. Ya, sesuatu disebut manajemen jika ia adalah sebuah proses. Ada dimensi ruang dan waktu. Ada pentahapan. Ada pergerakan dan perubahan. Melibatkan input yang diolah sedemikian rupa untuk menjadi output. Ada mekanisme dan prosedur. Tidak instant. Tidak kenal istilah “pokoknya.” Seorang anak kecil tentu saja belum memahami, apalagi menghayati, manajemen sebagai paradigma berpikir. Karena itu, ketika ia ingin memiliki mainan baru seperti miliki temannya, ia spontan berkata, “Pokoknya aku ingin mainan yang itu sekarang!” Kalaulah orangtuanya berkata, “Sabar ya nak. Ayah kan belum ada uang. Bulan depan ya,” jawaban sang anak, “Nggak mau! Pokoknya sekarang!” Nah, terbukti, alpanya pola pikir manajemen membuat interaksi kita dengan orang lain macet total.

Walaupun kondisi dalam contoh di atas dapat dimaklumi, karena pelakunya anak kecil. Namun jangan salah, mismanagement dalam proses berpikir yang esensinya sama tak kurang banyaknya diidap oleh orang usianya sudah dewasa bahkan tua atau senja. Korupsi misalnya, adalah perilaku kotor yang salah satu akarnya adalah penyakit kronis berpikir instan model “pokoknya saya ingin kaya sekarang juga.” Jadi, dilihat dari kacamata agama, korupsi adalah dosa besar. Dari kacamata hukum positif, korupsi adalah pelanggaran pidana berat (walaupun sering diringan-ringankan). Sedangkan dari kacamata manajemen, korupsi adalah mismanagement!

“In the last analysis management is practice.
Its essence is not knowing, but doing.
Its test is not logic, but result.
Its only authority is performance”
– Peter Drucker –

Si Fulan yang punya toko kelontong lelah hidup seadanya. Ia ingin agar dagangannya laris-manis, agar ia segera “naik kelas” menjadi orang kaya. Atas saran beberapa teman sekampung ia pergi ke sebuah dusun di kaki Gunung Lawu, menemui seorang dukun yang konon sakti mandraguna. Dukun itu merapal beberapa mantra. Tentunya ditingkahi oleh asap kemenyan dan suasana magis yang mencekam. Si Fulan juga dititahkan untuk mandi kembang tujuh rupa, di samping dioleh–olehi beberapa jenis jimat. Ternyata “proses” yang dijalani si Fulan memang ampuh. Tak berapa lama orang berbondong-bondong membeli dagangannya. Dapatkah dikatakan si Fulan telah menerapkan manajemen? Tentu tidak. Bukankah ia telah menempuh proses? Ya. Bahkan proses yang lumayan “serius” dan “berat.”

Namun proses bukanlah satu-satunya rambu manajemen. Ada rambu yang kedua, yaitu sistematis dan logis. Bisa saja, walaupun agak dipaksakan, dikatakan bahwa proses yang dilalui oleh Fulan bersifat sistematis. Namun bagaimanapun tidak logis. Logika ilmu pengetahuan, kecuali ilmu sihir tentunya, tidak dapat menjelaskan apa hubungannya merapal mantra, mandi kembang, mempersembahkan sesajian, atau menyimpan jimat, dengan perniagaan si Fulan yang jadi marak dan meriah. Bahkan sistematis pun sebenarnya tidak. Karena resep yang diberikan si mbah dukun kepada si Fulan konon tergantung pada apa yang dibisikkan para peliharaannya ketika si Fulan menghadap. Artinya, kalau di kemudian hari ada pasien lain, walaupun dengan kebutuhan yang sama, sangat boleh jadi si mbah akan menuturkan jalan keluar yang berbeda. Intinya, tak ada pola yang menghubungkan antara keluhan pasien dengan treatment yang diberikan. Dalam kacamata agama, perbuatan si Fulan adalah syirik. Dalam sudut pandang manajemen, ini lagi-lagi bentuk mismanagement!

Dalam kehidupan sehari-hari yang lebih umum kita lihat betapa banyak masalah, kekusutan, kekacauan, kesimpang-siuran yang membuat masyarakat kehilangan kebahagiaan, ternyata bersumber dari proses – bentuknya bisa berupa sistem, mekanisme, prosedur, aturan, dan lain-lain – yang tidak sistematis (baca: acak-acakan, melompat-lompat, tidak punya alur yang masuk akal), dan juga tidak cukup ditopang oleh dasar logika yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.


Beberapa waktu yang lalu saya punya tugas mengisi training di Surabaya. Sayangnya saya terlambat tiba di check-in counter Bandara Soekarno–Hatta karena taksi yang saya tumpangi mengalami pecah ban di jalan tol. Karena belum pernah mengalami hal tersebut sebelumnya, saya bertanya kepada petugas dari airline terkait mengenai apa yang semestinya saya lakukan. Hasilnya, saya pusing! Saya di ping-pong dari satu counter ke counter yang lain, dari satu orang ke orang yang lain, dari satu loket ke loket yang lain. “Coba bicara pada Mbak yang di sana Pak.” “Coba ke loket reservasi Pak.” “Coba ke counter nomor 24 Pak.” Astagfirullah! Mbak yang bertugas di loket reservasi melayani saya dengan wajah galak, suara ketus, dan gaya setengah hati. “Pak, karena terlambat, jika Bapak ingin dimasukkan ke flight berikutnya Bapak terkena denda 75% dari harga tiket plus biaya up-grade sebesar sekian rupiah, sehingga totalnya sekian rupiah. Nanti dibayar di counter 24.” What?! Lebih dari dua kali lipat harga tiket saya sebelumnya!

Lalu, sesuai petunjuk si Mbak yang “pedas” itu saya kembali ke counter 24. Mbak yang ada di sana – paling tidak dia jauh lebih ramah – menanyakan berapa biaya tambahan yang dikenakan pada saya. Mendengar jumlah yang saya sebutkan, Mbak yang ramah itu berkata, “Wah, Bapak tidak perlu bayar sejumlah itu. Cukup setengahnya saja kepada kami. Di sini nama Bapak sudah saya tuliskan. Dan statusnya sudah saya buat CF (confirmed) untuk penerbangan berikut jam 13:30. Bapak tinggal datang. Sebutkan nama, bayar, dan berangkat.” Ajaibnya, pada saat saya datang lagi ke counter 24 menjelang pukul 13:30 “Miss Ramah” itu tak ada di sana, dan nama saya tidak tercantum di dalam daftar cadangan, apalagi dengan status confirmed. Macet bukan?! Alhasil, saya gagal berangkat ke Surabaya pada hari itu.

Mari kita bayangkan, apa derita umat, masyarakat, dan bangsa, jika mereka yang berada dalam posisi memimpin tidak punya kemampuan berpikir proses secara sistematis dan logis? Ya, mungkin mirip sekali seperti kondisi kita hari-hari ini.

“Hanya orang gila yang mengharapkan hasil yang berbeda dari cara–cara yang sama.”
–anonimus–

Saya punya suatu kepercayaan sederhana mengenai pemimpin dan kepemimpinan. Bagi saya, kualitas kepemimpinan seorang pemimpin diukur dari karya, bukan orasi atau wacana, walaupun kemampuan berorasi mungkin salah satu skill penting bagi pemimpin. Lihat saja pernyataan Allah SWT di dalam Al Qur-an: “Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu.’ Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. At-Taubah, 9: 105]

وَقُلِ اعْمَلُواْ فَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿١٠٥﴾

Simak juga peringatan keras Allah SWT di bagian lain dari Kitab Suci-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” [QS. Ash-Shaff, 61: 2-3]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴿٢﴾ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴿٣﴾ 

Paradigma manajemen yang sehat merupakan modal dasar untuk mampu memimpin perubahan transformasional dengan sukses. Berpikir menggunakan manajemen membuat pemimpin mampu melaukiskan peta jalan (road map) perubahan yang akan mengantarkan komunitas yang dipimpinnya dari posisi here and now menuju the future dreamland. Kualitas berpikir manajemen pula yang akan dengan jelas membedakan cita-cita dari sekedar angan-angan, vision dari wish.

Tanpa kemampuan berpikir manajemen banyak pemimpin menjadi tak ubahnya sekedar orator atau filosof, bahkan provokator, yang trampil menuangkan mutiara pemikiran yang progresif-revolusioner dalam kata-kata bernas, baik dalam pidato yang menggelegar maupun tulisan yang menghujam, namun tak kunjung berhasil mewujudkan satupun gagasan hebat dalam realita komunitasnya. Ketika pemimpin model orator-filosof ini berpidato, orang-orang takjub terpana menyimaknya. Hati mereka tergetar. Mereka merasa fatwa-fatwa sang pemimpin mencerahkan pikiran dan menyegarkan semangat. Mereka terbang ke langit impian. Jantung mereka berdegup kencang. Darah mereka menggelora. Rasanya tak sabar lagi untuk menaklukkan dunia. Tapi apa jadinya ketika pidato itu selesai? Ketika mereka harus kembali ke dunia nyata? Saat mereka berhadapan lagi dengan realita yang kelewat jauh dari idealita? Mereka ibarat membentur tembok tinggi, atau bersua dengan jalan buntu, karena sang pemimpin tak kuasa menunjukkan peta jalan menuju negeri impian tersebut.

Betul bahwa pemimpin mesti visioner. Namun pemimpin juga harus transformatif, mampu mengurai visi tersebut menjadi sejumlah tonggak antara, seraya berperan sebagai sais yang memacu kuda-kudanya untuk menarik kereta berpindah dari satu tonggak ke tonggak berikutnya, demikian seterusnya, sampai tiba di terminal tujuan.

Di bagian sebelumnya telah kita diskusikan dua rambu yang pertama dalam manajemen, yaitu proses, serta sistematik dan logis. Apakah setiap proses yang tersusun dengan sistematik dan didasarkan atas suatu logika tertentu otomatis dapat disebut sebagai manajemen? Nanti dulu. Belum tentu. Perlu digarisbawahi bahwa pemimpin memanfaatkan manajemen, bukan tenggelam dalam kompleksitas manajemen.

Saya punya seorang teman. Sebut saja namanya Anto. Julukannya Mr. Sisdur, alias Tuan Sistem dan Prosedur, karena Anto memang serba teratur. Hampir semua hal dalam hidup Anto ada protokolnya, ada prosedurnya, dan hampir-hampir tak ada yang berubah. Namun Anto sering terlihat tidak bahagia. Keningnya sering berkerut. Mukanya ditekuk. Demikian itu ekspresi standarnya manakala berhadapan dengan situasi di luar perkiraannya. Kegandrungan pada sistem dan prosedur membuat Anto sama sekali kehilangan keluwesan menghadapi ketidakpastian.

Lebih seru lagi, sistem dan prosedur tersebut terus beranak-pinak semakin banyak. Kian hari kian tak jelas ujung pangkalnya. Misalnya, sesuatu dalam kamus Anto harus dikerjakan menurut prosedur A, namun kita ganti dengan cara B, dipastikan dia akan meledak alias marah besar. Jika kemudian kita bertanya, mengapa harus A dan tidak boleh B? Jawaban Anto, ya karena sudah begitu semestinya! The procedure has to be like that because it is the procedure! Macet total, ibarat jalur Pantura di musim lebaran.

Artinya, manajemen bukan sekedar proses yang sistematik dan logis. Ia juga harus ditujukan untuk mencapai pre-determined goal(s), tujuan, atau tujuan-tujuan, yang telah ditetapkan sebelum proses itu dimulai. Tujuan tersebut tentunya bukan begitu saja dipetik dari angin, melainkan diturunkan, diterjemahkan, juga secara sistematik dan logis, dari visi besar sang pemimpin.

Kesadaran dan penghayatan penuh mengenai tujuan inilah yang membuat pemimpin menjadi sosok yang dinamis, yang memadukan dua sisi yang seolah paradoksal. Di satu sisi ia sangat teguh – konsisten, konsekuen, dan presisten – dengan tujuan yang ingin dicapainya. Namun di sisi lain ia sangat lentur dalam memilih dan menentukan cara – termasuk sistem dan prosedur – yang diyakininya paling mungkin membantunya mencapai tujuan tersebut. Seperti seorang pengemudi. Mungkin menjadi tidak begitu penting mempersoalkan rute mana yang diambil – sejauh tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas tentunya – sepanjang mobil yang dikemudikan mampu memindahkan para penumpang dari tempat asal ke tempat tujuan.

“Effectiveness is a habit; that is, a complex of practices. And practices can always be learned. Practices are simple, but always exceedingly hard to do well. They have to be acquired by practicing, and practicing, and practicing again.”
–Peter F. Drucker, 1967–

Karena cara bisa lebih dari 1001 banyaknya, dibutuhkan kriteria untuk memilihnya. Ini adalah rambu manajemen berikutnya. Cara yang dipilih mestilah yang efektif dan efisien. Nah, dua istilah ini tampaknya perlu mendapatkan porsi pembahasan agak luas. Demikian seringnya kata-kata “efektif dan efisien” digunakan dalam berbagai konteks, sehingga sering maknanya menjadi rumit dan tak jelas lagi, bahkan kadang-kadang agak konyol.

Ada pejabat atau pakar dalam wawancara televisi mengatakan, “cara itu memang efisien, namun tidak efektif.” Waduh! Bagaimana mungkin sesuatu bisa efisien jika tidak efektif? Meminjam istilah aljabar, efektifitas adalah necessary condition, sedangkan efisiensi adalah sufficient condition. Seluruh pilihan proses atau cara yang mampu mengantarkan kita pada tujuan disebut efektif. Dari berbagai alternatif proses atau cara tersebut, yang berbiaya paling rendah, adalah yang efisien.

Dalam urusan dengan action plan pribadi misalnya, banyak orang yang menuangkannya dalam bentuk bagan atau skema yang cantik dan canggih, dengan tampilan warna–warni memukau di gadget mereka. Namun seringkali keindahan dan kecanggihan itu menjadi tidak efektif karena tidak cukup disiplin untuk sering–sering merujuk pada action plan yang sudah mereka buat. Beruntung saya belajar dari guru manajemen saya, Taufik Bahaudin, tentang apa yang disebutnya stupid paper, sehelai kertas yang lusuh berlipat delapan, yang tak pernah luput dari saku kemeja beliau. Setiap terpikir ada sesuatu yang urgen untuk dilakukan, beliau tuliskan pada kertas itu. Sebaliknya, setiap ada to do thing yang selesai dikerjakan, beliau coret hal tersebut dari daftar.

Pernah saya bertanya pada beliau, mengapa harus kertas lusuh itu yang jadi tumpuan. Beliau kemukakan beberapa argumentasi. Pertama, ketika lembaran kumal itu dibuka, yang beliau lihat adalah sejumlah to do things yang menantang untuk diselesaikan, namun punya prioritas berbeda. Otomatis beliau terdorong untuk mencari mana to do thing yang paling urgen dituntaskan. Dengan bahasa yang sedikit canggih, kertas lusuh itu “memaksa” beliau berpikir logis dan sistematis. Tentu Anda ingat, ini rambu manajemen yang kedua.

Kedua, menurut beliau mencoret sebuah to do thing yang sudah berhasil dirampungkan punya kenikmatan psikologis yang sukar digambarkan dengan kata–kata dan bersifat addictive! Artinya, sensasi itu memprovokasi beliau untuk menuntaskan sejumlah to do things yang lain agar punya legitimasi untuk kembali mencoretnya dari daftar. Ketiga, mekanisme kertas lusuh itu, the stupid paper, begitu sederhana dan genuine. Implikasi, ketika menggunakannya kita fokus pada substansi, pada manfaatnya, dan tidak tergoda pada sejumlah kecanggihan “kosmetik” yang artifisial sifatnya.

Apakah jurus stupid paper ala Taufik Bahaudin itu efisien, itu perdebatan yang lain. Namun yang pasti ia menggambarkan efektifitas itu sama sekali tidak perlu rumit dan kelewat canggih. Disiplin pribadi adalah kata kuncinya.

Selanjutnya, bicara tentang efisiensi, tentunya berurusan dengan hitung–menghitung biaya. Namun perlu diingat, dalam menghitung biaya, bukan sekedar out-of-pocket expenses, biaya-biaya langsung yang dikeluarkan berupa uang kas. Harus diperhitungkan juga dengan cermat opportunity cost, nilai dari berbagai kesempatan dan peluang yang hilang, yang harus dikorbankan, jika kita memilih proses atau cara tersebut.

Harus dikalkulasi pula eksternalitas, yaitu berbagai kerugian yang diderita oleh pihak lain atau lingkungan jika kita menjalankan cara/proses tersebut. Contoh, sebuah pabrik sedang mempertimbangkan 2 alternatif cara pengolahan limbah, X dan Y. Cara X lebih mahal dibandingkan cara Y. Namun jika menggunakan cara Y yang lebih murah, limbah yang dihasilkan masih belum sepenuhnya aman bagi lingkungan. Jika demikian, pada saat menghitung biaya yang terkait dengan cara Y, harus diperhitungkan pula nilai kerugian yang timbul dari kerusakan lingkungan akibat limbah yang belum sepenuhnya aman tersebut. Dan jika itu dilakukan bisa jadi cara X lebih efisien, walaupun biaya langsungnya lebih mahal dibandingkan Y.

Bagaimana seseorang menyikapi eksternalitas tersebut disadari atau tidak juga membedakan “kasta” orang tersebut: apakah dia pemimpin sejati, atau sekedar eksekutif yang bekerja dengan kalkulasi bisnis jangka pendek. Pemimpin sejati punya tanggungjawab. Nilai itu tidak akan membiarkan dirinya mengambil keputusan apapun yang dampak sampingannya merugikan orang lain maupun lingkungan yang lebih luas. Buat pemimpin sejati, kebermanfaatan bagi manusia dan kemanusiaan adalah harga mati yang tak bisa ditawar.

Kamis, 21 Oktober 2010

Free Download anti virus smadav Edisi oktober 2010

bagi teman - teman yang ingin mengunduh anti virus smadav terbaru nih saya kasih alamat linknya :
http://www.ziddu.com/download/12179037/smadav83.exe.html
semoga bermanfaat......:)

Rabu, 13 Oktober 2010

Cara Crimping dan Pasang Konektor RJ45 Pada Kabel UTP/LAN

Semua pasti tahu kan kalo yang namanya wired network kalo gak bener kabel ke konektor RJ-45 nya bisa-bisa network gak bakalan jalan. Belum lagi RJ-45 yang cuman sekali pake kalo salah pasang atau kurang pas pemasangan gak bisa dibenerin dan dipake lagi.
Sebenarnya pemasangannya mudah banget tapi ternyata gak semua orang tau gimana cara memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan benar dan bahkan lebih banyak lagi yang gak tau apa alasan kabel UTP harus dipasang seperti itu.
Seperti biasa bakalan rame dengan gambar jadi sabar aja buka nya ya :D .
Alat dan bahan yang diperlukan (kayak mau bikin nasi uduk aja)

Kabel UTP

Kabel UTP sebetulnya ada beberapa kategori yaitu dari kategori 1 – 7 yang sering digunakan untuk LAN biasanya kategori 5 atau sering disebut cat-5. Berikut ini kegunaan dari kabel kategori 1 – 7 diambil dari wikipedia.

* cat 1: sebelumnya dipakai untuk POST (Plain Old Telephone Service) telephone dan ISDN.

* cat 2: dipakai untuk token ring network dengan bw 4mbps

* cat 3: dipakai untuk data network dengan frequensi up to 16Mhz dan lebih populer untuk pemakaian 10mbps

* cat 4: Frequensi up to 20Mhz dan sering dipakai untuk 16mbps token ring network.

* cat 5: Frequensi up to 100Mhz dan biasa dipakai untuk network dengan kecepatan 100Mbps tetap kemungkinan tidak cocok untuk gigabyte ethernet network.

* cat 5e: Frequensi dan kecepatan sama dengan cat-5 tetapi lebih support gigabyte ethernet network.

* cat 6: Memiliki kecepatan up to 250Mbps atau lebih dari dua kali cat-5 dan cat-5e

* cat 6a: Kabel masa depan untuk kecepatan up to 10Gbps

* cat 7: di design untuk bekerja pada frequensi up to 600Mhz.

Berikut ini contoh gambar kabel UTP yang sudah dipasang konektor, kabel cat-5e dalam keadaan terkupas dan kabel cat-6.

RJ-45 Connector

Setelah anda tahu jenis-jenis kabel sekarang konektor RJ-45 biar gak pusing ini gambarnya dan perbedaan nya dengan RJ-11 yang juga sering ditemukan dipasaran.

Gambar RJ-45 dengan 8 pin

Gambar RJ-11 dengan hanya memiliki 4 pin.

Crimp Tool

Crimp tool / Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45 / RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja. Contoh gambarnya seperti ini.

Kabel Tester

Supaya anda yakin bahwa pemasangan kabel ke konektor sudah ok lebih baik kalau anda juga memiliki cable tester seperti berikut ini. Perbedaan diatara dua testerdibawah ini adalah yang satu memakai satu led untuk satu pair sementara yang satu lagi satu led untuk satu kabel. Untuk pemula lebih mudah untuk mempergunakan yang type satu led per kabel karena anda tidak akan dibuat pusing :D . Kemudian tester yang lebih kecil adalah remote cable tester yang dipakai apabila kabel yang di test panjang dan kedua ujung nya tidak berdekatan (misalnya ada diruangan yang berbeda). Cara penggunaannya adalah dengan memasang ujung kabel yang satu ke TX di cable tester yang besar kemudian set auto, kemudian di ujung yang lain kita pasang remote cable tester. Setelah itu anda cukup melihat remote cable tester saja. Apabila menyala berarti kabel terkoneksi dengan baik sementara apabila mati berarti kabel terputus.

Sedikit catatan: hasil test dengan menggunakan kabel tester tidak berarti menunjukan bahwa kabel tersebut bisa berfungsi dengan baik. Jarak maksimum 100meter dari kabel cat-5e kadang apabila di test dengan cable tester akan tetap menghasilkan nilai baik pada jarak lebih dari 100meter sementara ketika dialiri data koneksi terputus karena kabel terlalu panjang.

Tone generator

Alat yang berikutnya adalah tone generator yang mampu melakukan tracing di posisi mana kabel putus. Sangat berguna apabila anda tidak menginginkan untuk mengganti seluruh kabel ketika ada kerusakan.

Susunan kabel standar menurut warna pada posisi stright dan pada posisi cross

Setelah anda tahu alat-alat yang diperlukan untuk pemasangan kabel UTP ke RJ-45 soket, sekarang ada istilah dalam straight dan crossover dalam cabling.
Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair). dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih.
Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX

Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX – di konektor yang satu ke RX – di konektor yang lain.

Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung. Berikut ini contoh posisi kabel dalam kondisi crossover.

Gambar paling kiri adalah posisi warna pada satu sisi dan sisi yang lainnya berdasarkan standar internasional T568A dan T568B. Nomor konektor dihitung dari sebelah kiri dengan kondisi konektor bagian pinnya menghadap kita.

Gambar tengah adalah contoh kabel cross yang sudah jadi dan gambar berikutnya adalah contoh cross over adapter yaitu alat yang bisa membuat straight cable menjadi cross apabila anda tidak ingin merubah konektor dengan cara memotong nya.

Sementara untuk straight cable anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya.

Tips untuk memasang Kabel ke Konektor

1. Siapkan semua peralatan terutama kabel, konektor RJ-45 dan Crimping tool.

2. Kupas bagian luar kabel (pembungkus kabel-kabel kecil) kira-kira sepanjang 1 cm dengan menggunakan pengupas kabel yang biasanya ada pada crimp tool (bagian seperti dua buah silet saling berhadapan itu untuk mengupas)

3. Susun kabel sesuai dengan keperluan. Untuk konektor pertama selalu susun dengan susunan standar untuk Straight atau T568A. Apabila anda merasa kurang nyaman dengan susunan kabel coba tarik sedikit semua kabel yang telah dikupas sementara tangan yang satu lagi memegang bagian kabel yang tidak terkupas. Kemudian susun kembali dengan cara memelintir dan membuka lilitan pasangan kabel.

4. Rapihkan susunan kabel dengan cara menekan bagian yang dekat dengan pembungkus kabel supaya susunan kabel terlihat rata.

5. Potong ujung-ujung kabel yang tidak rata dengan pemotong kabel (bagian yang hanya memiliki satu buah pisau dan satu bagian lagi datar pada crimp tool adalah pemotong kabel) sampai rapih. Usahakan jarak antara pembungkus kabel sampai ujung kabel tidak lebih dari 1cm.

6. Dengan tetap menekan perbatasan antara kabel yang terbungkus dan kabel yang tidak terbungkus, coba masukan kabel ke konektor RJ-45 sampai ujung-ujung kabel terlihat dibagian depan konektor RJ-45. Kalau masih belum coba terus ditekan sambil dipastikan posisi kabel tidak berubah.

7. Setelah anda yakin posisi kabel tidak berubah dan kabel sudah masuk dengan baik ke konektor RJ-45 selanjutnya masukan konektor RJ-45 tersebut ke crimpt tool untuk di pres. Ketika konektor dalam kondisi didalam crimp tool anda bisa memastikan kembali kabel sudah sepenuhnya menyentuh bagian dapet RJ-45 dengan cara mendorong kabel kedalam RJ-45. Pastikan juga bahwa bagian pembungkus kabel sebagian masuk kedalam konektor RJ-45.

8. Kemudian anda bisa menekan crimp tool sekuat tenaga supaya semua pin RJ-45 masuk dan menembus pelindung kabel UTP yang kecil. Apabila anda kurang kuat menekan kemungkinan kabel UTP tidak tersobek oleh pin RJ-45 sehingga kabel tersebut tidak konek. Dan apabila pembungkus bagian luar tidak masuk kedalam konektor RJ-45, apabila kabel tersebut sering digerak-gerakan, kemungkinan besar posisi kabel akan bergesar dan bahkan copot.

9. Lakukan langkah-langkah diatas untuk ujung kabel yang satu nya lagi.

10. Apabila anda yakin sudah memasang kabel UTP ke RJ-45 dengan kuat selanjutnya adalah test dengan menggunakan LAN tester apabila ada. Apabila anda tidak memiliki LAN tester jangan takut anda cukup melihat kembali kabel yang sudah terpasang, memastikan bahwa anda sudah cukup kuat memasang nya dan semua ujung kabel terlihat dari bagian depan RJ-45 maka hampir bisa dipastikan pemasangan kabel UTP tersebut sukses.

11. Silahkan di coba dan good luck :)

Penghasilan Dolar dan Rupaih Dari Internet

Sekarang ini internet hampir menjadi kebutuhan terpenting bagi sebagian orang didunia. Hampir semua orang membuat website dengan tujuan akhirnya untuk membuat uang baik itu rupiah , dolar ataupun mata uang lainnya. Dengan rule "semakin ngetop website nya , banyak pengunjung web nya maka peluang untuk menambah penghasilan dari website semakin besar pula'.


Buat yang masih newbie / pemula di dunia internet mungkin belum tahu bagaimana cara menghasilkan uang dari website anda. Sedangkan di internet banyak sekali cara menghasilkan uang dari situs anda.


Berikut beberapa cara - cara yang bisa anda pilih untuk membuat website anda menjadi sumber penghasilan atau sumber penghasilan tambahan dari internet.


Pay Per Click


Google Adsense adalah sumber penghasil dolar dengan sistem pay per click terpopuler saat ini.. Banyak sekali orang yang berhasil menambah penghasilan atau bahkan sumber penghasilan utama dari Google Adsense ini.


Sebelum mendaftar untuk membuat account di Google Adsense , sebelumnya anda buat website / blog terlebih dulu dengan minimal 5 post untuk blog atau 5 halaman untuk website dengan content yang unik (unique content ). Silakan klik disini untuk cara membuat blog atau klik disini untuk cara membuat website atau disini bagi anda yang belum tau caranya. Saat ini Google Adsense belum membolehkan pada situs yang berbahasa indonesia , jadi buat situs anda dalam bahasa inggris.


Buka websitenya Google Adsense dan sign up untuk mendaftar sebagai anggota baru .Setelah anda mendaftar maka google akan mereview website / blog / situs anda. Setelah ada konfirmasi bahwa account anda disetujui maka tugas berikutnya adalah pasang iklan adsense di website anda dan usahakan terus meningkatkan posisi situs anda pada search engine. Klik disini untuk cara meningkatkan posisi website anda di search engine. Jika web site anda belum di index sama google dan search engine lainnya maka anda perlu baca disini.


Setiap ada pengunjung website yang mengklik iklan tersebut, anda akan dibayar. Nilai dari setiap klik bervariasi.Peringatan!! Jangan sekali-kali mengklik iklan anda sendiri atau google akan menutup account adsense anda.


Nah , bagaimana jika website anda tidak berbahasa inggris ? Apakah situs berbahasa Indonesia bisa menghasilkan uang dari sistem pay per click ?. Di Indonesia sudah banyak situs yang menyediakan pay per click yang membolehkan anda memasang iklannya pada web berbahasa Indonesia. Diantaranya : www.adsensecamp.com , www.kumpulblogger.com , www.ppcindo.com, www.kliksaya.com , www.adspeedy.com dll


Resell right


Cara lain untuk mendapatkan uang dari internet adalah dengan menjual product resell right. Anda bisa meraih keuntungan hingga 100% dengan menjual produk berlisensi resell right.. Sistem ini sangat cocok untuk website yang tidak mempunyai suatu product sendiri. Jika anda ingin mendapatkan produk resell rights terbaru dan murah, anda bisa kunjungi http://www.idebaru.com dan sekaligus anda juga bisa menjadi bagian dari program affiliasinya dan raih komisi hingga 50%.


Affiliate Marketing


Affliate Marketing (program affiliasi) ini juga sangat cocok untuk mendapatkan penghasilan dari internet tanpa harus membuat produk sendiri. Pada sistem ini kita akan menjual product orang lain dan kita memdapatkan uang komisi dari hasil penjualan kita. Uang yang didapat dari program affiliasi bervariasi mulai dari 10% bahkan hingga 75% lebih. Silakan buka http://www.associateprograms.com dan di sana anda bisa menemukan banyak pilihan untuk program affiliasi yang anda bisa ikuti. Program affiliasi Indonesia yang bisa anda ikuti yaitu http://www.idebaru.com




Masih banyak lagi cara membuat dolar / rupiah dari internet. Yang paling banyak digunakan dari semua cara cara itu adalah yang tertulis diatas untuk web yang tidak mempunyai product sendiri.


Sebaiknya anda tekuni satu cara saja , jangan campur - campur jika ingin berhasil. Dan jangan lupa tingkatkan kualitas website anda dari segi content dan juga seo.